Bobby Ngaku Ketemu Jukir Penolak E-Parking: Tidak Ada Lagi Jukir Ninja...

Foto: Penerapan E-Parking di Jalan Zainul Arifin

Medan,DP News

E-Parking di 22 titik parkir pada 18 ruas jalan dan 8 kawasan tetap diberlakukan mulai,Senin (18/10) yang dipusatkan di Jalan Zainul.Namun sebelum diresmikan, Walikota Medan M Bobby Nasution mengaku sudah menemui sejumlah jukir yang sempat menolak E-Parking dan menjelaskan kepada mereka bahwa E-Parking yang yang dilaksanakan bukan untuk pengelolaan parkir namun untuk pengutipan biaya parkir saja.

Selain pemukulan gordang sambilan juga ditandai dengan pembayaran secara simbolis E- Parking kepada petugas juru parkir (Jukir).

Dijelaskan Bobby Nasution penggunaan elektronik pada pengutipan biaya parkir ini bisa mendapatkan banyak manfaat, minimal 3 manfaat yang didapatkan yakni pertama memudahkan mengikuti pegerakan masyarakat Kota Medan. Artinya dalam penerapan E-Parking ini tidak hanya membayar biaya saja tetapi dalam aplikasi tersebut bisa menerima saran dan masukan bagaimana pelayanan di sebuah wilayah parkirnya. Apakah petugas parkirnya atau jumlah uang parkirnya yang menjadi masukan untuk Pemko Medan.

"Aplikasi ini lengkap dengan nama jukirnya. Ya, seperti ojek online langsung bisa di komen dan dikasih bintang dalam aplikasi ini.Hal ini tentunya karena banyak keluhan masyarakat terkait jukir ninja di Kota Medan yang datang tak terlihat,pulangnya baru nampak.Masuk gak nampak,kita parkir sendiri,pas ngutip uang parkir lari-lari dari ujung ke ujung ,"jelasnya.

Diakui Bobby Nasution dirinya juga gak tahu bagaimana pendapatan parkir dari satu ruas jalan di Kota Medan. Sehingga nanti seluruh masyarakat Kota Medan wajib tahu berapa pendapatan parkir dalam satu ruas jalan lebih termonitoring.

"Maka dengan peningkatan PAD ini diharapkan bisa membuat PAD lebih baik lagi dan tidak ada kebocoran khususnya di sektor parkir. Namun harus ditingkatkan juga pelayanan kita,"ujarnya sembari meminta Dinas Perhubungan agar pelayanan ini harus memberikan yang terbaik agar tidak ada jukir ninja.

Bobby Nasution menambahkan sebelum meresmikan E-Parking dirinya telah menemui sejumlah jukir yang sempat menolak E-Parking dan menjelaskan kepada mereka bahwa E-Parking yang yang dilaksanakan Kota Medan bukan untuk pengelolaan parkir.Namun untuk pengutipan biaya parkir saja.

"Oleh karena itu kami ungkapkan seluruh jukir yang ada di Kota Medan tetap kita ajak bergabung dalam penerapan E-Parking ini.Karena sistem pembayaran kepada masyarakat yang tetap melibatkan petugas parkir jadi bukan seperti saat masuk tol yang mengunakan alat saja atau juga dengan masuk mall yang tidak menggunakan lagi petugasnya. Kita masih gunakan jukir untuk pengutipan parkir ke masyarakat," ungkap Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga menjelaskan dalam E- Parking ini petugas jukir dilindungi dalam jaminan sosial baik BPJS Ketenagakerjaan dan  BPJS Kesehatan. Sebab jukir memiliki risiko pekerjaan yang sangat tinggi baik itu suasana kerja atau iklim kerjanya.

"Kami menanggung kepastian kesehatan dan pekerjaannya. Selain itu juga mereka tetap menerima pendapatan per bulan dan pendapatan per hari itu 20%. Tentunya skema tersebut masih akan terus dilakukan perbaikan," Imbuh Bobby Nasution.

Sementara itu Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menjelaskan bahwa penerapan E- Parking di 22 titik ini tetap akan memprioritaskan jukir yang ada selama ini. Namun para jukir tersebut harus mengikuti SOP dari digitalisasi yang diterapkan dalam sistem pembayaran parkir non tunai.

"Seluruh jukir akan kita prioritaskan sepanjang mereka mengikuti aturan SOP dari Digitalisasi E- Parking,"jelasnya.(rd)