Pemkab Samosir sampaikan berbagai usulan pembangunan dan penguatan sarana-prasarana kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kemenkes TA 2027 dengan total nilai Rp 83,4 M.
Usulan tersebut disampaikan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom kepada Wamenkes dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Blok X-5 Kav. 4-9, Jakarta Selatan, Kamis (27/8).
Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan fasilitas pelayanan masyarakat, sekaligus mendukung kesiapsiagaan kesehatan di daerah destinasi pariwisata super prioritas.
Sejumlah usulan yang disampaikan meliputi pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Kompleks Kantor Dinas Kesehatan Parbaba; pembangunan Puskesmas Tele di Jalan Raya Tele penambahan 6 unit dental unit di 6 Puskesmas pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di 7 Puskesmas.
Selain itu, Pemkab Samosir mengusulkan pengadaan 5 unit alat pemurnian air di lima Puskesmas, empat unit ambulans Puskesmas, satu unit mobil surveilans, satu unit mobil promosi kesehatan serta satu unit mobil Public Safety Center (PSC)
Sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas, Samosir tidak hanya melayani kebutuhan kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga harus mampu memberikan dukungan layanan kesehatan kepada wisatawan yang datang.
Menurut Vandiko, keberadaan laboratorium kesehatan akan memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemeriksaan, pemantauan serta mendukung sistem kesehatan masyarakat secara lebih cepat dan terintegrasi.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR menyambut baik langkah Pemkab Samosir yang secara aktif membangun komunikasi dengan Kemenkes. Benyamin menegaskan bahwa pembangunan laboratorium kesehatan di kabupaten/kota merupakan bagian penting dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
“Sesuai dengan program Presiden di bidang kesehatan, di kabupaten/kota wajib dibangun laboratorium kesehatan sebagai penunjang layanan kesehatan yang maksimal, termasuk di Kabupaten Samosir,” kata Benyamin.
Pertemuan tersebut dihadiri, Direktur Fasilitas Mutu PKP (Pelayanan Kesehatan Primer) Roy Himawan, Katimker TIBI Triya Novita Dini, Katimker DAG Biro Perencanaan Handri Huriawan, Tim Kerja PKR Husein serta Tim Kerja Prodis Alkes. Beserta Kepala Dinas Kesehatan dr. Dina Hutapea, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Direktur RSUD Dr. Hadrianus Sinaga dr. Iwan Hartono Sihaloho,MKM, Kabid Yankes dan SDK dr. Buha M Purba,MKM.Rel Diskominfo Samosir/Rumapea/Redaksi
