![]() |
| Foto: Anggota DPRD Medan Lily |
Anggota DPRD Medan Lily minta perayaan Imlek kali ini dilaksanakan secara sederhana tanpa gemuruh maupun gemerlapan kembang api sebagai wujud rasa empati bagi warga terkena banjir bandang yang melanda Sumut dan daerah lainnya.
Sampai saat ini kata anggota Komisi 2 ini dampak banjir bandang masih sangat terasa. Meski di beberapa tempat sudah ada perbaikan tapi masih ada yang terisolir karena infrastruktur rusak. Mereka masih membutuhkan bantuan pangan, karena ladang tempat mencari nafkah rusak.
"Terlebih mereka masih sangat trauma, warga masih memerlukan pendampingan secara psikologis untuk menghapus sedih dan duka mengingat keluarga mereka ada meninggal dunia dan hilang. Selain itu bahan pangan, air bersih, pakaian serta kebutuhan pendidikan sangat dibutuhkan," kata Lily kepada wartawan, Senin (2/2).
Jika mengingat kejadian pilu tersebut, warga masyarakat yang akan merayakan Tahun Baru Imlek hendaknya berempati dengan cara merayakannya secara sederhana. Hendaknya jangan ada pesta kembang api, kesannya pesta pora sementara saudara-saudara di Taput, Tapteng, Tapsel, Aceh, Sumbar dan juga di beberapa kecamatan di Kota Medan masih berduka akibat bencana banjir.
"Janganlah dulu kita berpesta kembang api, masih banyak saudara kita sedang bersedih. Biarlah uang untuk kembang api kita gunakan membeli apa yang saudara-saudaraku kita diperlukan, apakah itu sembako, air bersih, pakaian, kebutuhan sekolah, mari kita bantu mereka," ungkap Lily.Rumapea/Redaksi
