Notification

×

Iklan

Iklan




Bendungan Lau Simeme Berkapasitas 2.850 L Per Detik Untuk Sumber Air Baku Tirtanadi Sumut dan Tirta Deli

18 Februari 2026
Foto: Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Bendungan Lausimeme di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (15/2)
Medan,DP News 

Bendungan Lau Simeme akan menjadi sumber air baku untuk Kota Medan melalui Tirtanadi serta Kabupaten Deli Serdang melalui Tirta Deli dengan total kapasitas sebesar 2.850 liter per detik.Selain berfungsi mengurangi potensi genangan banjir di wilayah Kota Medan ternyata juga menjadi sumber air baku untuk Tirtanadi Sumut dan Tirta Deli.


Hal tersebut terungkap saat Menteri PU Dody Hanggodo meninjau Bendungan Lausimeme di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (15/2). Bendungan yang telah diresmikan sebelumnya kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. 


Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan pentingnya penyelesaian infrastruktur pendukung berupa jembatan penghubung antar desa di sekitar bendungan guna memastikan akses masyarakat tetap terjaga pada saat bendungan terisi penuh.


"Masih ada kewajiban dari pengelola bendungan untuk membuat jembatan yang menghubungkan beberapa desa sebagai akses keluar. Hal ini penting karena apabila bendungan terisi penuh, akses masyarakat berpotensi terputus. Jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2026 agar pengisian penuh dapat dilakukan," ujar Dody dikutip dari laman Kemen -PU.


Menteri Dody menyampaikan bahwa kehadiran Bendungan Lausimeme diharapkan mampu memberikan manfaat besar, khususnya dalam mengurangi potensi genangan banjir di wilayah Kota Medan. Selain sebagai penggerak banjir, bendungan ini juga dirancang untuk dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber irigasi dan penyedia air baku bagi masyarakat.


Bendungan Lausimeme dibangun  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan merupakan sedimen bertipe urugan batu dengan inti tegak setinggi 73,5 meter dari dasar sungai, panjang puncak 205 meter, serta memiliki luas area yang mencakup mencapai 125,84 hektar. 


Sebagai salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN), bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 21,07 juta meter kubik. Keberadaan pengendapan ini berperan penting dalam mereduksi debit puncak banjir hingga 289 meter kubik per detik melalui sistem pintu pelepasan awal, khususnya dari hulu Sungai Percut dan Sungai Deli saat musim hujan.


Bendungan ini juga dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Minihidro (PLTM) berkapasitas 1 MW. Dengan berbagai fungsi strategi tersebut, Bendungan Lausimeme diharapkan mampu mendukung ketahanan udara, ketahanan energi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Sumatera Utara secara berkelanjutan.


Kementerian PU menegaskan akan terus mengawali penyelesaian infrastruktur erosi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, baik dalam aspek pengendalian banjir, ketahanan udara, maupun peningkatan konektivitas wilayah.Kemen-PU/Tumpal S/Redaksi

| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |