PMT di Medan: 80 Persen Siswa dan 86 Persen Tenaga Pendidik Sudah Vaksinasi....

Foto: Rakor Dengan Kemendikbudristek Tentang PTM/DPN

Medan,DP News

Sampai saat ini,80 persen dari 105 ribu pelajar di Kota Medan sudah divaksinasi dan 86 persen tenaga pendidik sudah suntik.

Capaian vaksinasi ini berkat kerja keras Pemko Medan yang gencar melakukan vaksinasi bagi pelajar berusia 12 - 18 tahun, apalagi Pemko Medan juga menargetkan setiap harinya sebanyak 5.000 pelajar harus mendapatkan suntikan vaksinasi. 

Walikota Medan Bobby Nasution melaporkan dalam Rakor bersama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dan Gubsu Edy Rahmayadi di Aula T. Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu, Senin (25/10).

Di hadapan Nadiem Makarim, Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah, dan kepala daerah lainya yang mengikuti secara virtual, Bobby Nasution mengatakan untuk capaian vaksinasi terhadap para guru-guru dibawah wewenang Dinas Pendidikan Kota Medan yakni TK/PAUD, SD dan SMP sudah sebanyak 86% guru di Kota Medan telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

"Sisanya untuk guru yang belum divaksin sebagian karena adanya komorbid dan ada juga yang sedang hamil atau batas kehamilan yang tidak boleh divaksin,"sebutnya.

Sementara itu, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mengatakan, dalam menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)  yang paling penting adalah mengakselerasi vaksinasi dan Prokes yang ketat.Berdasarkan semua riset, Nadiem mengatakan semuanya menunjukkan anak Indonesia telah kehilangan satu tahun pendidikan yang efektif sehingga dapat berdampak permanen apabila tidak di segera sikapi. 

"Apabila tidak segera disikapi berakibat terjadinya learning loss bagi anak didik, terutama bagi anak PAUD dan SD,  PTMT ini sangat perlu dilakukan dibanding tingkat SMP dan SMA. Sebab, di tingkat PAUD dan SD yang paling rentan mengalami penurunan pembelajaran."kata Nadiem Makarim.

Oleh sebab itu Nadiem Makarim meminta kepada setiap kepala daeraherah agar memprioritaskan vaksinasi kepada guru, baru setelah itu para siswa yang berumur 12 - 18 tahun. 

Disamping itu, lanjut Nadiem Makarim lagi dalam PTMT ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan mendorong dilakukannya testing secara random kepada guru dan murid tingkat nasional.

"Kami memohon dukungan dari setiap kepala daerah untuk mendukung kegiatan ini. Hal ini dilakukan agar diketahui positive rate di sekolah selama PTMT berlangsung,"ujarnya lagi.(rd)