![]() |
| Foto: Menteri PKP Maruarar Sirait Saat Meninjau Lokasi Calon Penerima Program BSPS dan Penanganan Kawasan Kumuh kumuh di Kecamatan Simanindo,Rabu(25/03) |
Samosir,DP News
Bupati Samosir Vandiko Gultom apresiasi perhatian dan kehadiran Menteri PKP ke Samosir karena membawa dampak nyata bagi masyarakat Samosir, khususnya dalam pemenuhan rumah layak huni dan penataan kawasan permukiman.
Pemkab Samosir ksta Vandiko siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.Pemkab berkomitmen menyukseskan seluruh program ini dengan memastikan data penerima akurat, pelaksanaan tepat waktu, serta hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kami juga berharap program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata Samosir,” tambahnya menyambut kedatangan Menteri PKP Maruarar Sirait ke Samosir untuk meninjau langsung lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Simanindo, (25/03).
Sebanyak 556 unit rumah akan mendapat program bedah rumah BSPS pada TA 2026.Untuk Samosir, bedah rumah 556 unit untuk tahun 2026.Tak hanya itu, melalui kolaborasi dengan Kementerian PKP, Pemkab Samosir juga memperoleh program penanganan kawasan kumuh seluas 41,80 hektare.
Penanganan tersebut tersebar di dua wilayah, yakni Desa Tomok seluas 29,86 hektare yang mencakup 12 perkampungan, serta Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare yang mencakup 13 perkampungan.
Dari total 556 unit BSPS, sebanyak 56 unit di antaranya dialokasikan khusus untuk renovasi rumah adat Batak, sesuai usulan Bupati Samosir.
Berdasarkan data, jumlah rumah tidak layak huni di Samosir mencapai 3.080 unit. Maruarar optimistis penanganannya dapat dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.
“Saya kira dalam tiga tahun bisa tuntas. Ngurus rakyat itu sepenuh hati, bukan hanya bangunan, tapi juga harus memikirkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Program penataan kawasan kumuh tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, tembok penahan tanah, paving blok, penyediaan tong sampah, penataan kawasan permukiman, hingga pemasangan lampu jalan. Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Mei 2026.
Maruarar menegaskan agar seluruh program tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kawasan yang ditata harus betul-betul yang kumuh. Dicek benar, jangan sampai tidak tepat sasaran. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, program perumahan diyakini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dalam menjalankan program ini diperkirakan akan menyerap 200 tenaga kerja.
Pogram ini diyakini akan menggerakkan ekonomi. Mulai dari panglong, tukang, hingga buruh akan merasakan dampaknya,katanya.
Dalam kesempatan itu, Maruarar turut mengapresiasi kinerja Pemkab Samosir yang dinilai responsif dan antusias dalam mendukung program tersebut.Rumapea/Redaksi
