Notification

×

Iklan

Iklan

Susanti Dewayani dan Waris Thalib Dilantik Menjadi Walikota Pematangsiantar dan Walikota Tanjungbalai, Edy: Tingkatkan Serapan Anggaran....

22 Agustus 2022
Foto:Gubsu Edy Rahmayafi Lantik dr Susanti Dewayani, Sp.A menjadi Walikota Pematang Siantar dan Waris Thalib SAg MM Sebagai Walikota Tanjungbalai, Senin(22/8).
Medan,DP News

Gubsu Edy Rahmayafi lantik dan ambil sumpah dr. Susanti Dewayani, Sp.A menjadi Walikota Pematang Siantar dan Waris Thalib SAg MM sebagai Walikota Tanjungbalai, Senin(22/8).Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wali Kota Pematang Sianțar dan Walikota Tanjungbalai ini berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Jenderal Sudirman Medan,Senin pagi mulai pukul 08.00 WIB yang disiarkan langsung secara live streaming. 


Sebelumnya, tepat enam bulan lalu, yakni 22 Februari 2022 di tempat yang sama, juga oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebagai Wakil Wali Kota Pematang Siantar, yang selanjutnya menjadi Plt Wali Kota Pematang Siantar.


Saat itu, Susanti sendirian dilantik sebagai Wakil Wali Kota Pematang Siantar. Sebab pasangannya Ir Asner Silalahi yang merupakan calon Wali Kota Pematang Siantar saat Pilkada Tahun 2020 lalu, meninggal dunia sebelum pelantikan.


Dalam amanahnya,Edy berpesan agar kedua walikota yang baru dilantik menerapkan tata kelola pemerintahan terutama anggaran secara benar dan tepat. Untuk itu,penyusunan anggaran sesuaikan dengan RPJMD yang sudah ditetapkan sebelumnya sehingga tidak berlarut larut. 


"Bila berpedoman kepada RPJMD sebenarnya tidak akan ada masalah asalkan antara eksekytuf dan legislatif sama, sama memahami sasaran dan tujuan penganggaran tersebut" ujarnya. 


Secara khusus kepada jajaran Polres dan Kejari agar saling mendukung terutama dalam serapan  anggaran ditengah laju inflasi saat ini.Serapan anggaran yang rendah berpengaruh kepada laju inflasi sehingga untuk ke depan, serapan anggaran di Pematangsiantar itu harus lebih tinggi. 


Gubernur Edi juga menyampaikan lima hal yang diatur dalam tata kelola keuangan pemerintah yang selama ini terus menjadi persoalan. Kelimanya yakni perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban.


“Benar-benarlah melakukan tata kelola pemerintahan. Apalagi kondisi negara sedang tidak baik-baik saja. Inflasi di Sumut saat ini 5,6 persen,” terangnya.


Gubernur Edi mengibaratkan inflasi dengan tensi atau tekanan darah. Jika tensi terlalu tinggi, maka bisa menyebabkan stroke. Begitu juga bila terlalu rendah, sangat membahayakan.


“Sayangi rakyat, cintai rakyat dengan sepenuh hati. Lakukan yang terbaik. Lakukan konsolidasi dan lobi-lobi politik untuk kepentingan rakyat, bukan utk kepentingan pribadi atau kelompok,” pesannya.(Rd)























×
Berita Terbaru Update