Medan,DP News                       

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM menghadiri acara Deklarasi Damai Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 Dalam Kondisi Bencana Non-Alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Hotel Emerald Garden Jalan Kol. Yos Sudarso No 1 Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat, Rabu (30/9).

Acara yang dirangkaikan dengan sosialisasi maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 ini, digelar sebagai bentuk komitmen dan pernyataan partai politik (parpol) peserta Pilkada 2020 di wilayah Kota Medan untuk melaksanakan Pilkada Tahun 2020 dengan damai dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin guna mencegah penyebaran Covid-19.

Selain membacakan pernyataan bersama dari 2 Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, acara juga diisi dengan penandatanganan Deklarasi Damai Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020. Adapun deklarasi damai itu berisikan sikap untuk siap membina kerjasama, menjaga persatuan dan kesatuan antara sesama partai politik, tim kampanye, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

Kemudian, dalam deklarasi itu juga menyebutkan bahwa paslon berikut partai pendukung dan tim kampanye agar tidak mudah terprovokasi oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung-jawab. Lalu, menghindari fitnah, adu domba dan pencemaran nama baik sesama partai politik, tim kampanye dan massa pendukung. Di samping itu siap untuk mengedepankan musyawarah mencapai mufakat, hindari kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara partai politik, tim kampanye dan massa pendukung.

Terakhir, mendukung pemerintah untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, khususnya dalam pelaksanaan Pilkada Kota Medan Tahun 2020. Mendukung TNI/Polri dalam mengamankan Pilkada serentak Tahun 2020 dan konsisten menerapkan adaptasi kebiasaan baru yakni protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Usai pembacaan pernyataan bersama dan penandatanganan Deklarasi Bersama Pilkada Damai dilakukan, Sekda dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia hingga kini belum mampu terbebas dari belenggu pandemi Covid-19. Hal ini membuat banyak pihak yang enggan untuk turut berpartisipasi pada Pilkada mendatang karena kekhawatiran akan bisa tertular virus mematikan ini.

"Beberapa pihak malah meminta agar Pilkada serentak ditunda, menunggu hingga pandemi Covid-19 ini reda demi menghindari potensi terjadinya cluster corona akibat Pilkada. Jika Pilkada tetap digelar, mereka mengancam untuk tidak menggunakan hak pilihnya," kata Sekda.

Meskipun hak untuk memilih atau tidak memilih merupakan hak asasi setiap manusia, jelas Sekda, namun perlu kiranya dilakukan upaya lebih untuk menggerakkan nurani para pemilih. Agar para pemilih bisa memahami visi dan misi calon pemimpin pilihannya, maka mau tidak mau harus dicari cara yang inovatif agar pesan yang dikemas apik tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat. Cara-cara pengumpulan massa dalam jumlah besar sebagaimana yang lazim dilakukan sebelum pandemi Covid-19, harus bisa diganti dengan cara lain yang lebih kreatif.

"Namun jika tetap membandel dan terus saja mengumpulkan massa dalam jumlah besar, setiap harus siap-siap berhadapan dengan pihak kepolisian dan Bawaslu untuk itu saya meminta dengan sangat, agar setiap calon harus mampu mengendalikan massanya sehingga tidak sampai melanggar protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengingatkan agar masyarakat Kota Medan harus menggunakan hak suaranya. Mereka harus mengerti bahwa satu suara mereka bisa menentukan jalannya Kota Medan di masa depan.

"Sekali salah memilih atau malah tidak memilih, maka selama 5 tahun masyarakat akan terpaksa berada di bawah pimpinan seseorang yang belum tentu bisa membawa aspirasinya ke arah yang diinginkan. Namun jika pemimpin yang dipilih sesuai dengan hati nurani dan amanah dalam menjalankan tugasnya, maka itu berarti masyarakat telah berperan serta secara aktif dalam pembangunan," pesannya.

Dalam deklarasi damai ini turut pula hadir Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik, Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap,SE,MM dan unsur Forkopimda Kota Medan lainya.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DPP News          

Pemko Medan siap mendukung kelancaran dan kesuksesan Pilkada 2020 khususnya di Kota Medan. Dengan harapan, seluruh tahapan penyelenggaraan dalam rangka pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2024 tersebut dapat berjalan lancar, tertib dan kondusif meski di tengah kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang masih melanda.

Hal ini disampaikan Pjs Wali Kota Medan Ir Arif Sudarto Trinugroho MT usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Analisa Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 secara virtual di Command Center Balai Kota Medan, Rabu (30/9). Selain Pemko Medan, rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian ini juga diikuti seluruh kepala daerah baik kepala daerah definitif maupun sementara yang wilayahnya akan melangsungkan pilkada.

"Kita siap untuk menjalankan instruksi yang disampaikan terkait pelaksanaan Pilkada 2020. Apalagi saat ini, pilkada akan digelar dalam suasana pandemi Covid-19 sehingga perlu adanya perhatian dan langkah konkrit serta pedoman sehingga perhelatan Pilkada 2020 khususnya di Kota Medan tetap berjalan dengan lancar," kata Arif.

Untuk mendukung kesuksesan tersebut lanjut Arif, Pemko Medan telah dan terus melakukan koordinasi serta komunikasi dengan seluruh stakeholder terkait. Hal terpenting yang dilakukan adalah koordinasi seluruh tahapan pilkada agar dijalankan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah terjadinya peningkatan angka kasus Covid-19.

"Kami juga mendorong semua pihak untuk dapat memperhatikan dan selalu mengikuti protokol kesehatan. Sebab kita ingin, pilkada dapat berjalan lancar namun terhindar dari kemungkinan penularan dan penyebaran. Semoga kesadaran mengikuti protokol kesehatan dapat ditingkatkan agar kasus penyebaran dapat dikendalikan dan dihentikan," harapnya didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Sulaiman Harahap.

Sebelumnya, Mendagri RI Tito Karnavian menyampaikan beberapa poin terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Salah satunya yakni peran serta seluruh stakeholder daerah agar pelaksanaan pilkada berjalan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu juga diharapkan agar tidak terjadi adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta potensi penyebaran Covid-19 dalam seluruh tahapan pilkada yang saat ini memasuki masa kampanye.

"Ada beberapa tolak ukur kesuksesan pilkada yang digelar salah satunya yaitu meminimalisir kemungkinan terjadinya peningakatan angka kasus Covid-19. Kita berharap, seluruh tahapan pilkada, terutama bagi para pasangan calon (paslon) kepala daerah agar dapat dilakukan dengan langkah konkrit dan proaktif sebagai upaya menekan angka kasus penyebaran," bilang Tito.

Kepada para kepala daerah baik definitif maupun yang menjabat sementara, Tito berpesan dan mengingatkan agar bersikap netral dan tidak terlibat politik praktis dalam Pilkada. "Kami harap tidak ada kepalada daerah dan aparatur pemerintahan yang memihak terhadap salah satu paslon yang maju dalam kontestasi pilkada di daerahnya masing-masing. Jika diketahui dan terbukti terlibat, maka akan ada sanksi yang diterima," pungkasnya.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News           

Pjs Wali Kota Medan Ir Arif Sudarto Trinugroho MT berharap PT Bank Sumut dapat terus meningkatkan pelayanan sehingga semakin tumbuh dan berkembang sebagai bank pembangunan daerah (BPD) yang dipilih para nasabah di Sumut terutama Kota Medan. Apalagi dengan adanya pergantian sejumlah jajaran direksi yang diharapkan kian meningkatkan kualitas dan kapabilitas PT Bank Sumut.

Harapan ini disampaikan Arif ketika mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sumut di Command Center Medan, Rabu (30/9). Selain Arif, RUPS yang dipimpin Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah ini juga diikuti seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sumatea Utara.

 "Adanya pergantian dan perombakan di tubuh instansi dan institusi merupakan hal biasa dan pasti dilakukan sebagai bentuk penyegaran. Kami berharap, RUPS ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi PT Bank Sumut dalam meningkatkan pelayanan sehingga semakin dipercaya oleh masyarakat Sumut khususnya Kota Medan," kata Arif.

Di samping itu, Arif berpesan agar PT Bank Sumut terus melakukan penguatan internal sehingga mampu menjadi bank daerah yang sehat dan berdaya saing. "Lakukan inovasi serta senantiasa berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sehingga keberadaan dan kontribusinya dapat dirasakan," pesannya.

Kemudian, Arif pun optimis, dengan RUPS yang dilakukan, PT Bank Sumut akan semakin termotivasi untuk meningkatkan tata kelola dan manajemen perbankan. "Setiap bank daerah pasti menemukan kendala yang dihadapi. Tapi di samping itu kami berharap PT Bank Sumut dapat menunjukkan perannya dalam meningkatkan perekonomian daerah," harapnya.

Adapun RUPS PT Bank Sumut tersebut berisikan sejumlah agenda yakni Pengangkatan dan Penetapan Direktur Kepatuhan, Direktur Bisnis dan Syariah dan Direktur Pemasaran PT Bank Sumut. Lalu, Pengangkatan dan Penetapan Anggota Dewan Pengawas Syariah, Penyesuaian Fasilitas Dewan Komisaris serta Pembahasan Setoran Modal Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Triwulan I Tahun 2020.(hot/Rd)


Share Berita



Samosir,DP News

GTPP Covid-19 Samosir masih menunggu tindak lanjut swab test massal di Samosir oleh GTPP Covid-19 Pemerintah Provinsi Sumatera. Kabupaten Samosir mendapat kuota sebesar 100 orang yang dikerjakan dalam lima hari sesuai rencana. 

Rencana swab test massal ini sesungguhnya perlu untuk memetakan persebaran infeksi Covid-19 di Sumatera secara umum dan di Kabupaten Samosir secara khusus. Pemerintah menargetkan 30.000 swab test dilakukan per hari untuk mengetahui peta persebaran infeksi Covid-19. 

GTPP Covid-19 Samosir berharap ketersediaan swab test dalam jumlah banyak dapat diadakan di Kabupaten Samosir. Namun demikian, keterbatasan anggaran tidak memungkinkan untuk menyediakan hal tersebut. Secara berjenjang, Provinsi Sumatera Utara telah masuk  ke daftar prioritas penerima swab test secara nasional dikarenakan telah masuk ke dalam daerah yang tinggi kasus infeksi Covid-19 secara nasional.

Hal ini disampaikan juru bicara gugus tugas covid-19 ,Rohani bakkara dalam siaran persnya,Rabu(30/9) melaui WhatsAap.

Diterangkan,sesungguhnya, jumlah target penyediaan swab test per harinya dapat ditingkatkan di atas 30.000 per hari agar peta persebaran infeksi Covid-19 secara nasional lebih diperluas lagi sampai ke pemerintah provinsi dengan kabupaten/kotanya.

Dengan swab test massal diharapkan kepastian peta persebaran di setiap kabupaten/kota dapat digambarkan dan dilanjutkan antisipasi dengan tracing, tracking, dan treatment sekaligus dengan mitigasi yang bersegera disiapkan mengantisipasi keadaan lapangan.  

Pada dasarnya, yang perlu kita antisipasi adalah orang asymptomatic yang menjadi carrier yang menginfeksi orang-orang yang berinteraksi dengannya tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Orang rentan dengan imunitas rendah perlu kita proteksi karena jika terinfeksi, harga yang harus dibayar cukup mahal. Oleh karena itu, disiplin 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, dan menjaga jarak interaksi perlu kita tekankan bagi seluruh masyarakat Samosir untuk mencegah potensi penularan dalam kehidupan sehari-hari terutama pada kerumunan-kerumunan.

Ada beberapa hal yang perlu kita sikapi hari-hari ini. Pertama, optimalisasi pelaksanaan protokol kesehatan. Mari kita tekankan secara intensif kepada seluruh anggota keluarga untuk menghidupi protokol kesehatan sebagai kebutuhan bukan sebagai beban. Kedua, perhelatan Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Dalam perhelatan ini, mari kita bantu penyelenggara Pilkada dengan mematuhi rambu-rambu pelaksanaan sampai pada hari pelaksanaannya. Mari kita utamakan keselamatan masyarakat dengan konsisten melakukan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara Pilkada. Ketiga, kita juga perlu mensiasati perayaan hari-hari besar keagamaan pada bulan Desember 2020 s.d. Januari 2021. Tindakan antisipatif perlu kita tekankan secara berulang-ulang terutama pentingnya protokol kesehatan. 

Di samping itu, pada tanggal 7 Oktober 2020 direncanakan jenjang SD sudah mulai melaksanakan pembelajaran secara tatap muka dengan protokol kesehatan mengikuti apa yang sudah dilakukan pada jenjang SMP. Kita perlu mensiasati persiapan protokol kesehatan bagi para peserta didik SD terutama bagi para keluarga idealnya memastikan kesiapan ini agar tidak terjadi klaster baru di sekolah.

Dalam Swab Test Massal, GTPP Covid-19 Samosir mengajak kita semua untuk mempersiapkan diri bila diadakan Swab Test Massal dan dampak-dampak penyertanya. Kita tetap berpegang pada prinsip bahwa kita dapat melawan Covid-19, infeksi Covid-19 dapat sembuh, selalu berupaya menghidupi protokol kesehatan, dan juga senantiasa meningkatkan imunitas tubuh serta menjaga para lansia dan penderita penyakit bawaan.

Mari kita tunggu swab test massal sambil mendisiplinkan diri untuk melakukan protokol kesehatan agar tetap produktif dan aman dari Covid-19.( ML/r)

Data Perkembangan Covid-19, Rabu (30/9)

Nasional

Konfirmasi : 4.284 orang (287.008)

Sembuh : 4.510 orang (214.947)

Meninggal Dunia: 139 orang (10.740)

Provinsi Sumatera Utara

Konfirmasi : 102 orang (10.313)

Sembuh : 170 orang (6.974) 

Meninggal Dunia : 4 orang (429)

Kabupaten Samosir

Suspek : Nihil

Konfirmasi : 1 orang

Sembuh : 1 orang 

Meninggal Dunia : 1 orang


Share Berita

 

Medan,DP News            

Percepatan penanganan Corona Virus Diseases 2019 (Covid 19) menjadi salah satu agenda Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT selama melaksanakan tugasnya di Pemko Medan. Keseriusan Pjs Wali Kota Medan ini dibuktikan melalui Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Covid 19 di Posko Gugus Tugas Gedung PKK Jalan Rotan Proyek Medan, Rabu (30/9).

Rapat ini diadakan guna mengevaluasi kinerja Pemko Medan selama ini khususnya dalam upaya penanganan wabah virus Corona dan pemulihan ekonomi dampak pandemi serta menyusun rencana aksi sebagai langkah konkret Pemko Medan melalui Gugus Tugas dalam menangani Covid 19 dari segala aspek.

Pjs Wali Kota mengakui langkah Pemko Medan menerbitkan dua Peraturan Wali Kota (Perwal) yakni Perwal No 11/2020 dan Perwal No 27/2020 sudah cukup baik dan bahkan terbaik se kabupaten/kota se Sumatera Utara. "Didalam kedua Perwal tersebut diatur dengan detail semua aspek yang harus ditangani dan ditaati  masyarakat. Sekarang apakah selama ini sudah dilaksanakan atau belum, jika sudah apakah sudah berjalan maksimal? Ini yang kita evaluasi dan ke depan melalui rencana aksi kita akan lebih tekankan implementasinya kepada warga Kota Medan agar patuh terhadap peraturan ini," ujar Arief.

Kemudian, Pjs Wali Kota Medan juga mengatakan, Pemko Medan juga telah mengadakan sistem informasi untuk Covid 19 berikut dengan instruksinya. "Sistem informasi Covid 19 ini berguna untuk simpul informasi bagi kita semua baik pemerintah maupun masyarakat sehingga data mengenai Covid 19 dapat diterima masyarakat dengan jelas. Untuk ini, perlu adanya koordinasi yang kuat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait baik dari sektor kesehatan, penanggulangan bencananya dan sosial ekonomi. Misi kita ke depan harus sudah pada tahap pengendalian wabah artinya kita harus mampu menekan angka positif dan meningkatkan angka kesembuhan serta pengobatan untuk menekan angka kematian. Tentunya ini harus disusun langkah-langkah strategisnya," papar Arief.

Arief merencanakan besok (hari ini) Kamis (1/10) dirinya akan kembali melakukan rapat evaluasi khusus dengan para Camat dan Lurah se Kota Medan selaku garda terdepan penanganan Covid 19 di wilayah. "Hari ini masih dari sisi OPD terkait, esok kita akan lakukan rapat serupa dengan pihak kecamatan dan kelurahan sebagai ujung tombak penanganan Covid 19. Dari rapat besok kita akan paham apa yang harus dilakukan pada tingkatan ini. Misalnya jika belum ada gugus tugas kecamatan segera akan kita bentuk, itu semua untuk percepatan penanganan wabah ini," ucapnya.

Terkait dengan dampak sosial, mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan tersebut mengatakan pada Perwal No 27/2020 juga tidak dilarang dalam melakukan usaha selama pandemi, namun, tambah Arief, para pelaku usaha khususnya restoran, atau tempat-tempat yang berpotensi mengumpulkan orang banyak juga harus paham akan protokol kesehatan.

"Jangan sampai dari restoran, kafe, tempat nongkrong dan lain sebagainya malah akan menciptakan cluster-cluster baru penyebaran Covid 19. Disini saya dan Pemko Medan ke depan akan lebih disiplin dalam penegakan hukum dan perwalnya. Pemko Medan melalui Satpol PP akan terus memantau setiap tempat makan yang tidak menaati protokol kesehatan terutama mengenai jaga jarak. Kita akan tindak tegas mulai dari pengurangan jumlah meja dan kursi yang tersedia di tempat hingga penutupan lokasi yang menyalahi aturan," tegas Arief.

Terakhir, Pjs Wali Kota Medan berpesan kepada seluruh warga Kota Medan untuk tidak abai dan tetap berdisiplin diri mematuhi protokol kesehatan. Karena, menurutnya, pandemi ini nyata dan tidak tahu kapan akan berakhir. "Saya paham sekali bahwa kita sudah pada titik kebosanan. Pada awal terjadinya pandemi kita semua sangat mawas diri namun belakangan mulai abai dan tidak mengindahkan protokol kesehatan. Melalui ini saya kembali mengajak dan mengetuk pintu hati masyarakat untuk selalu taat dengan protokol kesehatan demi kepentingan dan kesehatan kita bersama," pungkasnya.

Rapat evaluasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, MM para Asisten Sekretariat Daerah Kota Medan serta Pimpinan OPD dan Para Kepala Bagian di Lingkungan Setdako Medan.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                       

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas program ketahanan pangan Kamtibmas yang dipelopori Petani Kota Kamtibmas Baharkam Polri. Sebab, menurut Pjs Wali Kota Medan, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan khususnya di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Apresiasi ini disampaikan Pjs Wali Kota Medan usai menghadiri acara penyerahan bansos oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andrianto kepada kelompok masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lokasi ketahanan pangan di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan, Selasa (29/9).

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, Pjs Wali Kota Medan bersama dengan Kabaharkam Mabes Polri, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah MA MSc dan sejumlah pejabat lainnya turut melakukan pelepasan bibit ikan.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dan Pangdam I/BB, Mayjen TNI Irwansyah ini, Pjs Wali Kota Medan mengatakan dimasa pandemi Covid-19 saat ini dan ditambah kemarau panjang yang di prediksi akan terjadi di tahun depan, maka perlu kiranya memperkuat ketahanan pangan sebagai perlindungan dalam menghadapi situasi terburuk yang mungkin.

"Saat ini masing-masing negara sudah memproteksi diri. Begitu juga dengan kita, jangan sampai kita kekurangan pangan, jadi ini salah satu langkah yang patut kita apresiasi agar kita bisa mandiri di bidang pangan,” kata Pjs Wali Kota Medan yang hadir didampingi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan M Husni dan Camat Medan Marelan M Yunus.

Sebelumnya Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan kehadiranya ke Kota Medan Provinsi Sumatera Utara  untuk meninjau ketahanan pangan yang ada di masyarakat. Dirinya berharap kedepannya masyarakat kota Medan dapat memanfaatkan lahan kosong yang ada sebagai wadah menunjang ketahanan pangan.

"Mudahan-mudahan kawasan ini tidak hanya menjadi tempat pembuangan sampah saja tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan, saya juga berharap masyarakat mau memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk menanam berbagai sayuran dan budidaya ikan guna menunjang ketahanan pangan kita,” harap Agus.(hot/Rd)


Share Berita

Samosir,DP News

GTTP Covid-19 Samosir menginformasikan akan melakukan operasi yustisi mendukung apa yang telah dilakukan oleh TNI/Polri bagi masyarakat Samosir secara umum. Harapannya, gerakan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, dan menjaga jarak interaksi telah menjadi gaya hidup dan bila diadakan operasi yustisi merupakan pengawasan yang terus menerus untuk tetap meningkatkan disiplin masyarakat.

Lebih kurang tiga atau empat bulan ke depan, diperkirakan vaksin sudah tersedia untuk menghentikan daya infeksi Covid-19 di tanah air. Namun dalam kurun waktu itu, kita perlu mendisiplinkan diri dari rumah yaitu anggota keluarga untuk mematuhi protokol kesehatan ketika keluar dari rumah untuk beraktivitas agar produktif dan aman dari Covid-19.

Hal ini disampaikan juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Rohani Bakara,Selasa (29/9).

Lebih lanjut,GTPP Covid-19 Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat Samosir untuk tetap mempraktikkan gerakan 3M setiap saat secara berulang untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan dalam keadaan normal baru. Mari kita bangun optimisme dengan nilai-nilai budaya yang ada Samosir agar gerakan 3M ini dapat dilakukan secara masif dan sistematis. 

Dalam bulan pendisiplinan ini, kita berharap tindak pelanggaran tidak tinggi dan cenderung menurun hingga menjadi nihil. Tentu saja, ini membutuhkan upaya cerdas dan kerja keras selama pandemi tanpa pernah berhenti berpikir untuk kebaikan-kebaikan masyarakat secara umum dan dapat dilaksanakan dan realistis untuk kondisi masyarakat Samosir.

Diterangkan,secara umum, melalui media daring dan luring, sesungguhnya kita telah melihat pelaksanaan pelanggaran protokol kesehatan dan sanksi-sanksi yang menyertainya di daerah-daerah lain. Oleh karena itu, ada baiknya kita membangun kesadaran penuh untuk melakukan protokol kesehatan dari hati, sikap, dan perilaku hidup sehari-hari sehingga sebelum pendisiplinan kita sudah terbentuk dari disiplin diri yang tinggi. 

Mari tingkatkan disiplin diri dalam bulan disiplin yang ditetapkan di Samosir untuk mendukung dan memberhasilkan upaya kita melindungi masyarakat dan penguatan ekonomi daerah dengan tetap produktif dan aman dari Covid-19. Kita akan berhasil melewati masa-masa sulit ini dalam kebersamaan yang solid dalam tindakan nyata di lapangan. (ML/r).

 Data Perkembangan Covid-19, Selasa (29/9)

Nasional

Konfirmasi : 4.002 orang (282.724)

Sembuh : 3.567 orang (210.437)

Meninggal Dunia: 128 orang (10.610)

Provinsi Sumatera Utara

Konfirmasi : 88 orang (10.211)

Sembuh : 186 orang (6.804) 

Meninggal Dunia : 2 orang (425)

Kabupaten Samosir

Suspek : Nihil

Konfirmasi : 1 orang

Sembuh : 1 orang 

Meninggal Dunia : 1 orang


Share Berita

Deli Serdang,DP News                       

Pjs Wali Kota Medan, Ir Arif Sudarto Trinugroho MT sangat mendukung dan mengapresiasi kehadiran Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah di Kawasan Industri Medan (KIM) 4. Sebab, kehadiran  fasilitas ini bertujuan untuk mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) baik padat maupun cair.  Diharapkan, kehadiran fasilitas ini nantinya mampu mengatasi persoalan limbah B3 di Kota Medan.

“Paling tidak sebagian wilayah KIM yang masuk Kota Medan dapat memproses dan mengelolah limbah B3, termasuk sampah dan limbah medis di Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah di KIM 4,” kata Pjs Wali Kota ketika mendampingi Gubsu Edy Rahmayadi di acara Groundbreaking Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah di Wisma KIM Jalan Pulau Batam, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Selasa (29/9).

Didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Khairul Syahnan, Kadis Lingkungan Hidup Syarif Armansyah Lubis dan Kadis Perdagangan Damikrot Harahap, Pjs Wali Kota Medan selanjutnya menerangkan, menyusul pandemi Covid-19 mengakibatkan sampah medis dari rumah sakit di Kota Medan sangat banyak. Oleh karenanya Pjs Wali kota berharap sampah-sampah medis tersebut dapat diproses dan dikelola di Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah di KIM 4.

Mengingat sangat pentingnya kehadiran Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah, Pjs Wali Kota berharap agar lahannya yang saat ini seluas sekitar 5 hektar dapat ditambah lagi. “Semoga Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah dapat dikembangkan lebih luas lagi sehingga kapasitasnya dalam mengelolah limbah dan sampah dapat lebih besar lagi,” harapnya.

Sementara itu Gubsu Edy Rahmayadi dalam sambutanya, ingin kehadiran Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah dapat mengatasi persoalan limbah di Sumut. Selain limbah ungkap Gubsu, persoalan sampah juga masih menjadi masalah di Sumut. Dikatakannya, Sumut memiliki lahan yang luas untuk pengelolaan sampah.

“Saat ini kita sedang mendata dan merencanakan pembuatan tempat pengelolaan sampah. Tempat pengelolaan sampah ini nantinya akan menjadi penghasil energi kelistrikan. Saat ini kita masih fokus pengelolaan limbah, setelah itu baru pengelolaan sampah dan Pemprov Sumut siap mendukungnya,” tegas Gubsu.

Sebelumnya, Plt Dirut PT. KIM Adler Manarissan Siahaan dalam laporannya menjelaskan, Sumut harus berbangga hati karena menjadi provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang memiliki instalasi Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah di KIM 4 dengan lahan seluas sekitar 5 hektar. Nantinya fasilitas ini akan mengelolah limbah dan sampah yang ada di Kota Medan dan Deli Serdang.

Menurut Adler, fasilitas ini nantinya akan melakukan berbagai kegiatan pengelolaan limbah B3 yang di dalamnya ada kegiatan daur ulang dan pemanfaatan limbah industri baik padat maupun cair. Adler menambahkan, fasilitas ini akan menampung limbah dari 43 industri berskala besar yang ada di KIM, termasuk limbah medis dari berbagai rumah sakit di Sumut bahkan dari Riau dan Sumatera Barat.

“Limbah industri baik padat dan cair yang bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan akan memanfaatkan fasilitas ini, sehingga tidak perlu lagi mengirimkannya ke Jawa Barat seperti yang selama ini dilakukan. Tentunya ini akan mengurangi biaya operasional sekaligus meminimalisir pencemaran industri di Sumut. Dengan begitu Sumut akan menjadi daerah tujuan investasi yang menarik bagi investor,” jelas Adler.  

Acara Groundbreaking dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan, para tamu undangan  yang menghadiri kegiatan tersebut diharuskan mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya dengan thermogun. Bahkan, tamu yang belum pernah mengikuti Rapid Test diminta untuk mengikuti Rapid Test. Disamping itu, ruangan acara terbatas hanya untuk 50 undangan. Groundbreaking ditandai dengan penandatanganan prasasti Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah dan penyerahan cenderamata kepada Gubsu.(Hot/Rd)


Share Berita

 Sibolangit,DP News

Pelaksanaan Rapat Kerja (raker) DPRD Medan yang berlangsung di The Hill Hotel & Resort Sibolangit Deli Serdang, Minggu – Selasa (27-29 Septemberr) berhasil merumuskan sejumlah agenda kegiatan yang akan segera diparipurnakan sebagai acuan kerja di Tahun 2021 mendatang. Rumusan agenda itu diyakini dalam peningkatan tugas pokok fungsi DPRD Medan sebagai pengawasan, anggaran dan legislasi.

Ketua DPRD Medan Hasyim SE saat menutup pelaksanaan Raker menyampaikan, anggota dewan telah dibekali wawasan dan penguatan fungsi dewan. Dimana dengan menghadirkan nara sumber, anggota dewan berdasarkan PP No 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah harus dapat menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah soal layanan informasi,Selasa(29/9)

Layanan itu tentunya kata Hasyim akan menjamin konsistensi perencanaan dan penganggaran. Selain itu, anggota dewan juga telah mengikuti simulasi input Pokkir pada aplikasi SIPD.

Pada kesempatan itu, Hasyim berharap kepada Pemko Medan agar segera menindaklanjuti aplikasi SIPD guna mendukung kinerja dewan ke depan nya.

Ditambahkan Hasyim, dalam pelaksanaan Raker, anggota dewan juga dibekali sistem pengawasan dalam percepatan penanganan Covid 19. Termasuk prioritas penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan Covid 19. “Mengeluarkan kebijakan untuk pemulihan ekonomi akibat dampak Covid 19 serta lebih tegas dalam penerapan protokol kesehatan di masa pandemi,” urai Hasyim.

Sedangkan masalah proses pengadaan barang dan jasa pemerintah harus tetap memperhatikan peraturan yang dikeluarkan oleh LKPP dengan mendorong Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan BPKP dalam melaksanakan pengawalan.

Hasyim mengungkapkan bahwa ketika berada dalam sistem, maka dituntut untuk bisa bekerja secara sistematis sesuai dengan ritme yang ada didalam sistem tersebut.

“Jika kita mencoba untuk keluar dari sistem yang telah ada, maka bisa terjadi kekacauan dan malfungsi. Disini kita dituntut untuk belajar menerima keputusan rapat yang telah dilaksanakan atas dasar musyawarah dan mufakat. Melalui musyawarah akan menghasilkan keputusan yang lebih baik sehingga akan lebih banyak ide, gagasan, pemikiran dan inovasi,” paparnya.

Sementara itu, Plt. Sekwan Kota Medan, Hj. Alida, SH, M.Hum mengatakan bahwa Rapat Kerja DPRD Kota Medan kali ini menghadirkan sejumlah narasumber sebagai pemberi materi dalam rapat kerja tersebut.

“Narsum nya Kepala Perwakilan BPKP Sumut, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Kementrian Sosial RI,” kata Alida.

“Hasil kesepakatan Rencana Kerja DPRD Kota Medan akan ditetapkan dalam rapat Paripurna, untuk selanjutnya dilakukan sinkronisasi oleh Sekretariat DPRD Kota Medan,” tutup Alida.

Diketahui, raker berlangsung 3 hari mulai Minggu – Selasa )= yang dihadiri seluruh anggota DPRD Medan. Rapat kerja dipandu Ketua DPRD Medan Hasyim SE didampingi Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan HT Bahrumsyah.(Rd)


 

Share Berita

Jakarta,DP News

Menanggulangi penyebaran virus COVID-19, Dewan Pers memfasilitasi tes swab PCR (Swab Polymerase Chain Reaction) untuk 100 wartawan dan pekerja pers.

Penanggulangan pandemi COVID-19 sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam melakukan komunikasi massa.  Wartawan terdepan penanggulangan pandemi melalui pemberitaan perkembangan pandemi dan menyebarkan informasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

Namun, wartawan, khususnya yang berada di lapangan, sangat berisiko terpapar COVID-19. Dalam rangka melindungi dan meringankan beban para wartawan, Dewan Pers akan terus berupaya melaksanakan tes swab PCR untuk para wartawan,”papar Ketua Komisi Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers Agus Sudibyo, di Hall Gedung Dewan Pers di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (28/09/2020).

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan kerjasama Dewan Pers, Karawaci Tbk.dan RS Pusat Pertamina.

'Terima kasih kepada Lippo Karawaci Tbk dan RS Pusat Pertamina sudah menunjukkan kepedulian yang tinggi. Semoga menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan yang lain,” kata Agus.

Sementara itu, CEO Lippo Karawaci Tbk. John Riady, menyampaikan pihaknya sangat mendukung dan  menyambut baik kegiatan tes swab PCR untuk insan media.

"Kami menyambut baik kemitraan dengan Dewan Pers dalam mendukung kerja segenap insan pers nasional di tengah pandemi. Layanan tes swab polymerase chain reaction (PCR) kepada segenap insan media ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung penanggulangan COVID-19 serta dalam rangka memberikan perlindungan bagi para pekerja yang masih harus bekerja di garda terdepan.”

"Dalam kesempatan ini, kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh wartawan di Indonesia atas dedikasi dan kontribusinya di masa sulit seperti sekarang ini. Kami menghargai peran penting media yang senantiasa menyampaikan informasi dan wawasan kepada publik mengenai upaya bersama dalam memerangi COVID-19,” ujar John Riady.

Direktur RSPP, Dr. Syamsul Bahri, MPH. menyampaikan terimakasih atas terlaksananya kegiatan PCR test untuk wartawan yang kedua kalinya. Saat ini semakin bertambah banyak penderita  terkonfirmasi positif tetapi tanpa gejala. Hal penting yang perlu dilakukan adalah upaya pencegahan dengan melakukan skrining bagi orang-orang yang mempunyai resiko tertular Covid-19.

Sebagai salah satu upaya antisipasi RS Pusat Pertamina saat ini telah menyiapkan fasilitas pemeriksaan PCR untuk diagnostik serta penyiapan fasilitas  Perawatan Khusus pasien Covid-19 di Simprug.

"Pekerja media merupakan profesi yang rentan dengan faktor resiko tertular.Untuk itu kitamelakukan  pemeriksaan Swab PCR dengan dukungan Dewan Pers serta PT. Lippo Karawaci Tbk,  ” ujar Dr. Syamsul Bahri.(rel/Rd)


Share Berita

 

Medan,DP News

Sesuai tahapan jadwal Pikda 2020,Sabtu(26/9) merupakan hari pertama kampanye dan masing-masing pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan ditandai dengan deklarasi dukungan.

Dikutip daari CCNIndonesianmenyebutkan,kubu Bobby Nasution-Aulia Rachman mengaku telah melanggar protokol kesehatan dan aturan Pilkada Serentak 2020 di hari pertama masa kampanye, Sabtu (26/9). Pendukung membludak saat acara deklarasi dukungan.

Diketahui, Bobby Nasution adalah menantu Presiden Joko Widodo. Dia bersama Aulia mendapat nomor urut 2 di Pilkada Medan.Pada acara Deklarasi Dukungan Sedulur Bobby - Aulia di Coffee D'kedan, begitu banyak pendukung yang hadir. Ruangan penuh sesak.

Meski menggunakan masker, namun para pendukung tak terlihat menjaga jarak. Mereka duduk saling berdekatan satu sama lain. Di acara itu juga menampilkan tarian khas Jawa.

"Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kita Rahmat untuk berkumpul di sini dalam kondisi sehat. Ini kalau kita lihat sudah melanggar protap Covid-19 ini," kata Aulia di lokasi acara, Sabtu(26/9).

Usai acara, Aulia mengaku di hadapan wartawan bahwa protokol kesehatan pencegahan virus corona telah dilanggar. Akan tetapi, dia berdalih Dinas Kesehatan masih kurang memberi sosialisasi kepada masyarakat.

"Kalau kita lihat protokol kesehatan sudah kita anjurkan tadi. Tapi memang animo masyarakat, kita susah. Saya sering menyampaikan, tolong dinas kesehatan itu mengedukasikan tentang Covid ini," katanya.

Di Pilkada Medan, Bobby Nasution-Aulia Rachman mendapat nomor urut 2. Mereka berhadapan dengan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. Akhyar adalah calon petahana yang kini masih menjabat Plt Wali Kota Medan.

Sementaara itu, Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri acara Deklarasi RASA (Relawan Akhyar Salman Alfarisi di Cafe Roda Tiga Jalan Sei Serayu Medan, Sabtu (26/9). Di hari pertama kampanye ini Akhyar bersama para pendukungnya tampak tak mengindahkan protokol penanganan Covid-19.

Para relawan tampak tidak menjaga jarak yang aman yakni 1 meter dari satu orang dengan orang lain. Namun begitu, mereka tetap mengenakan masker dan acara tetap berlangsung tertib.

Usai acara, Akhyar bersama para relawan nyanyi bareng. Mereka kemudian menurunkan masker yang tadinya dikenakan. Akhyar juga meladeni poto bersama para pendukungnya di acara itu.

Di acara yang dihadiri para alumni SMAN 3 itu, Akhyar yang mengenakan kemeja putih menyampaikan banyak hal yang sudah ia kerjakan selama menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan.

"Banyak hal yang sudah kami kerjakan dan banyak hal yang harus kami kerjakan kembali. Jadi tidak ada pekerjaan yang sempurna. Hari ini seluruh keluarga besar alumni SMAN 3 Medan telah menyatakan tekadnya untuk mendukung Akhyar," ungkapnya.

Dalam acara itu, Akhyar juga menyinggung soal genangan air yang kerap terjadi di Kota Medan. Dia mengaku penanganan genangan air di Medan sudah dipetakan. Setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri, tentu penanganannya juga berbeda.

"Contoh di Marelan yang diapit Sungai Deli dan Sungai Badera. Jadi rencana kami nanti penanganannya itu di Marelan kita buat folder-folder beberapa titik, kita bangun kolam, kemudian dipompa ke Sungai Deli. Jadi sungai di Medan ini yang pernah dinormalisasi hanya Sungai Deli, itupun sudah 40 tahun yang lalu," urainya.

Menurut Akhyar, permasalahan banjir di Medan bukan hanya masalah tekhnis semata. Sebab di sepanjang pinggiran sungai juga harus dipikirkan kondisi sosialnya.

"Tapi ternyata problemnya tidak hanya masalah teknis semata. Karena di sepanjang sungai itu kondisi sosialnya tidak segampang mendebatkannya. Tapi harus dicari solusi dengan kearifan kita sendiri. Jadi tidak sesederhana mendiskusikannya. Karakteristik ini yang harus dipahami," terang Akhyar.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panwaslu Medan Sunggal Bintang Tri Pamuji mengatakan acara yang digelar Akhyar bersama para pendukungnya itu tidak ada pelanggaran, terutama dalam hal protokol kesehatan Covid-19.

"Pelanggaran belum ada untuk kegiatan hari ini di sini. Untuk keramaian dan kapasitas ruangan memang disesuaikan dengan panitia. Sebelum kegiatan maksimal itu 50 peserta undangan," dalihnya.

"Kalau pun ada pelanggaran protokol Covid-19, dari Bawaslu tidak bisa langsung melakukan penindakan. Tapi kita usulkan saran perbaikan agar ke depannya tidak terulang lagi," ucapnya.

Terpisah, Tokoh Muhammadiyah, Syamsir Alam, yakin Akhyar - Salman menang Pilkada Medan meski hanya diusung Partai Demokrat dan PKS. Sebab kedua partai ini cukup solid.

"Walau cuma diusung dua partai tapi saya tetap yakin pasangan ini akan menang. Keuntungan ini juga harus kita sampaikan. Apalagi saya banyak ngobrol dengan mahasiswa dan tokoh agama, Akhyar ini mau jadi wali kota benar gak? Kalau mau jadi wali kota yang benar Insya Allah kita akan beri solusinya," ujarnya.

Diketahui, Akhyar Nasution berpasangan dengan Salman Alfarisi maju Pilkada Medan. Pasangan nomor urut 1 ini hanya diusung Partai Demokrat dan PKS.

Mereka akan melawan Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman yang mendapat nomor urut 2. Bobby - Aulia diusung 8 partai politik antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.(CNNIndonesia/Rd)

 

 

 

Share Berita

 

Banten,DP News

Efektif dan masif itulah salah satu kelebihan menggunakan media mainstream berbasis digital (media siber) dalam melakukan sosialisasi program dalam mengahadapi Pilkada.

Dari data yang ada pemilik gawai mencapai 60 hingga 70 persen warga Indonesia membuat media siber lebih efektif dan masif dalam menyampaikan pesan.

"Keberadaan media siber, terkait sosialisasi menghadapi Pemilihan Kepala Daerah sangat efektif termasuk untuk mensosialisasikan berbagai program pemerintahan, Media siber juga kami anggap mitra penting dan tentu dibina dengan baik. Tak kurang 72 media siber di daerah kami yang bekerja sama dengan Pemkab dalam rangka memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” papar Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, saat menjadi pembicara diskusi dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Hotel Marbella, Serang, Banten, Sabtu (29/9).

Dodi mengaku saat kampanye baik untuk menjadi anggota DPR RI ataupun  saat Pilkada Bupati Musi Banyuasin dirinya memanfaatkan media siber untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya.

"Hasilnya sangat efektif saat hendak menjadi anggota DPR RI saya mendapatkan suara terbanyak ketiga se-Indonesia di bawah Mbak Puan dan Mas Ibas.  Dan media siber juga membantu saya untuk terpilih menjadi Bupati Musi Banyuasin,” jelas putra mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ini.

Lebih jauh pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumsel ini menjelaskan jika media siber memiliki beberapa keunggulan dibanding media konvensional terutama dalam hal kecepatan menyampaikan informasi.

Selain itu menurut Dodi keunggulan lain media dengan jumlah “Bicara politik adalah penetrasi, dan media siber sangat luar biasa karena bisa masuk langsung ke ruang privat  sehingga tak bisa ditandingi media manapun,” papar Dodi.

Selain itu lanjut Dodi, media siber juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan termasuk para pengurus partai untuk melihat rekam jejak orang yang akan dipilih atau diusungnya.

"Di media siber footprint atau jejak digital seseorang akan mudah terlihat karena sulit dihapus. Hal ini lah yang membuat media siber sangat efektif untuk menyaring mereka yang akan dijadikan pemimpin.” jelas Dodi.

Namun begitu Dodi mengingatkan dengan kekuatan tersebut membuat media siber  sangat rentan disalahgunakan termasuk untuk mendiskreditkan salah satu paslon dalam Pilkada.  Untuk itu Dodi berharap agar para pengelola media siber harus memiliki etika dengan tidak menyebarkan hoaks serta tetap adil dan objektif terhadap semua paslon walaupun tidak bekerjasama dengan medianya.

"Yang paling utama adalah pengelola siber tidak menjadi timses dan tetap adil dan objektif dan tidak melakukan black campaign,”pungkas Dodi (Rel/Rd)

 

 

 

 

 

Share Berita



Medan,DP News

Anggota DPRD Medan dari Dapil 1 Antonius Devolis Tumanggor,S.Sos hadiri pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Padre Pio periode 2020-2025 yang dilaksanakan di Biara Kapusin Helvetia, Jalan Beringin 3 Medan Helvetia, Sabtu (27/9).Para pengurus DPP dan DPS diperkenalkan Darwin Manalu saat menyampaikan kata sambutannya.

Kehadiran Antonius Tumanggor yang juga merupakan politisi dari Partai NasDem Kota Medan ini selain menghadiri acara pelantikan DPP Santo Padre Pio juga sekaligus bersilahturahmi dengan seluruh pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Pastora Stasi (DPS) dan Dewan Pastoral Lingkungan (DPL) yang ada  Medan Helvetia.

Dalam sambutannya, Antonius Tumanggor,S.Sos mengucapkan selamat kepada seluruh DPP Santo Padre Pio yang barusan dilantik periode 2020 – 2025. Ucapan selamat juga disampaikan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sumut Tuahman Purba dan Mangindar Marpaung,anggota DPRD Deliserdang dari Partai Gerindra.

”Semoga seluruh pengurus yang telah dilantik dapat membawa perubahan baru dan menjadi berkat bagi seluruh anggota dan jemaat Katolik. Pikullah Salib Tuhan, agar apa yang kita kerjakan dapat menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya.

Selaku wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Medan dari Dapil I yang juga beragama Katolik, kehadiran Antonius Devolis Tumanggor,S.Sos sekaligus menyampaikan program yang bisa dibawanya untuk menampung aspirasi masyarakat di Helvetia.Maklum sebelum duduk menjadi anggota DPRD Medan, Antonius Tumanggor sudah sangat dekat dengan para pengurus mulai tingkat paroki,stasi dan lingkungan gereja Katolik.

Pada kesempatan itu juga berterimakasih kepada Pastor Benno dari ke Vikepan Keuskupan, Pastor Fio Sipayung, Pastor Anselmus Mahulae dan Pastor Albinus Ginting yang telah membawa dirinya hingga dapat duduk menjadi anggota DPRD Kota Medan periode 2019 – 2024.

”Tanpa doa dan dukungan dari Pastor ,suster dan umat Katolik,saya mungkin tidak bisa duduk di DPRD Kota Medan sebagai perwakilan warga Katolik. Karena itulah, saya tidak akan melupakan jasa Pastor, para Suster dan bapak serta Ibu dan saudara sekalian,” tuturnya.

Di kesempatan itu juga, Antonius Tumanggor mengajak agar warga Katolik yang ada di Medan Helvetia untuk tetap menjaga kesehatan ditengah pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir. Dampak dari kondisi pandemi COVID-19 tersebut, tambah Antonius telah menyebabkan banyaknya terkendala program kerja partai juga  dirinya selaku wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah dan Medan Baru ini.

“Walaupun demikian, saya tetap berupaya untuk memperjuangkan aspirasi warga Dapil 1 khususnya di Medan Helvetia, sehingga tahun ini,sejumlah jalan dan gang yang telah perjuangkan mudah-mudahan segera direalisasikan Dinas PU Kota Medan.Seperti jalan menuju Gereja Katolik Sukadono ,direncanakan mingguan depan akan diaspal dan sebelumnya sudah tahap pengerasan.Hal seperti inilah yang kita perjuangkan sesuai dengan aspirasi umat,ujar Antonius yang dikenal sapaan 'ATR' yang disambut tepuk tangan meriah dari 300-an pengurus dan umat di acara pelantikan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Antonius selaku wakil rakyat dari dari Dapil I tersebut mengajak seluruh warga Katolik di Kecamatan Medan Helvetia jangan lupa menyukseskan pesta demokrasi yakni Pilkada Kota Medan 9 Desember 2020 mendatang.

Antonius mengajak agar seluruh umat Katolik dapat memilih calon pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dan mampu membawa anggaran pembangunan dari pusat. Apabila anggaran Kota Medan semakin besar dengan ditopang dana pusat maka pembagunan di Kota Medan akan maju dengan pemimpin yang jujur, dan bertanggungjawab. Bukan pemimpin yang hanya duduk untuk mengejar proyek tanpa berfikir bagaimana masyarakatnya maju.

”Sehingga, ayo kita buat perubahan bagi kota Medan dengan memilih calon pemimpin yang berkualitas dan memiliki visi dan misi yang jelas yaitu, calon Nomor Dua (2). Jangan salah pilih, agar kota Medan dapat berubah menjadi lebih baik dan ini akan terbukti,”pesan Antonius Tumanggor.

Selaku Ketua Tim Pemenangan Bobby – Aulia dari Partai NasDem Medan juga Sopo Restorasi yang diketuai Nelson Nababan, bersama tim  tetap akan membantu aspirasi seluruh warga di Dapil I Kota Medan sehingga permasalahan masyarakat menyangkut pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya dapat terbantu sebagaimana kemampuan dari seluruh tim di Sopo Restorasi dan Partai NasDem. (Rd)

Share Berita

Samosir,DP News

GTPP Covid-19 Samosir menegaskan tugas utama kita adalah menjaga yang sehat, mencegah infeksi, dan siapkan mitigasi.Tiga hal ini, tentu saja, didasarkan pada protokol kesehatan: jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun (hand sanitizer), jaga jarak interaksi, dan hindari kerumunan jika tidak perlu.

Hingga saat ini, kita tetap bersyukur Samosir masih bebas dari penularan Covid-19 secara masif namun demikian, kita tetap berupaya untuk menjaga yang sehat, mencegah infeksi, dan siapkan mitigasi manakala terjadi infeksi secara masif. 

Harapannya, kita tetap dapat mencegah dan menangani Covid-19 dengan baik yang mana masyarakat sehat dan bebas infeksi dan perekonomian berjalan seperti biasa.

Kita seharusnya memberi penekanan pada penjagaan anak-anak, para lansia, dan para penderita penyakit bawaan. Penekanan ini dimaksudkan agar mereka terhindar dari infeksi Covid-19 sedapat mungkin dan, jika terinfeksi, mereka sangat rentan karena imunitas tubuh yang tidak begitu tinggi.

Di rumah kita masing-masing, mari benar-benar jaga anak-anak, para lansia, dan penderita penyakit bawaan. Biarlah mereka lebih banyak beraktivitas di sekitar rumah dan jangan diikutkan dalam kerumunan-kerumunan dan jika pun harus, mari perlengkapi mereka dengan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten.

Hal ini disampaikan juru bicara Gugus Tugas Covid-19  Rohani Bakara kepada wartawan lewat WA,Minggu(27/9).

Dijelaskan,upaya jaga yang sehat dan cegah infeksi, untuk saat ini, hanya dapat dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat sedangkan mitigasi telah disiapkan GTTP Covid-19 Samosir yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan Samosir dan RSUD dr. Hadrianus Sinaga. Mari kita lakukan bagian kita masing-masing secara terus menerus. Bagian masyarakat adalah melaksanakan protokol kesehatan dan bagian GTPP Covid-19 adalah senantiasa siaga melaksanakan mitigasi manakala terdeteksi adanya infeksi Covid-19 di Samosir.ujarnya.

Lebih lanjut,kata Rohani ,GTPP Covid-19 Samosir mengajak kita semua untuk menjaga yang sehat, cegah infeksi, dan siapkan mitigasi manakala ada infeksi Covid-19. Kita tetap berdoa agar upaya pemerintah menyediakan vaksin dalam waktu dekat dapat terwujud sehingga masyarakat terjaga dan roda perekonomian dapat berjalan sehingga kita dapat terhindar dari krisis kesehatan dan ekonomi. Ayo lakukan bagian kita masing-masing secara terus menerus untuk mencegah dan menangani Covid-19.Tetaplah terjaga untuk kebaikan kita bersama. (ML/r)

Data Perkembangan Covid-19, Minggu (27/9)

Nasional

Konfirmasi : 3.874 orang (275.213)

Sembuh : 3.611 orang (203.014)

Meninggal Dunia: 78 orang (10.386)

Provinsi Sumatera Utara

Konfirmasi : 97 orang (10.038)

Sembuh : 181 orang (6.443) 

Meninggal Dunia : 2 orang (420)

Kabupaten Samosir

Suspek : Nihil

Konfirmasi : 1 orang

Sembuh : 1 orang 

Meninggal Dunia : 1 orang


 

Share Berita


Samosir,DP News

GTPP Covid-19 Samosir menegaskan tugas utama kita adalah menjaga yang sehat, mencegah infeksi, dan siapkan mitigasi.Tiga hal ini, tentu saja, didasarkan pada protokol kesehatan: jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun (hand sanitizer), jaga jarak interaksi, dan hindari kerumunan jika tidak perlu.

Hingga saat ini, kita tetap bersyukur Samosir masih bebas dari penularan Covid-19 secara masif namun demikian, kita tetap berupaya untuk menjaga yang sehat, mencegah infeksi, dan siapkan mitigasi manakala terjadi infeksi secara masif. 

Harapannya, kita tetap dapat mencegah dan menangani Covid-19 dengan baik yang mana masyarakat sehat dan bebas infeksi dan perekonomian berjalan seperti biasa.

Kita seharusnya memberi penekanan pada penjagaan anak-anak, para lansia, dan para penderita penyakit bawaan. Penekanan ini dimaksudkan agar mereka terhindar dari infeksi Covid-19 sedapat mungkin dan, jika terinfeksi, mereka sangat rentan karena imunitas tubuh yang tidak begitu tinggi.

Di rumah kita masing-masing, mari benar-benar jaga anak-anak, para lansia, dan penderita penyakit bawaan. Biarlah mereka lebih banyak beraktivitas di sekitar rumah dan jangan diikutkan dalam kerumunan-kerumunan dan jika pun harus, mari perlengkapi mereka dengan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten.

Hal ini disampaikan juru bicara Gugus Tugas Covid-19  Rohani Bakara kepada wartawan lewat WA,Minggu(27/9).

Dijelaskan,upaya jaga yang sehat dan cegah infeksi, untuk saat ini, hanya dapat dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat sedangkan mitigasi telah disiapkan GTTP Covid-19 Samosir yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan Samosir dan RSUD dr. Hadrianus Sinaga. Mari kita lakukan bagian kita masing-masing secara terus menerus. Bagian masyarakat adalah melaksanakan protokol kesehatan dan bagian GTPP Covid-19 adalah senantiasa siaga melaksanakan mitigasi manakala terdeteksi adanya infeksi Covid-19 di Samosir.ujarnya.

Lebih lanjut,kata Rohani ,GTPP Covid-19 Samosir mengajak kita semua untuk menjaga yang sehat, cegah infeksi, dan siapkan mitigasi manakala ada infeksi Covid-19. Kita tetap berdoa agar upaya pemerintah menyediakan vaksin dalam waktu dekat dapat terwujud sehingga masyarakat terjaga dan roda perekonomian dapat berjalan sehingga kita dapat terhindar dari krisis kesehatan dan ekonomi. Ayo lakukan bagian kita masing-masing secara terus menerus untuk mencegah dan menangani Covid-19.Tetaplah terjaga untuk kebaikan kita bersama. (ML/r)

Data Perkembangan Covid-19, Minggu (27/9)

Nasional

Konfirmasi : 3.874 orang (275.213)

Sembuh : 3.611 orang (203.014)

Meninggal Dunia: 78 orang (10.386)

Provinsi Sumatera Utara

Konfirmasi : 97 orang (10.038)

Sembuh : 181 orang (6.443) 

Meninggal Dunia : 2 orang (420)

Kabupaten Samosir

Suspek : Nihil

Konfirmasi : 1 orang

Sembuh : 1 orang 

Meninggal Dunia : 1 orang


Share Berita

Medan,DP News                   

Pjs Wali Kota Medan Ir Arif Sudarto Trinugroho MT buka Rapat Kerja (Raker) DPRD Kota Medan di The Hill Jalan Jamin Ginting, Sibolangit, Deli Serdang, Minggu (27/9). Diharapkan, raker ini dapat merumuskan dan menyepakati rencana kerja di tahun 2021 dengan output yang  terukur serta kinerja lebih baik lagi.

Raker ini  berlangsung selama 3 hari, mulai 27-29 September dengan mengusung tema "Tantangan Baru, Tatanan Era Kenormalan Baru DPRD Kota Medan". Ada pun tujuan Raker digelar untuk menghasilkan kesepakatan Rencana Kerja DPRD Kota Medan tahun 2021, guna disampaikan dan dilakukan penyelarasan oleh Sekretariat DPRD Medan. Selain itu hasil penyelarasan rencana kerja DPRD akan disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk dibahas dan ditetapkan  dalam rapat paripurna.

Dalam pembukaan Raker yang dihadiri Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Sekda  Kota Medan Ir Wirya Alrahman MM dan 3 Wakil Ketua DPRD Medan yakni Ihwan Ritonga, HT Bahrusmyah dan Rajuddin Sagala serta  anggota DPRD Medan,  Asisten Umum Setdako Medan  Renward Parapat, Kepala Bapeda Irwan Ritonga dan Kepala BPKAD T Ahmad Sofyan, tiga orang nara sumber dihadirkan untuk memberikan pembekalan  yakni  Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumut Yono Andi Atmoko , Ditjen Bina Keuangan Daerah  Kemendagri  Vivin Gunawan SSTP MA dan Carles Purnama Siregar MSi.

Pjs Wali Kota mengatakan, Raker DPRD Kota Medan Tahun 2020 merupakan agenda penting dan strategis bagi segenap anggota dewan sebagai bentuk aspirasi dan representasi dari masyarakat Kota Medan. Selain itu diakui Pjs Wali Kota, raker juga penting dan strategis bagi  Pemko Medan, terutama dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan dan program prioritas yang sudah ditetapkan Pemko Medan  demi mewujudkan pembangunan kota yang lebih optimal.

Dalam Raker yang menerapkan protokol kesehatan tersebut, Pjs Wali Kota selanjutnya mengungkapkan, begitu banyak masalah dan tantangan pembangunan yang dihadapi tahun 2020, terutama dalam menjalankan roda pemerintahan kota di tengah-tengah wabah pandemi Cobid-19 yang sifatnya cendrung semakin kompleks.

"Saya yakin masalah dan tantangan pembangunan kota dapat kita selesaikan bersama jika seluruh pemangku kepentingan kota dapat bersinergi dan terus meningkatkan komitmen membangun kota," kata Pjs Wali Kota.

Dikatakan Pjs Wali Kota, pembangunan kota hanya dapat optimal bila seluruh stakeholder terus bergandengan tangan di dalam melaksanakan visi dan misi pembangunan kota yang telah ditetapkan bersama. "Kita juga harus yakin bahwa Kota Medan sesungguhnya memiliki sumber daya pembangunan yang dapat dikembangkan secara luas, tentunya melalui kerja keras , keikhlasan dan kemitraan yang kokoh," ujarnya.

Dengan visi bersama, Pjs Wali Kota yakin Pemko Medan dan DPRD Medan mampu mewujudkan tujuan-tujuan besar masyarakat dalam pembangunan, terutama dalam rangka meningkatkan taraf hidup sosial ekonomi masyarakat yang semakin baik. Kemudian menjadikan Medan sebagai  kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan relijius.

Oleh karenanya dalam Raker ini, Pjs Wali Kota berharap agar seluruh anggota dewan dapat menghasilkan ide-ide yang bernas serta solusi dalam mengatasi berbagai masalah dan tantangan pembangunan di Kota Medan, termasuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Untuk itu saya mengajak kita semua dapat berkolaborasi, bersinergi, berpartisipasi dan membangun kebersamaan di dalam menciptakan Kota Medan  yang semakin kondusif.Saya yakin, bentuk kemitraan ini akan  menjadikan eksekutif dan legislatif dapat memperkuat kebijakan dan program pembangunan kota yang kita selenggarakan, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Medan Hasyim SE minta agar raker ini bisa fokus kepada penguatan tri fungsi  dewan dalam mengawal pemulihan ekonomi masyarakat sebagai dampak pandemi Covid-19, baik jaminan kesehatan maupun jaminan keamanan sosial  yang bisa dituangkan  secara cermat dalam Rencana Kerja (Renja) 2021 dengan tetap berpijak pada taat asas dengan output yang terukur, sehingga kehidupan masyarakat bisa berjalan dengan maksimal di masa new normal.

Yang menjadi perhatian, tegas Hasyim, pertumbuhan ekonomi di  Kota Medan mengakhiri triwulan ketiga masih terkoreksi, realisasi APBD  rata-rata masih rendah, sementara  tahun anggaran akan berakhir  3 bulan lagi. 

"Selama masa kewajaran baru (new normal) ini, kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih berat dibanding  pada masa normal. Kita juga perlu memaksimalkan  pengawas  dalam memastikan realisasi belanja tidak terduga dalam penanganan Covid-19 di Kota Medan," kata Hasyim.

Pembukaan Raker DPRD Kota Medan ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Pjs Wali Kota didampingi  Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Sekda Kota Medan serta Plt Sekwan DPRD Medan Hj Alida SH MHum. Setelah itu raker dimulai dengan pembekalan yang disampaikan tiga narasumber.(Hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                   

Selang beberapa jam usai pelantikan,, Pjs Wali Kota Medan Ir Arif Sudarto Trinugroho MT langsung mengikuti rapat Pencegahan Covd-19 di Sumut yang digelar di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Jumat (25/9) malam. Rapat yang dihadiri langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo itu memaparkan tentang kondisi pandemi Covid di Sumut saat ini, termasuk Kota Medan serta  upaya yang harus dilakukan untuk segera menanganinya.

Rapat diawali dengan pemaparan kondisi pandemi Covid-19 dengan pemaparan tentang perkembangan  kasus  Covid-19 yang tengah terjadi di Sumut saat ini. Berdasarkan data yang yang diungkapkan Tim BNPB sampai, Rabu (24/9), jumlah kasus aktif sebanyak 3.333 (34,2%), jumlah kasus positif 9.749, jumlah kasus sembuh 6.006 (61,6%) serta jumlah kasus meninggal sebanyak 410 (4,2%). Sedangkan secara nasional, kasus aktif 22,90%, kasus sembuh 73,22% dan kasus meninggal 3,05%.

Mengacu data tersebut, Tim BNPB mengungkapkan, jumlah kasus positif Covid-19 di.Sumut mengalami kenaikan sebesar 12,1% pada pekan terakhir. Sedangkan jumlah kasus

meninggal mengalami kenaikan sebesar 133,3% pada pekan terakhir. Jumlah kematian  kumulatif terbanyak di Kota Medan yakni 220, Deli Serdang (50), Tanah Karo (15), Binjai (13) dan Simalungun (12).

Terkait itu dalam rapat yang berlangsung hingga tengah malam dan  dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, unsur Forkopimda Sumut, OPD terkait serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo mengatakan, komitmen semua saat ini adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Salus populi suprema lex esto artinya keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Pelayanan terbaik kepada masyarakat ketika negara  hadir untuk menyelamatkan jiwa manusia," kata Doni Monardo.

Lebih lanjut Doni mengungkapkan, penanganan Covid-19 tidak akan selesai jika tidak mampu membangun kebersamaan. Artinya, Cobid-19 tidak dapat terjadi dengan sendiri tetapi dibawa manusia, berbeda dengan flu burung maupun flu babi. Dikatakannya, ketika kasus flu burung dan babi terjadi, bisa dihentikan dengan memusnahkan hewan tersebut.

"Covid-19 perantaranya manusia. Covid-19 berbahaya, tetapi manusia sebagai carier (pembawa) jauh lebih berbahaya. Itu sebabnya Bapak Presiden telah berulangkali menegaskan pentingnya 3M yakni makai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," ungkapnya.

Oleh karenanya tegas Doni Monardo, diperlukan kesadaran kolektif untuk mengatasi Covid-19 sehingga kedisiplinan menjalankan protokol.kesehatan merupakan harga mati. "Sedikit saja kita abai dengan protokol kesehatan, maka kita dengan mudah terpapar Covid-19. Jadi kita harus selalu waspada dan bagaimana bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa Covid-19 nyata dan bukan rekayasa maupun konspirasi. Ini PR yang paling berat kita hadapi. Covid-19 telah menimbulkan korban yang cukup banyak. Secara global, yang terpapar Covid-19 lebih dari 30 juta jiwa  dan yang meninggal angkanya telah mendekati 1 juta jiwa. Sedangkan di Tanah Air yang terpapar Covid-19 lebih dari 260.O00 orang dan yang meninggal lebih dari 10.200 orang. Jadi ini nyata!" tegasnya.  

Selesai memberikan pemaparan, Doni Monardo selanjutnya memberikan bantuan dari Satgas Penanganan Cobid-19 kepada Gubsu untuk mendukung penanganan Covid-19 di Sumut. Ada pun bantuan yang diberikan berupa ventilator sebanyak 2 unit, disinfectan servreyer (2 unit), termometer gun (5 pcs), handsanitizer @ 5 liter (10 jerigen), APD hazmat (50 pcs), faceshield (2.000 pcs), masker respirator KN92 (20.000 lembar), masker non medis (30.000 lembar) dan masker kain (200.000 lembar).

Usai rapat, Pjs Wali Kota Medan Ir Arif S Trinugroho MT menyikapi pandemi Covid-19, terutama di Kota Medan, mengatakan,  segera dilakukan percepatan penanganan karena sekitar 50%  kasus Covid-19 di Sumut disumbang Kota Medan sehingga Sumut menempati peringkat 7 secara nasional. "Jika kita mampu menekan angka Covid-19 di Kota Medan, tentunya kasus Covid-19 di Sumut juga akan berkurang," jelas Pjs Wali Kota.

Ada beberapa strategi, jelas Pjs Wali Kota,  yang akan segera dilakukan. Namun dirinya akan mempelajari terlebih dahulu. Ditambah lagi, terang Pjs Wali Kota, dirinya terlibat dalam Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut sehingga akan dilakukan koordinasi yang baik dengan Satgas Provinsi Sumut. "Kita ketahui Pak Gubsu menaruh perhatian yang sangat serius untuk penanganan Covid-19 di Kota Medan. Mudah-mudah dengan saya sebagai Pjs Wali Kota Medan, koordinasi akan semakin baik antara Pemko Medan dengan Pemerintah Provinsi Sumut dalam menangani Covid-19,"  harapnya.(Hot/Rd) 


Share Berita

Medan,DP News               

Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan, Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Medan melakukan pembagian masker gratis di depan Kantor Pos Medan, Jalan Pos, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (26/9) pagi. Selain pembagian masker, acara dirangkaikan dengan bersepeda santai untuk mempererat silaturahmi antar alumni.

Pjs Wali Kota Medan Ir Arif Sudarto Trinugroho MT diwakili Asisten Administrasi Umum (Asmum) Setdako Medan Renward Parapat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kegiatan tersebut. Sebab, turut mendukung upaya Pemko Medan dalam menekan angka penularan sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, Asmum berharap kegiatan pembagian masker dapat berdampak pada meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat mengikuti protokol kesehatan. Karena, dibutuhkan peran serta, komitmen terutama kesadaran masyarakat agar pendemi Covid-19 segera berakhir sehingga aktifitas dan seluruh sektor kehidupan dapat kembali berjalan normal.

"Semoga kegiatan yang bermanfaat seperti ini terus dilakukan. Terima kasih IKAPTK, semoga semakin solid. Selain itu, kita doakan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Tetap waspada dan selalu gunakan masker. Mari kita lindungi diri dan orang lain," pesannya.

Sebelumnya, Ketua IKAPTK Kota Medan Muslim Harahap menyampaikan bahwa pembagian masker merupakan kegiatan lanjutan bakti sosial yang sebelumnya sudah dilakukan IKAPTK dalam rangka penanganan Covid-19 seperti pembagian alat semprot dan cairan disinfektan di awal pandemi Covid-19 mulai mewabah di Kota Medan.

"Selain itu juga, kami membagikan sarana cuci tangan di sejumlah tempat-tempat umum. Hari ini, dilanjutkan dengan pembagian masker sebanyak 10 ribu masker. Kesempatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan wujud pengabdian bagi masyarakat," ungkap Muslim.(hot/Rd) 


 


Share Berita

Foto/detik.com

Medan,DP News

Mendagri menunjuk Asisten Administrasi Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Provsu Ir Arief S Trinugroho MM sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Medan.

Penghujukan Arief S Trinugroho yang dikenal sangat familiar dan berpengalaman di Kota Medan karena sebelumnya pernah menduduki sedikitnya di tiga jabatan Eselon II di Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Selain itu Mendagri juga menghunjuk 9 Pjs Bupati dan Walikota yang melaksanakan Pilkada 2020.Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengukuhkan Inspektur Pemprov Sumut Lasro Marbun sebagai Pjs Bupati Samosir. Lasro merupakan pejabat di DKI Jakarta pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga Djarot Saiful Hidayat.

Pengukuhan ke-10 Pjs Bupati termasuk Lasro Marbun dilakukan di rumah dinas Gubsu, Medan, Jumat (25/9/).Selain Lasro, ada sembilan penjabat sementara (pjs) bupati dan wali kota lainnya yang dikukuhkan.

"ASN harus netral sehingga yang menjadi Pjs itu juga ASN, sehingga menetralkan semua yang ada di 23 kabupaten/kota. Khususnya mereka untuk memfasilitasi rakyat dalam pesta demokrasi," ucap Edy.

Edy mengatakan para penjabat sementara ini dikukuhkan untuk mengisi kursi yang kosong karena kepala daerah petahana cuti untuk kampanye Pilkada 2020. Edy juga mengatakan pihaknya bakal mengatur agar kinerja para pejabat ini tetap berjalan baik meski harus mengemban dua jabatan.

"Dalam kondisi tertentu, dia harus melaksanakan tugas. Nanti akan segera itu ditindaklanjuti," ujar Edy.

Sebagaimana diketahui,sebelum menjadi Inspektur Pemprov Sumut, Lasro pernah menempati sejumlah posisi di DKI Jakarta. Lasro dilantik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Dinas Pendidikan.Dia semula menjabat Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Kabiro Ortala).

Kemudian,Lasro sempat menjabat Kepala Bappeda di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumut. Lasro kemudian kembali ke DKI Jakarta pada era Gubernur Djarot.

Lasro kemudian menjabat Inspektur Pemprov Sumut sejak 2019. Kini dia dipercaya Edy untuk menjaga netralitas ASN di Samosir selama masa Pilkada 2020.

Adapun ke-10 Pjs Bupati/Walikota yang dihunjuk Mendagri dan dilantik oleh Gubsu Edy Rahmayadi, Jumat (25/09/2020) di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman 41 Medan yaitu:

1.Ir Dahler Lubis  MMA (Kadis Pertanian dan Holtikultura) sebagai Pjs Bupati Madina.

2. Dr Ismail P Sinaga (Kadisdukcapil Sumut) sebagai Pjs Walikota Tanjungbalai.

3.  Drs Basarin Yunus Tanjung MSi (Kabiro OTDA  dan Kerjasama) sebagai  Pjs Bupati Asahan.

4. Ir Arif Sudarto Tri Nugroho (Asisten Perekonomian dan Pembangunan) sebagai Pjs Walikota Medan.

5. Lasro Marbun (Kepala Inspektorat Sumut) sebagai Pjs Bupati Samosir .

6. dr Ria Novida Telaumbanua (Kadis Pariwisata) Pjs Bupati Nias Selatan

7. Ir Abdul Haris Lubis (Kadishub Sumut) sebagai Pjs Walikota Gunung Sitoli.

8. Drs HM Fitriyus (Asisten Umum) Pjs Bupati Labuhanbatu.

9.  Harianto Butar- Butar (Kadisnaker Sumut) sebagai Pjs Bupati Toba.

10.  Ir Irman MSi (Kepala Balitbang) sebagai Pjs Bupati Serdang Bedagai. (asarpua-01)

Dari 10 Pjs Bupati yang dilantik tersebut,tercatat ada 3 mantan pejabat Pemko Medan diantaranya Ir Arif Sudato Tri Nugroho (mantan Kadis TRTB,Kadis Lingkungan Hidup),Ir Irman MSi (mantan Kadis Pertamanan,Asisten Kesra) dan  Drs HM Fitriyus (mantan Sekda Medan).

Sebelumnya,rapat persiapan pelantikan Pejabat  Bupati serta Pejabat Sementara Bupati dan Wali Kota di Ruang Rapat  Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Sumut, Rabu (23/9) lalu. Direncanakan, pelantikan akan dilakukan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Jumat (25/9) sekitar pukul 14.30 WIB.

Rapat dipimpin Kabag Penataan Daerah Biro Otda  Provinsi Sumut Ahmad Rasyid Ritonga dihadiri perwakilan dari 11 kabupaten/kota yang  kepala daerahnya mengikuti cuti untuk mengikuti Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.

Rasyid menjelaskan, rapat digelar terkait pembagian tugas menyusul akan dilakukannya pelantikan Pejabat Bupati serta Pejabat Sementara Bupati dan Wali Kota. Dikatakannya, pelantikan pejabat kepala daerah itu berasal dari pejabat eselon 2 dari Pemerintah Provinsi Sumut sesuai dengan amanat undang-undang.

“Pejabat yang dilantik itu akan melaksanakan tugas selama kurang lebih 71 hari di kabupaten /kota yang akan melaksanakan Pemilukada sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang ditandatangani. Para pejabat yang dilantik itu akan diberikan hak keprotokoleran,” kata Rasyid.

Dengan rapat ini, Rasyid berharap para perwakilan yang hadir dapat menyampaikan dan mempersiapkan segala sesuatu tentang teknis pelaksanaan baik pelantikan maupun pelaksanaan tugas-tugas di kabupaten maupun kota yang ditetapkan.

Berhubung keterbatasan ruang dan tempat sekaligus kondisi saat ini masih pandemi Covid-19, Rasyid menegaskan, pelantikan yang dilakukan akan mengikuti protokol kesehatan. Di samping itu pejabat yang hadir pada pelaksanaan pelantikan hanya Bupati/Wali Kota serta Ketua DPRD saja. “Kepada bapak dan ibu yang hadir dalam rapat ini agar dapat menyampaikan hasil rapat ini kepada kepala daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Asisten Umum Setdako Medan Renward Parapat usai rapat mengatakan, hasil rapat selanjutnya akan disampaikan kepada kepala daerah. Dikatakannya, Pemko Medan siap mengikuti hasil rapat karena itu telah sesuai dengan aturan. “Kita akan menjalankannya. Dari Pemko Medan, Sekda yang akan menghadiri acara pelantikan bersama unsur Forkopimda Kota Medan yang diwakili Ketua DPRD Medan,” jelas Renward. (detik.com/Rd)



Share Berita

Medan,DP News                    

Plt  Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Medan Hj Nurul Khairani Akhyar menyerahkan hadiah bagi pemenang Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-48 dan Lomba PKK KB-Kes Kota Medan Tahun 2020 di Aula Kantor Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah Jalan Sei Bahkapuran Medan, Jumat (25/9).

Penyerahan hadiah ini merupakan rangkaian dari kegiatan dalam rangka memperingati HKG PKK ke-48 dan Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Kota Medan Tahun 2020. Para peserta lomba telah dievaluasi sejak Februari dan Maret lalu, sehingga ditetapkan siapa pemenangnya.

"Penyerahan hadiah pemenang lomba baru dapat kita laksanakan pada hari ini akibat  pandemi Covid-19 yang terjadi. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang lomba. Semoga prestasi yang diraih ini dapat memotivasi kegiatan-kegiatan PKK di wilayah kerja masing-masing," kata Hj Nurul Khairani.

Kepada peserta yang belum berhasil mendapatkan prestasi, Hj Nurul Khairani berharap agar tidak berkecil hati dan terus semangat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sehingga pada tahun-tahun mendatang dapat memperoleh prestasi yang terbaik. "Jadikan kegagalan ini sebagai evaluasi, insya Allah tahun depan dapat meraih prestasi yang lebih membanggakan lagi," ungkapnya.

Di kesempatan itu Hj Nurul Khairani menyampaikan permohonan maaf atas tugas-tugas yang belum terlaksanakan, sebab mulai Jumat (25/9) sampai 5 Desember 2020 akan memasuki masa cuti sementara bersama Plt Wali Kota Medan. Meski demikian selama menjabat selaku Plt Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Nurul Khairani mengaku sudah banyak meraih prestasi berbagai kegiatan perlombaan yang membawa nama baik Kota Medan, baik tingkap provinsi maupun nasional.

"Alhamdulillah, semua keberhasilan itu kita raih berkat kerja sama dan dukungan penuh dari seluruh TP PKK Kota Medan, kecamatan dan kelurahan selama ini. Semoga di masa mendatang kerja sama seperti ini dapat terus kita jalin dan tingkatkan lagi," harapnya.

Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan Khairunnisa Mozasa menyambut baik digelarnya kegiatan tersebut. Dia berharap PKK terus menggelar kegiatan yang sifatnya meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan mengutamakan sumber daya manusia.

Keberadaan PKK imbuh Khairunnisa, diharapkan dapat menjadi pembangkit perekonomian keluarga dan masyarakat, sebab PKK merupakan salah satu unsur penggerak pembangunan dan juga agen perubahan yang sangat dekat dengan masyarakat. Terkait itu, Khairunnisa ingin program yang telah dicanangkan Pemko Medan dapat disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat melalui kader dan penggerak PKK.

Ada pun pemenang seluruh perlombaan dalam rangka memperingati HKG PKK ke-48 dan Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Kota Medan Tahun 2020 selengkapnya, yakni Kategori Lomba Tertib Administrasi PKK, juara 1 Kelurahan Dwikora, Kelurahan Sukaramai II (juara 2), dan Kelurahan Sei Agul (juara 3).

Selanjutnya untuk kategori Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), juara 1 Kelurahan Tegal Sari III, Kelurahan Martubung (juara 2) dan Kelurahan Labuhan Deli (juara 3). Lalu, kategori Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan Penuh Cinta Kasih Sayang, juara 1 Kelurahan Mabar, Kelurahan Sei Putih Timur I (juara 2), dan Kelurahan Hamdan (juara 3).

Kemudian Inspeksi Visial Asam Asetat (IVA TEST), juara 1 Kecamatan Medan Marelan, Kecamatan Medan Timur (juara 2), dan Kecamatan Area (juara 3). Sedangkan untuk lomba  Kesatuan Gerak KB Kesehatan, Kelurahan Sunggal juara 1, Kelurahan Polonia (juara 2), dan Kelurahan Mabar Hilir (juara 3).(Hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News            

Memperingati Hari Ekologi Keuskupan Agung Medan,Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi lakukan penanaman pohon, Jumat (25/9).KegiatanpPenanaman pohon ini dilakukan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain membuat udara lebih segar, penanaman pohon ini juga diharapkan dapat mengurangi dampak pemanasan global.

Penanaman pohon yang dilakukan Akhyar bersama Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan Pastor Erwin Manulang dan Yayasan Karya Murni Suster Kristin Pasaribu di halaman Sekolah Luar Biasa (SLB-A) Karya Murni Medan Jalan Karya Wisata No 5 Kelurahan Pangkalan Masyhur Medan Johor.

Akhyar sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya penanaman pohon ini. Sebab, Akhyar menilai penanaman pohon ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjadikan Kota Medan lebih hijau ke depannya. 

"Masih banyaknya masyarakat yang belum mencintai dan menganggap pohon di sekitarnya sebagai penghalang rezekinya.Padahal, pohon membuat tempat di sekeliling kita terasa sejuk dan memberikan manfaat lainnya di dalam kehidupan kita," ucap Akhyar.

Akhyar berpesan, penanaman pohon ini jangan hanya sekedar menanam saja, tetapi harus dirawat dan diperhatikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. "Menanam itu nikmat tapi lebih nikmat lagi merawat tanaman itu sendiri. Dia tidak hanya sekedar tanam dan tumbuh saja, tetapi kita juga harus merawatnya dengan penuh cinta agar dia tumbuh dengan indah," pesan Akhyar.


Sementara itu, Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan Pastor Erwin Manulang menjelaskan bahwa hari ekologi juga merupakan hari bersih dan peduli lingkungan bagi seluruh umat Keuskupan Agung Medan.Melalui Peringatan Hari Ekologi ini Jemaat diingatkan Kembali untuk melihat lingkungan hidup adalah bagian dari diri kita. Artinya Bumi adalah ibu kita yang memberikan kita penghidupan dan memberikan kita makan.

"Di Peringatan Hari Ekologi ini, seluruh Keuskupan Agung Medan diminta untuk menjaga dan memelihara lingkungan atau bumi kita agar tetap memberikan kehidupan bagi kita. Artinya jangan kita mengeksploitasikan bumi untuk kepentingan pribadi semata. Untuk itu bersama kita menjaga alam dan menjaga Ekologi," katanya.

Dijelaskan Pastor Erwin Manulang, aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Ekologi ini dilakukan sebagai wujud kita dalam menjaga lingkungan khususnya di Kota Medan. Apalahi kami mengetahui Pak Akhyar sangat senang dalam menanam dan merawat pohon.Kami sangat berterima kasih kepada Plt Wali Kota Medan yang telah berkenan hadir dan menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Ekologi Keuskupan Agung Medan," ungkapnya.

Turut hadir dalam penanaman pohon ini Kepala Sekolah Karya Murni Lusia Cusita Winarti beserta seluruh staf pengajar, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Armansyah Lubis, Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi beserta lurah dan kepling dan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Ceperianus Gea beserta pengurus.

Kegiatan ini juga dihadiri  para tokoh Katolik diantaranya Binsar Simarmata, CP Nainggolan, Benny Winata,Nicolaus Sihombing, Dion Sihombing sebagai sekretaris Komdik-KAM, para Suster Kongregasi KSSY.

Suster Kristin Pasaribu,  KSSY sebagai Pengurus Yayasan SLB-A menekankan perlunya adanya Perda Disabilitas untuk kesamaan mendapatkan hak bagi kaum penyandang Disabilitas di Kota Medan. Sedangkan Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Medan Pastor Erwin Manullang,OFM.Cap dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan  Hari Ekologi diperingati secara rutin setiap bulan Agustus setiap tahunnya sejalan dengan Ensiklik Paus Fransiskus " Laudotu Si" artinya mahluk ciptaan lain (hewan dan tumbuhan)  harus dipandang saudara dan saudari, dimana Ensiklik ini memuat memuat pandangan dan seruan Paus Fransiskus tentang pentingnya mengatasi perubahan iklim dan melindungi lingkungan hidup. 

Pastor Erwin Manullang menambahkan kegiatan ini juga mendorong kita semua dan para stekholder serta anak didik mencintai lingkungan hidup karena lingkungan hidup adalah ibu yang telah memberi kita hidup makan,  maka ibu harus dijaga dan dipelihara agar kita hidup bahagia dan damai. 

Akyar Nasution juga mengatakan apabila masyarakat Kota medan masih memberi amanah kepadanya  untuk memimpin kota medan kelak maka beliau akan menggerakkan penanaman pohon dimana masih banyak masyarakat kita belum mencintai lingkungannya dan diakhir sambutanya Akyar nengajak masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan hidup maka pengelolaanya pun harus dilakukan secara integral dan bukan sepotong sepotong. 

Di akhir kegiatan, Akhyar Nasution secara simbolis melakukan penanaman pohon didampingi Pastor Erwin Manullang,OFM. Cap dan Sr. Kristin br.  Pasaribu,  KSSY  di halaman SLB-A Yayasan Karya Murni Medan Johor.Pada kesempatan ini Dion Sihombing, msi sebagai Sekretaris Komdik-KAM mengucapkan terimakasih atas partisipasi semua pihak yang ikut serta dalam kegiatan ini(hot/Rd)


Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.