![]() |
| Foto: Paparan Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22,Rabu(25/2) di Kantor Bupati Samosir |
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22 akan digelar selama dua hari, yakni 26–27 Februari di Segmen 5 Waterfront City Pangururan de gan target 4.000 - 5.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.Perayaan dimeriahkan hiburan rakyat menampilkan band lokal seperti Family Voice, The Boys Trio dan Siantar Rap Foundation.
Puncak perayaan tanggal 27 Februari akan dimeriahkan penampilan artis seperti Nauli Sister, D’Roha Voice, Nabasa Trio, Toton Cariboo, serta artis dari band nasional Ungu sekaligus peluncuran Horas Samosir Fiesta 2026 dengan berbagai agenda yang telah dirancang.
Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir, Rabu (25/2) di Aula Kantor Bupati Samosir dihadiri Ketua Panitia sekaligus Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Tunggul Sinaga,Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kadisbudpar Tetty Naibaho serta Plt. Kadis Indag Ferdinand Sitanggang.
Acara bertema “SamoslRumah Kita” bukan sekedar seremoni, tetapi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Samosir sebagai rumah bersama.
Upaya ini bertujuan menarik minat wisatawan berkunjung ke Samosir sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM serta pengusaha homestay dan perhotelan.
Terkait polemik yang mencuat Pasar Pengurus yang biasa digelar pada hari Rabu dimajukan ke hari Senin, Tunggul Sinaga menegaskan bahwa pergeseran jadwal tersebut merupakan hasil kesepakatan panitia setelah melalui pembahasan yang matang.
Sementara itu, Plt. Kadis Samosir Ferdinand Sitanggang, mengakui adanya gejolak di kalangan pedagang.
Ferdinand mengatakan, jika onan tetap dilaksanakan berdekatan dengan jadwal kegiatan, dikhawatirkan akan menghambat pemasangan panggung dan peralatan oleh EO serta menimbulkan persoalan kebersihan.
Sebanyak 25 stand disediakan khusus bagi UMKM dari berbagai sektor usaha.
Terkait kematangan pelaksanaan acara, Ferdinand Sitanggang menegaskan bahwa persiapan teknis dari sisi peralatan hampir rampung. Lokasi kegiatan yang dipusatkan di Segmen 5 Waterfront City Pangururan dipastikan siap sebelum hari pelaksanaan.
Panitia juga memastikan UMKM Samosir menjadi prioritas utama dalam pengisian stand yang tersedia.
Dari sisi acara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho, selaku koordinator seksi acara menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada hari pertama dengan Festival Kuliner berupa talk show “Dalini Horbo” (susu kerbau) dan naniura sebagai warisan budaya tak benda yang hampir punah.
Selain itu, akan digelar panggung apresiasi bagi siswa SD dan SMP, serta hiburan rakyat yang menampilkan band lokal seperti Family Voice, The Boys Trio dan Siantar Rap Foundation.
Pada hari kedua, rangkaian acara diawali dengan kebaktian oikumenis sebagai ucapan syukur yang dihadiri undangan dari berbagai daerah di Sumatera Utara hingga pemerintah pusat.
Tetty menegaskan bahwa kehadiran artis nasional merupakan strategi promosi pariwisata yang berdampak luas.
“Artis nasional menjadi magnet wisatawan. Dampaknya tidak hanya dirasakan UMKM, tetapi juga sektor akomodasi dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Panitia menargetkan 4.000 hingga 5.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang melibatkan masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata budaya dan alam unggulan di Sumatera Utara dan Indonesia.
Sementara itu, Kadis Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, berharap pers sebagai mitra pemerintah dapat mendukung dan berpartisipasi melalui pemberitaan yang positif.
“Kami berharap seluruh rekan media/pers dapat mendukung kesuksesan perayaan Hari Jadi Samosir ke-22. Samosir adalah rumah kita, maka kami berharap seluruh pers dapat berpartisipasi dengan pemberitaan yang positif,” ucap Immanuel.Rumapea/Redaksi
