Deliserdang, DP News
Pemprovsu memperkenalkan sejumlah potensi wisata dan kuliner kepada delegasi Malaysia dan Thailand yang berkunjung ke Sumut. Para delegasi IMT-GT Ministerial Meeting and Related Meetings yang digelar di Medan pada 7–10 September 2026 diperkenalkan sejumlah potensi dan kuliner khas Sumut.
Kedatangan delegasi Malaysia disambut Aspemkesra Basarin Yunus Tanjung dan Asisten Ekbang Sekdaprov Sumut Ardan Noor Hasibuan di CIP/VIP Lounge Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Kabupaten Deliserdang, Senin (7/9).
Dalam kesempatan tersebut, Basarin memberikan informasi terkini mengenai kondisi Indonesia dan Sumut. Salah satunya terkait aktivitas sejumlah gunung api yang sedang mengalami erupsi, termasuk Gunung Sinabung.
Untuk city tour,Basarin menawarkan mengunjungi Istana Maimon, Rumah Tjong A Fie, Masjid Raya, dan Museum Rahmadsyah. Atau bisa juga menikmati suasana kota lama yang disebut Kesawan.
Selain city tour di Kota Medan, para peserta IMT-GT juga dapat mengunjungi sejumlah destinasi andalan Sumut, di antaranya Danau Toba dan Berastagi.
Untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Sumut, para delegasi juga disuguhi sejumlah kue tradisional, seperti wajik, lemper, puding, hingga jambu biji. Suguhan tersebut mendapat sambutan hangat dari para delegasi, salah satunya Chief Minister of Perlis Abu Bakar bin Hamzah.
Abu Bakar melihat adanya kesamaan sejumlah kuliner yang disuguhkan dengan makanan tradisional di Malaysia, meski memiliki penyebutan yang berbeda. Ia juga mengaku ingin mengunjungi Danau Toba setelah tiba di Kota Medan.
"Rasanya tak lengkap kalau sudah sampai ke Sumut tak ke Danau Toba. Plan lainnya, bisa juga ke Berastagi," ujarnya.
Sementara itu, delegasi Thailand disambut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut Ardan Noor Hasibuan bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Sumut. Kedatangan mereka turut disambut dengan penampilan pakaian khas daerah Sumut.
Para delegasi Malaysia dan Thailand hadir di Sumut dalam rangka mengikuti rangkaian IMT-GT. Forum tersebut merupakan kerja sama ekonomi subregional yang dibentuk pada 1993 untuk mempercepat transformasi ekonomi, integrasi, dan konektivitas di wilayah geografis ketiga negara.
Kerja sama IMT-GT diresmikan oleh kepala negara dan pemerintahan ketiga negara saat itu, yakni Presiden RI Soeharto, Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad, dan Perdana Menteri Thailand Chuan.Rel/Rumapea/Redaksi
