Notification

×

Iklan

Iklan

Pdt DR MD Wakkary Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun, RE Nainggolan: Sosok Jujur, Tulus dan Punya Komitmen Hidup...

22 Juni 2022
Foto: Para Senioren GAMKI,PIKI dan Sumut Berdoa Menyampaikan Ucapan Belasungkawa Atas Meninggalnya Pdt DR MD Wakkary di Rumah Duka Jalan S Parman, Rabu(22/6). 
Medan, DP News


Pdt DR MD Wakkary,salah seorang tokoh Sumatera Utara meninggal dunia di usia 79 tahun. Ucapan belasungkawa dari berbagai pihak terus berdatangan termasuk jejeran papan bunga turut belasungkawa di sepanjang Jalan S Parman. 


Jajaran Sumatera Berdoa, senioren Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) dan senioren GAMKI pun menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum Pdt Dr MD Wakkary, Rabu (22/6) di rumah duka Gereja GPdI Maranatha Jalan S Parman No 63 Medan.


Para senioren organisasi Kekristenan inipun mengadakan ibadah singkat dipimpin Ketua Umum Sumatera Berdoa Pdt Dr Robert Benediktus.


Selain Sekretaris Umum Sumatera Berdoa Nurhawati Simamora terlihat hadir Bendahara Umum Ida Nora Nasution, Wakil Ketua Pdt Jhony Saragih. Pembina: JA Ferdinandus, Bachtiar Sonar Siregar, Pdt Lucas Timoteus, penasehat DR RE Nainggolan, Drs Nabari Ginting MSi, Dr Edward Simanjuntak.Senioren PIKI Jhon Eron Lumban Gaol, senioren GAMKI Ronald Naibaho, Susi Ferdinandus, Dr Adolfina, Pdt Dr Rosiani Hutagalung, Pangihutan Hutagalung, Tiopan MT Tampubolon dan para pendoa Sumatera Berdoa. 


Mereka semua adalah sahabat dan kader-kader terbaik almarhum, ketika aktif keorganisasian pemuda Kristen. 


Sosok yang santun dan setia kawan itu telah pergi menghadap Ilahi, membuat semua sahabat dan kerabat tidak mampu membendung air mata,terlebih JA Ferdinandus, 

yang mantan Dirut PTPN II ini sesegukan di samping jenazah ketika berlangsungnya ibadah singkat. 


Pdt Dr Robert Benediktus dalam khotbah singkatnya mengangkat ayat Alkitab dari Kitab 2 Timoteus 4:7-8: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya”.


RE Nainggolan saat menyampaikan kata kata penghiburan mengatakan bahwa almarhum Pdt Dr MD Wakkary semasa hidupnya adalah sosok yang tulus, cerminan ajaran Kristus ada pada dirinya. 


“Beliau sosok yang jujur, tulus dan memiliki komitmen di dalam kehidupannya. Dalam kehidupan bermasyarakat dia menunjukkan sosok yang benar-benar anak Tuhan, menghormati orang lain dan dihormati orang lain,” kata RE Nainggolan.


Sementara itu, Jhon Eron Lumban Gaol sebagai senioren GAMKI dan PIKI mengatakan bahwa dirinya adalah binaan langsung MD Wakkary.Om Max (panggilan akrab MD Wakkary) tidak pernah membina kadernya secara emosional. 


"Beliau adalah tokoh Kisten di Sumut yang diterima semua pihak, di zaman mudanya sudah berprestasi dan memimpin GAMKI Medan dan Sumut. Sebenarnya beliau akan terpilih jadi Ketua Umum DPP GAMKI, tapi karena ada kader GAMKI Jawa Tengah Dr Suku Waluyo ingin jadi Ketua Umum maka Om Max legowo mundur,”kenang Eron Lumban Gaol.


Selain itu, lanjut Eron MD Wakkary juga terkenal sebagai sosok pemberani, dia sebagai tokoh muda Kristen Sumut Tahun 1965 menumpas sisa-sisa G30 S/PKI.


“Tapi punya integritas yang kuat, saya adalah kader beliau bersama Buttu Hutapea, Tarubar dan lainnya. Makanya saya mengajak semua Lembaga Keumatan Kristen Sumut agar turut menyampaikan belasungkawa,” ajaknya.


Jhon Eron juga menyampaikan selamat ulang tahun ke-79 di depan jenzah dan keluarga yang ditinggal. Karena pada hari wafatnya bertepatan dengan hari lahir MD Wakkary ke-79. 


“Berbanggalah keluarga memiliki suami, orang tua dan opa seperti Om Max ini, di hari ulang tahunnya beliau ada bersama Tuhan,” ucap Eron sambil meneteskan air mata.


Mantan anggota DPRD Medan dan Sumut 2 periode ini mengenang pesan MD Wakkary yang sangat berkesan sampai sekarang. Beliau mengajak umat Kristen agar menjadi domba di tengah-tengah srigala. 


“Jadilah kita seperti domba di tengah-tengah srigala, artinya harus mampu dan berani menghaddapi tantangan, jangan takut mengungkapkan yang benar, karena Tuhan ada bersama kita, itulah pesan beliau yang tidak pernah saya lupakan,” terang Eron. 


Di rumah duka, rombongan disambut Ny MD Wakkary, adik kandung almarhum Pdt Paul F Wakkary dan keluarga.

Semasa hidupnya, Pdt MD Wakkary cukup dikenal juga di dunia pers dan aktif di salah satu koran harian besar di Kota Medan. 

Pengamatan di sepanjang Jalan S Parman berjejer papan bunga turut belasungkawa dari berbagai pihak.(rd) 


×
Berita Terbaru Update