![]() |
| Foto: Anggota DPRD Medan Wong Chun Sen/Dok |
Aksi tawuran yang menewaskan seorang pelajar SMKN di Medan mendapat kecaman keras dari Anggota DPRD Medan Wong Chun Sen karena mencerminkan tidak adanya rasa kasih dan sayang terhadap sesama pelajar.
Untuk itu,Wong Chun Sen Tarigan mengajak seluruh elemen untuk melakukan evaluasi terhadap pola ajar, pola asuh dan pola pengajaran serta pembentukan karakter anak, termasuk juga penanaman nilai-nilai keagamaan apakah sudah benar dilakukan atau abai sama sekali dalam mengikuti tumbuh kembang anak
Hal itu dikatakan Drs Wong Cun Sen,MPdB,menanggapi aksi tawuran pelajar yang sampai memakan korban jiwa seorang pelajar SMKN di Medan,Minggu(27/11).
Terkadang kita merasa sudah cukup untuk menyekolahkan anak, memberinya makan, memberinya uang jajan.Tapi, kita lupa untuk berkomunikasi dengan anak.
Bagaimana proses belajarnya, apa kendala yang dihadapi dan bagaimana dengan teman-temannya, dan bagaimana sekolah melakukan pengawasan terhadap anak didiknya, " kata Wong di kediamannya.
Pengawasan terhadap masalah aksi tawuran yang akhir-akhir ini sering terjadi di Kota Medan, Wong meminta peran aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian agar mengaktifkan kembali patroli keliling terutama di sentra-sentra sekolah yang kerap melakukan aksi konvoi dan tawuran.
Seharusnya , lanjut Wong peserta didik harus diedukasi lebih giat lagi bahwa prestasi yang membanggakan itu adalah ketika siswa mampu menunjukkan prestasinya lewat kemampuan dalam belajar, dalam olahraga atau mengikuti kompetisi bergengsi.
Bukan karena ikut konvoi lalu diamankan polisi atau ikut kelompok begal dan berhasil mencuri sepeda motor atau tertangkap tangan karena mengkonsumsi Narkoba,ujar Wong.
"Itu bukan prestasi, tapi sebuah kemunduran yang akhirnya bisa menciptakan lost generation (kehilangan generasi) potensial yang sesungguhnya ke depan adalah pemegang estafet bangsa dan negara ini ke depan,"ujar Wong. Tumpal S/DP News
Tewasnya pelajar SMK dalam aksi tawuran yang terjadi beberapa waktu lalu, tambah Wong harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Sudah saatnya mendampingi anak dan memberikan mereka bekal iman dan agama, tata krama, sopan santun, sikap saling menghargai dan menghormati.Tumpal S/Dolok
