Notification

×

Iklan

Iklan

Senin Besok, Pedagang Buku Bekas Lapangan Merdeka Datangi Endar Sutan Lubis: 'Kemana Kami Berjualan...?

19 Juni 2022
Foto: Pedagang Buku Bekas Bakal Dipindah Terkait Rencana Revitalisasi Lapangan Merdeka Mulai 4 Juli Nanti/Tums
Medan,DP News


Pedagang buku bekas di Kawasan Lapangan Merdeka Medan enggan pindah dan mempertanyakan kebijakan Pemko Medan terkait revitalisasi.Para pedagang dikabarkan diminta untuk segera mengosongkan lokasi karena revitalisasi Lapangan Merdeka  akan dimulai 4 Juli nanti. Tenant-tenant atau pemilik usaha di Kawasan Lapangan Merdeka termasuk Merdeka Walk diimbau mengosongkan lokasi sebelum 20 Juni. Namun pedagang buku dengan tegas mengatakan enggan mengosongkan kios sebelum dibangun tempat pengganti.


"Kami mendukung program Pemko Medan untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka, sebagai warga negara yang baik itu kami patuhi. Namun nasib pedagang buku jangan diabaikan, kalau pedagang disuruh segera mengosongkan kios, mau kemana mereka berjualan? Kami mau, begitu disuruh pindah tempat berjualan pengganti sudah ada,” kata Ketua Pedagang Buku Lapangan Merdeka Max Simangunsong. 

Menurut Max, dia bersama pengurus Organisasi Pedagang Buku akan menemui Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Jalan AH Nasution Kecamatan Medan Johor,Senin (20/6). 


Kedatangan mereka meminta kepada Kadis agar mereka diperbolehkan berjualan sampai Pemko Medan menyiapkan kios pengganti, sehingga ketika direlokasi mereka bisa langsung berjualan di tempat baru. “Kalau keinginan kami tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi dengan menerahkan massa pedagang buku,” tegas Max Simangunsong.


Para pedagang kata Max Simangunsong masih kahwatir dengan lokasi yang disebutkan pemko tempat relokasi mereka. Pasalnya, lahan yang berada di Jalan Hitam Kecamatan Gaharu disebut-sebut milik pemko yang dikuasai PT KAI.  Pedagang minta relokasi mereka harus jelas, jangan di kemudian hari ada persoalan pedagang dengan PT KAI.


“Karena kami sudah pernah mengalaminya, tahun 2010, dari Lapangan Merdeka kami dipindahkan di Jalan Pegadaian, di lahan milik PT KAI yang dibangun pemko di masa kepemimpinan Rahudman Harahap. Tapi 2 tahun kemudian, PT KAI minta lokasi itu dikosongkan, kemudian Pemko Medan membangun kembali kios buku di lapangan Merdeka. Kami tidak mau persoalan yang lalu kembali kami alami, kami sudah letih pindah-pindah, mohonlah Pemko Medan jangan membenturkan kami dengan PT KAI,”  ungkap Max.(rd)

×
Berita Terbaru Update