![]() |
| Foto: Hendry Jhon Hutagalung |
Anggota DPRD Medan Hendry Jhon Hutagalung minta Pemko Medan segera realisasikan pengadaan mobil ambulans dan membenahi pelayanan Puskesmas untuk memastikan program Universal Health Coverage (UHC) berjalan efektif di tengah masyarakat.
Desakan itu bukan tanpa alasan. Hendry Jhon menilai, hingga kini masih banyak persoalan pelayanan kesehatan dasar yang dirasakan langsung oleh warga.
Di lapangan, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan disebut belum sepenuhnya diperkuat, sementara masyarakat masih membutuhkan akses layanan yang cepat, mudah, dan manusiawi, terutama dalam kondisi darurat.
Menurutnya sektor kesehatan tidak boleh diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai kebutuhan utama yang menyangkut keselamatan jiwa masyarakat.
“Pengadaan ambulance harus segera direalisasikan. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat justru terhambat karena minimnya sarana. Ini bukan kebutuhan tambahan, ini kebutuhan mendesak,” tegas Hendry Jhon,zJumat(10/4)
Ia menilai, keberadaan ambulance sangat vital, terutama bagi warga yang membutuhkan rujukan cepat dari Puskesmas ke rumah sakit, ibu hamil dalam kondisi darurat, korban kecelakaan, pasien lanjut usia, hingga masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki akses transportasi medis layak.
Mereka datang untuk berobat, bukan untuk dipersulit oleh fasilitas yang kurang dan pelayanan yang lamban,” ujarnya.
Tak hanya itu, Hendry Jhon juga menyinggung implementasi UHC yang menurutnya harus dibenahi agar tidak berhenti pada status kepesertaan semata. Ia menegaskan, UHC tidak cukup hanya aktif dalam sistem administrasi, tetapi harus benar-benar menjamin masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, setara, dan tanpa hambatan birokrasi yang melelahkan.
Di tengah semangat perluasan jaminan kesehatan, kata dia, yang dibutuhkan warga bukan hanya kartu aktif, melainkan pelayanan yang nyata saat dibutuhkan.
“UHC jangan hanya bagus di laporan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah bagaimana saat mereka sakit, mereka langsung dilayani dengan baik, cepat, dan tidak dipingpong ke sana kemari,” ungkapnya dengan nada tegas.
Ia ingin anggaran diarahkan pada program-program yang benar-benar menjawab persoalan lapangan, khususnya penguatan pelayanan dasar di Puskesmas, penambahan ambulance, serta peningkatan efektivitas layanan UHC.
Ia mengingatkan, pembangunan kota tidak boleh hanya diukur dari infrastruktur yang tampak megah di permukaan, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan paling mendasar.
Hendry Jhon mengatakan kbutuhan akan ambulance, pembenahan Puskesmas, dan penguatan UHC bukan lagi isu biasa, melainkan persoalan mendesak yang harus segera dijawab dengan kebijakan nyata. Ia tidak ingin pembahasan anggaran hanya berakhir menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak konkret bagi masyarakat.
Bagi Hendry Jhon, anggaran kesehatan harus dibaca dengan nurani. Sebab ketika pelayanan kesehatan lemah, yang paling terluka bukan sekadar sistem, melainkan rakyat kecil yang bergantung penuh pada kecepatan dan ketepatan pelayanan pemerintah.Rumapea/Redaksi
