![]() |
| Foto: Pihak Pertamina Saat Pertemuan Dengan Walikota Medan Rico Waas,Sabtu(29/11) di Rumah Dinas Walikota Medan |
Setelah banjir 'mengepung' Kota Medan,lampu PLN padam dan kini warga kota kesulitan dapat BBM sehingga harus antrian panjang.Apa kata pihak Pertamina,Walikota Medan dan pihak PLN?.
Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengimbau kepada seluruh warga Kota Medan agar tidak panik. Sebab berdasarkan informasi PT Pertamina stok BBM di Kota Medan aman, namun terkendala pendistribusian akibat cuaca buruk di Pelabuhan Belawan dan kondisi banjir.
"Kami menghimbau masyarakat kota Medan untuk tidak panik. Karena rekan-rekan Pertamina menyatakan stok BBM cukup", kata Walikota Medan Rico Waas usai menggelar pertemuan dengan pihak PT Pertamina dan PT PLN di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman,Sabtu (29/11).
Kelangkaan BBM yang terjadi saat ini di Kota Medan katanya dikarenakan pendistribusian ke SPBU terkendala akibat cuaca buruk yang terjadi di pelabuhan Belawan sehingga kapal yang sudah bersandar tidak bisa bongkar muat BBM. Selain itu faktor banjir juga menjadi kendala dalam pendistribusian BBM.
"Kami juga minta masyarakat bersabar dan tidak panic buying, agar BBM yang didistribusikan ke SPBU oleh Pertamina dapat disalurkan secara merata", jelas Rico.
Sementara itu, Tito Riyanto, Sales Manajer Retail Medan PT Pertamina, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang buruk dan akses jalan yang banjir menjadi penyebab terkendalanya distribusi BBM ke SPBU.
"Kami mengharapkan masyarakat tidak panik dan membeli BBM secukupnya saja sesuai kebutuhan. Karena kami pastikan dalam 2 -3 hari kedepan suplai BBM ke SPBU aman", jelasnya.
Menurut Tito, untuk saat ini stok BBM di depot internal di rata-ratakan bisa cukup 10 sampai 11 hari ke depan, jadi tidak ada kekhwatiran stok BBM di depot. Hanya saja persoalan pendistribusian dan masyarakat yang membeli BBM melebihi kebutuhan normal menjadi PR kami.
"Karena stok BBM aman, jika pendistribusian normal kembali, kami jamin tidak ada kelangkaan BBM lagi ", ujarnya.Rumapea/Redaksi
Terkait pemadaman listrik, Rico Waas, menyampaikan berdasarkan informasi yang didapat dari PT PLN, pemadaman listrik yang terjadi dikarenakan terdapat 5 Gardu induk yang terendam banjir.
"PLN melaporkan bahwa lima gardu induk tergenang banjir, menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Kota Medan terutama di Medan Utara. Namun seiring surutnya air, proses pemulihan sedang berlangsung dan listrik akan menyala secara bertahap. Akan tetapi bagi wilayah yang masih terendam banjir pemadaman listrik masih terjadi guna mencegah hal yang tidak diinginkan", Jelas Rico Waas.
Pihak PT Pertamina dan PT PLN juga berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan memperbaiki Persoalan pemadaman listrik dan penyaluran BBM ke SPBU.Rumapea/Redaksi
