Edy Rahmayadi Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka...

Medan,DP News 

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi belum mengizinkan sekolah tatap muka di wilayahnya. Edy tidak mau ambil risiko sebab kasus Covid-19 di Sumut terus melonjak dan khawatir menjadi klaster baru.

Ia ingin angka Covid-19 bisa turun terlebih dahulu sebelum sekolah tatap muka diterapkan di Sumut.

"Tanya sama Tuhan, turun tidak Covid. (Jika) turun Covid besok, kita buka itu (sekolah)," ujar Edy, Kamis (3/6) sebagaimana dikutip dari CNNINDONESIA.com.

Rencana sekolah tatap muka itu sebelumnya telah disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim yang menginginkan sekolah dibuka Juli. 

Mantan Pangkostrad itu menyatakan akan membahas kembali kebijakan sekolah tatap muka dengan meminta tanggapan dari psikolog anak, dokter anak, guru, hingga tokoh masyarakat.

Menurutnya, para ahli itu akan memiliki pandangan yang berbeda dengan tokoh ekonomi terkait pembukaan sekolah.

"Kalau kita tanya ke tokoh ekonomi, maunya sekolah itu dibuka. Kenapa? Kantin satu sekolah itu misalnya ada dua, dari 470 sekolah yang di Medan, dikalikan sudah berapa. Angkutan umum juga menurun karena anak sekolah. Itu ditanya orang ekonomi beda, orang kesehatan beda lagi jawabnya. Ini kita pelajari, jadi bukan urusan bulannya, ini urusan Covid," jelasnya.

Meski belum mengizinkan sekolah tatap muka, persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK Negeri tetap dilakukan. Nantinya, PPDB akan dilakukan dengan sistem daring. PPDB akan dimulai 7 Juni 2021.

Skema penerimaan berdasarkan jalur yang ditetapkan untuk SMA, jalur zonasi paling banyak 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan orang tua 5 persen, dan jalur prestasi 25 persen.

Sedangkan untuk jenjang SMK Negeri jalur pendaftaran disiapkan untuk zonasi 10 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur perpindahan orangtua/wali 5 persen serta jalur prestasi 65 persen.

Persentase ini berbeda dengan SMA, karena jumlah sekolah kejuruan tidak banyak atau tidak tersedia di setiap kecamatan seperti SMA.

Sementara saat ini vaksinasi bagi guru atau tenaga pendidik di Sumut diklaim telah mencapai 60 persen dari target 70 persen jumlah guru.

Diketahui, kasus Covid-19 di Sumut kembali melonjak terutama setelah Idulfitri 1442 H. Per Kamis (3/6), sudah 32.277 orang terpapar Covid-19 di Sumut.

Sebanyak 28.783 orang dinyatakan sembuh. Dari total kasus, sudah 1.053 orang meninggal dunia.

Sementara itu di Kota Medan kata Walikota M Bobby Afif Nasution,dari 20 ribu jumlah guru,sebanyak 11 ribu sudah divaksin sebagai salah satu persiapan rencana pembelajaran tatap muka.(CNNIndonesia/DPN/rd).