Yayasan SSI Vaksinasi 500 Warga,Bobby: Hindari Efek Pingpong Jawa- Bali...

Medan,DP News

Wali Kota Medan  Bobby Nasution apresiasi dan vaksinasi massal yang digelar Yayasan Perkumpulan Sikh Sewaks Indonesia (SSI) Sumatera Utara di Gurdwara Shree Guru Arjun Dev di Jalan Mawar Sari Rejo Medan Polonia, Minggu (25/7).

Apresiasi ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi tahap kedua secara Virtual dari rumah Dinas Wali Kota Medan, Minggu (25/7). 

Dijelaskan Bobby Nasution, dalam pelaksanaan vaksinasi, Pemko Medan menargetkan dari 2,5 juta Jiwa penduduk Medan sebanyak 1,9 juta jiwa harus mendapatkan suntikan Vaksin. 

Menurut Bobby Nasution Kota Medan telah ditetapkan pemerintah ousat sebagai wilayah yang harus menerapkan PPKM Darurat di luar Pulau Jawa-Bali. Untuk itu guna menekan penyebaran Virus Covid-19 Vaksinasi massal harus gencar dilakukan. 

Seminggu yang lalu Kota Medan ditetapkan sebagai Wilayah PPKM Darurat level 4 dari 15 Kabupaten/ Kota diluar Pulau Jawa-Bali. Penetapan ini karena Medan sebagai Ibu Kota Provinsi Sumut dengan jumlah penduduk yang besar juga menghindari meningkatkannya kasus Covid-19 akibat  efek pimpong dari pulau Jawa-Bali," kata Bobby.

Selain itu Bobby Nasution menambahkan indikator lainnya yang menetapkan Medan PKKM Darurat level 4 adalah dari ketersediaan BOR yang terus meningkat. Dari 37 persen hari ini sudah 60,7 persen tempat tidur khusus pasien Covid-19 yang terisi. Artinya dalam kurun waktu dua minggu BOR di Medan meningkat 30 persen. 

Bobby Nasution juga menyampaikan bahwa Pemko Medan terus berkolaborasi dengan semua pihak dan kelompok masyarakat untuk dapat  memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19. Saat ini cara yang paling efektif adalah mengikuti dan menerapkan Protokol Kesehatan. Artinya Vaksin yang sudah diberikan sangat dapat membantu tubuh, namun tubuh juga dapat terpengaruh dari lingkungan luar jika kita tidak menjaga Protokol Kesehatan.

Bobby Nasution menyadari di masa penerapan PPKM Darurat level 4 dengan Prokes yang ketat dan pengurangan mobilitas, berpengaruh dengan kondisi perekonomian. Karena dalam memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19 berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi. Tentunya ada masyarakat yang terdampak. Oleh karena itu Pemko Medan telah menyalurkan 51 ribu lebih paket sembako bagi masyarakat yang terdampak yang dikeluarkan dari APBD Kota Medan. Selain itu sebanyak 88 ribu paket sembako diberikan pemerintah ousat untuk masyarakat kota Medan.

Sementara itu, Ketua Panitia dr Simren Jit Singh mengatakan 500 orang telah divaksin di tahap pertama dan di tahap kedua ini 500 orang juga akan divaksin dan  sesuai dengan target yang ditentukan.

Dijelaskan dr Simren Jit Singh, selain Dinas Kesehatan, pihaknya juga menggandeng Pariwisata Sosial Kesehatan dan Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai serta sejumlah tenaga medis dari keluarga Singh khususnya SSI. Antusias masyarakat mengikuti Vaksinasi ini sangat tinggi, ini menandakan kesadaran masyarakat mulai meningkat.(rd)