Siaga Banjir: Camat se- Kota Medan Dilarang Tinggalkan Wilayahnya

 

Medan,DP News                       

Plt Wali Kota Medan Ir H  Akhyar Nasution MSi menghadiri  Rapat Evaluasi Optimalisasi Percepatan Penanganan  Penyebaran Covid-19 di Medan, Binjai, Deliserdang dan Tanah Karo (Mebidangro) dan Penanggulangan Banjir Serta Dampak Banjir di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Senin (7/12). Rapat dipimpin langsung Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekda Provinsi Sumut R Sabrina.

Dalam rapat yang dihadiri unsur Forkopimda Sumut dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tersebut, Gubsu  minta penyebaran Covid-19 di Sumut, terkhusus wilayah Mebidang  harus segera dihentikan agar masyarakat dapat kembali hidup normal. Kemudian Gubsu juga menginstruksikan kepada  Bupati maupun Wali Kota yang wilayahnya rentan bencana, terutama banjir agar siaga bencana sehingga cepat melakukan langkah antisipasi ketika bencana terjadi.

Selanjutnya Gubsu minta Bupati dan Wali Kota yang wilayahnya rentan bencana, diingatkan untuk siaga bencana. Selain menyiagakan alat-alat berat di lokasi-lokasi yang rawan bencana, Gubsu juga minta disediakan dokter maupun tenaga medis lainnya. 

"Begitu terjadi bencana, bantuan bisa langsung diberikan  sehingga masyarakat yang tertimpa bencana tidak panik. Mari kita bantu bersama-sama masyarakat kita ini," harapnya.

Sementara itu,Akhyar mengatakan Pemko Medan telah siaga untuk mengantisipasi banjir menyusul terendamnya 10 kecamatan beberapa hari lalu sehingga berdampak terhadap 26.671 jiwa atau 8.608 KK.

Dikatakan Akhyar, seluruh pimpinan OPD terkait, termasuk seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan diminta untuk siaga dan tidak meninggalkan wilayahnya mengantisipasi kemungkinan adanya banjir susulan. Apalagi, tegasnya, berdasarkan keterangan dari Kepala BPBD berdasarkan info dari BMKG,tiga hari ke depan cuaca masih ekstrim.

"Apabila banjir susulan kembali terjadi, saya minta agar OPD, terkait, camat, lurah dan kepling secepatnya memberikan bantuan kepada masyarakat, baik evakuasi, pemberian makanan, obat-obatan, air bersih serta membantu membersihkan lumpur. Di samping itu juga segera mendikirikan dapur umum dan posko kesehatan sehingga cepat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkannya," tegas Akhyar.

Di samping itu imbuh Akhyar, setiap kantor kecamatan harus mendirikan posko banjir agar cepat untuk memberikan bantuan begitu banjir terjadi di wilayahnya. Kemudian camat harus berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkannya. "Kita ingin warga yang terkena musibah banjir mendapatkan layanan kesehatan karena kawasan yang diterpa banjir rentan dengan penyakit," ungkapnya seraya minta kepada camat yang wilayahnya tidak terkena banjir agar menurunkan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk membantu membersihkan 10 kecamatan yang terkena banjir tersebut.(Hot/rd)