Notification

×

Iklan

Iklan




OMC Tahap II, Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Dampak El Nino di Kawasan Danau Toba

23 September 2026
Foto: OMC Tahap II di Wilayah Sungai Toba Asahan dan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba di Terminal II BMKG Silangit,Senin (21/9) 
Samosir,DP News 

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II di Wilayah Sungai Toba Asahan dan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba di Terminal II BMKG Silangit, Senin (21/9)  melibatkan BMKG) bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I), PT INALUM serta sejumlah pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba.


OMC Tahap II dijadwalkan berlangsung selama 25 hari, mulai 21 September hingga 15 Oktober 2026, dengan sasaran operasi meliputi wilayah perairan Danau Toba dan DTA Danau Toba. Operasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi hujan guna mendukung ketersediaan air di kawasan Toba dan sekitarnya.


VP Regional II Perum Jasa Tirta I M. Luckmanul Chakim mengatakan, pelaksanaan OMC menjadi salah satu langkah menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di Indonesia dan dipengaruhi fenomena El Nino.Upaya menjaga ketersediaan air memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan pangan dan energi.


Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan prediksi kondisi iklim dan cuaca yang telah disusun BMKG. Sejak awal tahun, BMKG telah mengantisipasi adanya fenomena El Nino dengan intensitas yang cukup kuat sehingga diperlukan langkah untuk menjaga ketersediaan air, khususnya pada wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap sumber daya air Danau Toba.


Kepala Pelaksana BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk mengatakan menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi kepentingan sektor tertentu, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas masyarakat dan lingkungan di kawasan Danau Toba.


Dari sisi pengelolaan sumber daya air, Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Milfan Rantawi menyampaikan bahwa OMC , penanganan risiko bencana maupun dampak perubahan kondisi cuaca membutuhkan sinergi seluruh pihak.


Sementara itu, perwakilan manajemen PT INALUM menyampaikan bahwa ketersediaan air memiliki peran penting, baik bagi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian maupun bagi keberlangsungan kegiatan produksi dan energi. Karena itu, OMC dipandang sebagai salah satu ikhtiar bersama untuk mengoptimalkan potensi hujan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlanjutan Danau Toba.


Menurutnya, tantangan ketersediaan air tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Upaya mendatangkan hujan melalui OMC diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan air untuk berbagai sektor yang bergantung pada Danau Toba.Rumapea/Redaksi 


Melalui sinergi pemerintah daerah, BMKG, Perum Jasa Tirta I, INALUM, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan OMC diharapkan tidak hanya menjadi langkah teknis menghadapi kondisi kekeringan, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam menjaga Danau Toba sebagai sumber daya strategis yang keberlanjutannya penting bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang.Rumapea/Redaksi

| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |