Notification

×

Iklan

Iklan




Vandiko: TNI AD Bangun 30 Unit Sumur Bor di Samosir Bukti Kepedulian Kasad Maruli Simanjuntak

10 Juni 2026
Foto: Bupati Samosir Vandiko T Gultom Salami Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Saat Kunker Sekaligus Resmikan Sumur Bor di Desa Hutabulu Mejan,Kabupaten Toba,Selasa (09/06)
Samosir,DP News 

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Uli Simanjuntak Kunker sekaligus meresmikan sumur bor dan menyerahkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat di Desa Hutabulu Mejan,Kabupaten Toba,Selasa (09/06).


Kunker tersebut dihadiri Bupati Samosir Vandiko T Gultom, Bupati Toba, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Tapanuli Utara, tokoh masyarakat.


Dalam pidatonya, Maruli mengatakan TNI AD terus mengembangkan program penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur sederhana, hingga perbaikan rumah tidak layak huni.


Melalui program yang dirancang, Kasad Maruli juga membawa program bantuan bedah rumah tidak layak huni,bantuan pembangunan rumah ibadah, serta berbagai bantuan sosial lainnya kepada masyarakat.


Bagi Vandiko, kehadiran KASAD di kawasan Danau Toba bukan hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga menunjukkan bahwa pembangunan dapat hadir melalui kolaborasi berbagai pihak.


Vandiko mengungkapkan bahwa manfaat program sumur bor yang digagas Kasad telah dirasakan masyarakat Samosir.


Melalui komunikasi dan sinergi yang dibangun antara Pemkab Samosir dengan TNI AD, sebanyak 30 unit sumur bor telah dibangun. 


Program sumur bor dan program lainnya merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Vandiko.


Karena itu,bupati berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan TNI dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak program yang dapat dirasakan masyarakat Samosir, khususnya di sektor air bersih, infrastruktur dasar, dan peningkatan kualitas hidup warga.


Sosok Kasad Maruli Simanjuntak merupakan contoh nyata bahwa anak-anak Batak dapat menorehkan prestasi di tingkat nasional tanpa meninggalkan identitas budaya dan kampung halamannya.


Pesan itu dinilai relevan bagi generasi muda di kawasan Danau Toba yang kini menghadapi tantangan era globalisasi. pendidikan, karakter, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran harus berjalan beriringan Rumapea/Redaksi 



 





| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |