Sejak 2012 Lalu,Soeratin Sosrosoegondo Sudah Diusulkan Gelar Pahlawan Nasional

Jakarta,DP News
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha agar Soeratin Sosrosoegondo dianugerahi gelar pahlawan nasional. Iriawan menyampaikan usulan tersebut dalam pidatonya menyambut HUT ke-90 yang jatuh pada hari ini, Minggu (19/4).
Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, Soeratin yang merupakan pendiri PSSI memiliki jasa besar terhadap sepak bola Indonesia. "Segala hormat dan doa kita sampaikan kepada Allah SWT untuk para pahlawan sepak bola yang telah berpulang mendahului kita, terutama almarhum Soeratin Sosrosoegondo," kata Iriawan dalam pidatonya.
"Kami akan terus berjuang, agar almarhum Bapak Soeratin bisa memperoleh anugerah sebagai pahlawan nasional, atas seluruh jasanya membuat sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa di era pergerakan menuju kemerdekaan," sambungnya.
Dikutip dari Tabloid BOLA edisi 19 April 2012, usulan agar Soeratin dianugerahi gelar pahlawan nasional sebenarnya sudah muncul sejak 2012. Djohar Arifin Husin yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PSSI mengaku sangat mengagumi sosok Soeratin Sosrosoegondo. Waktu itu, PSSI di bawah kepemimpinan Djohar berjanji akan mengusulkan kepada pemerintah agar Soeratin dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Tiga tahun sebelumnya, pada era Nurdin Halid, PSSI juga sudah mengusulkannya, tapi belum dipenuhi pemerintah. "Semangat dan perjuangan Soeratin untuk mempersatukan bangsa melalui sepak bola sungguh luar biasa. Atas apa yang dilakukannya itu untuk negeri ini, beliau pantas menjadi pahlawan nasional," kata Djohar.
Soeratin Sosrosoegondo merupakan ketua umum pertama PSSI pada masa-masa awal berdirinya organisasi tersebut. Pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1898 itu menjabat sebagai ketua umum PSSI selama 10 tahun, sejak 1930-1940. Baca juga: Semua Orang di Internal PSSI Berpeluang Gantikan Ratu Tisha, Kecuali Iwan Bule Selain ketua umum pertama, Soeratin juga merupakan salah satu tokoh pendiri PSSI. PSSI terbentuk pada 19 April 1930 setelah tokoh-tokoh dari sejumlah organisasi sepak bola Tanah Air berkumpul di Yogyakarta. Organisasi itu adalah Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), Persatuan Sepak Bola Mataram Yogyakarta (PSM), Vortendlandsche Voetbal Bond Solo (VVB), Madionsche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Magelang (IVBM), dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Soeratin yang juga memiliki gelar insinyur sipil meninggal dunia pada 1 Desember 1959.(Rd/Kompas.com)