Notification

×

Iklan

Iklan

Mendukung Desa Wisata,Museum DI Panjaitan Bakal Dibangun di Sitorang

05 Januari 2023
Foto: Seorang Ibu Saat Menyampaikan Harapannya Demi Kemajuan Desa Sitorang Kepada Bupati Toba Poltak Sitorus,Kamis(5/1)/Tanda 
Toba,DP News

Desa Sitorang, Kecamatan Silaen diproyeksikan menjadi tempat wisata dengan membangun Museum DI Pandjaitan.Untuk itulah dilakukan peningkatan mutu  jalan sepanjang 1363 meter ini dapat mendukung desa tersebut menjadi desa wisata, guna menambah penghasilan masyarakat.


"Jadi jalan ini jangan hanya bagus kita lalui, tetapi penghasilan kita tidak bertambah," kata Bupati Toba Poltak Sitorus,Kamis(5/1). 


Bupati berharap rekonstruksi jalan sepanjang 1363 meter ini dapat mendukung desa tersebut menjadi desa wisata, guna menambah penghasilan masyarakat.


Salah seorang ibu lansia menyebutkan alasannya memberikan tanahnya untuk pelebaran jalan, adalah supaya jalan menjadi bagus.


Namun ibu lansia tersebut mengeluhkan kepada bupati, bahwa di desa mereka masih tidak serentak dalam melakukan tabur benih padi.


"Terkait tabur benih, masipasombu-sombuan (acuh tak acuh), besar harapan kami kepada pemerintah, supaya diberikan dulu perintah tegas kepada kaum yang lebih muda," sebut ibu lansia yang mengaku usianya saat ini menjalani 86 tahun.


Menanggapi hal tersebut,bupati mengajak masyarakat untuk mau mendengar nasehat orangtua. Karena mendengarkan nasehat orangtua akan membuat hidup kita diberkati.


"Bapak/ibu harus serentak menabur benih, supaya hama tikus dan burung dapat diatasi. Kalau ada tikus, jangan dibiarkan. Ajak Kepala Desa, selesaikan masalahnya, berburu tikus secara bergotong-royong," ucap Bupati Toba.


"Saya bukannya tidak setuju (bapak-bapak) di lapo (kedai). Pergi ke lapo mungkin penting, tapi kalau bisa setelah pulang bekerja dari sawah," ujarnya memotivasi kaum bapak.


Dalam menyambut wisatawan yang akan datang ke Toba, Bupati meminta masyarakat untuk memberikan yang terbaik. 


Seperti orang Batak zaman dahulu, tamu yang datang ke rumahnya biasanya akan disuguhi lauk (memotong ayam). Anak-anaknya makan belakangan setelah tamu, meskipun yang tersisa mungkin hanya kentang atau sayurnya.


"Itulah Batak Naraja. Seperti itulah tamu kita perlakukan. Kita hormati, kita berikan makanan dan selimut yang terbaik. Supaya mereka betah dan membawa uangnya ke Toba. Kami mohon maaf atas pelayanan kami yang kurang selama ini. Itulah yang masih bisa kami perbuat. Selamat tahun baru"ujarnya.Tanda/Redaksi
























×
Berita Terbaru Update