K3S Disdik Sei Dadap Tidak Pernah Pesan Buku Covid-19

Asahan,DP News

Ketua K3S Dinas Pendidikan Kecamatan Sei Dadap Sujiono,SPd mengakui pihaknya pernah menerima surat pesanan buku Covid-19 dari salah satu rekanan tetapi tetapi tidak pernah memesan buku tersebut.Surat pesanan ada sampai sama kami, tapi kami gak mesan dan surat pesanannya itu tidak dikembalikan ke rekanan tersebut, katanya.

"Surat pesanan yang sampai sama kami, tapi kami gak mesan alias surat pesanannya itu tidak dikembalikan ke CV", jawab Sujiono menjawab pertanyaan awak media melalui WhatsApp,Rabu(22/9).

Saat ditanya apa nama CV rekanan yang mendistribusikan buku Covid-19 tersebut, Sujiono mengatakan lupa saya nama CV nya, sudah lama kali, itu awal Tahun 2021 lalu.

Sementara itu mengenai  adanya dugaan keterlibatan oknum K3S dan Bendahara dalam hal pembelian buku Covid-19, aplikasi pembelajaran maupun dugaan pungli sebesar Rp 5000 hingga Rp 7000 per siswa dari dana BOS,Sujiono dengan tegas menjawab tidak pernah ada kutipan terhadap kepala sekolah.

Diakuinya,persoalan buku Covid-19 rekanan memang memasukkan pesanan, tapi sampai saat ini kami tidak ada yg memesan buku tersebut, kata Sujiono.

Disinggung apakah ada kepala sekolah membayarkan buku Covid-19 dengan menggunakan dana BOS, Loh orang kami gak mesan kok, apanya yang mau dibayar.Gak tau saya, kami gak ada yang mesan, katanya.

Hal itu disampaikan Sujiono saat dikonfirmasi awak media melalui Whats-App (WA) pribadinya.

"Insya Allah berkat pengawasan sahabat-sahabat pers kami tidak pernah melakukan pungli kepada Kepsek. Tanya saja sama semua Kepsek Sei Dadap," jawab Sujiono.

Sementara mengenai adanya informasi sejumlah kepala sekolah dimintai terkait surat pertanggungjawaban (SPJ) pengelolaan keuangan dana BOS Tahun 2021, Sujiono mengatakan Alhamdulillah Kepala SD di Sei Dadap tidak ada yang dipanggil.(ZN)