Anggota DPRD Medan Lintas Fraksi Dukung Anggaran Insentif Pendeta,Pastor dan Bibelvrouw

Foto: Gedung DPRD Medan/DPN

Medan,DP

Para anggota DPRD Medan dari lintas fraksi dukung anggaran insentif bagi pendeta, pastor, guru jemaat, biblevrow, diakones dan suster Katolik.Lintas fraksi tersebut adalah Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra dan Fraksi Nasdem. 

Menurut Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Drs Daniel Pinem mengatakan wajar diusulkan tapi kemungkinannya di TA 2023.

"Jika ditampung di APBD 2022 sudah tidak sempat lagi, karena Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPP-AS) untuk APBD Pemko Medan Tahun anggaran 2022 sudah ditetapkan. Atau bisa juga kita usulkan di P-APBD 2022, kalau tidak terkejar, terpaksa di tahun anggaran 2023,” kata Daniel Pinem kepada wartawan,Sabtu(23/10).

Rencana pemberian insentif ini kata Daniel Sebenarnya,masa anggota DPRD periode lalu sudah sempat dibicarakan namun usulan tersebut tidak mungkin sekaligus. Karena waktu itu diajukan insentif guru sekolah minggu, menyusul penetua gereja. Bagi yang beragama Islam juga ada dianggarkan insentif guru mengaji, ustadz, ustadzah, bilal mayit dan penggali kubur.

Bagi dia, isnentif para pendeta, pastor, guru jemaat, suster, biblevrow, diakones dan suster Katolik sudah keharusan. Terlebih banyak pendeta mendapat honor yang sangat minim, hanya mengharapkan berapa uang persembahan dari jemaat.Mereka melayani berdasarkan panggilan, sehingga ikhlas dalam pelayanan berapapun honornya. 

Sekretaris Fraksi P Gerindra Edy Eka Suranta Meliala mengatakan sudah sering dibicarakan di internal anggota DPRD Medan.Tapi untuk menampungnya perlu kolaborasi lintas fraksi memperjuangkannya. 

Begitu pula dengan Ketua Fraksi P Nasdem Afif Abdilah setuju pengajuan anggaran tersebut, karena para alim ulama harus mendapat perhatian pemko.Mereka selama ini membimbing umat lewat siraman rohani agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Pekerjaan para ulama sangat mendukung program pemerintah, apakah itu ulama beragama islam maupun Kristen.

“Mereka para ulama secara rutin mendoakan jemaahnya sehingga menjadi orang-orang yang saleh. Berkat mereka, tugas pemerintah jadi terbantu, maka tidak salah ada insentif untuk para alim ulama lintas agama,” ungkap Afif.(rd).