![]() |
Foto: Kasat Reskrim Polres SamosirAKP Edward Sidauruk dan Kadis P3AKPPKB Friska Situmorang Saat Memberikan Penjelasan Tentang Beredarnya Isu Pencabulan Bayi,Senin(5/5) di Mapolres Samosir |
Terkait beredarnya isu pencabulan bayi berusia 3,5 bulan di Kabupaten Samosir, Polres Samosir bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AKPPKB) Samosir menegaskan bahwa hal tersebut hoax.
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk,Senin (5/5) di Polres Samosir mengatakan, pihaknya telah menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap bayi yang masih berusia 3,5 bulan.
Setelah menerima laporan dari ibu bayi tersebut lanjut Edward, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan di rumah sakit setempat, dan juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
“Hasil penyelidikan yang dilakukan secara maksimal Polres Samosir, sudah melakukan tahapan-tahapan sesuai dengan SOP yang ada. Namun hasil penyelidikan tersebut berdasarkan keterangan ahli tidak ditemukan tampak kelainan,” terang AKP Edward.
AKP Edward menjelaskan kronologi peristiwa tersebut, bahwa pelapor (ibu bayi) hendak membawa bayinya untuk dilakukan imunisasi ke Pos Yandu, ternyata kegiatan Pos Yandu tersebut tidak jadi. Kemudian si ibu pulang menggendong bayinya.
“Dalam perjalanan bayi ini menangis-nangis, ketika sampai di rumah si ibu membawa si bayi ke salah satu Puskesmas.Ketika sampai di Puskesmas tidak ada ditemukan kelainan. Dan hasil keterangan bidan ini tidak diterima oleh si ibu. Karena tidak diterima si ibu ini hasil dari keterangan bidan, sehingga dilakukan visum ke rumah sakit,” ujar Edward.
Dijelaskannya, keesokan harinya setelah keluar visum tidak ada ditemukan kelainan tampak kelainan.
Untuk kepastian hukum, maka pihaknya melakukan mekanisme gelar perkara dan menghentikan penyelidikan.
Sementara itu,Kadis P3AKPPKB Friska Situmorang mengatakan pihaknya terus bekerjasama dalam pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Friska menegaskan, berdasarkan data yang dihimpun dari Polres Samosir adalah hal yang sebenarnya.
“Bahwa hasil visum sudah jelas sehingga dari segi hukum sudah diselesaikan pihak Polres Samosir,” terang Friska Situmorang.
Demikian diperoleh penjelasan tertulis dari Sie Humas Polres Samosir.Rel/Redaksi