![]() |
| Foto: Gubsu Bobby Nasution dia Bupati Langkat Saat Meninjau Posyandu Pembantu (Postu) di Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat baru-baru ini. |
UHH(Usia Harapan Hidup) Sumut mencapai 74,19 tahun atau melampaui target perjanjian kinerja sebesar 74,01 tahun dengan capaian 100,24 persen.Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan Tahun 2024 sebesar 73,90 tahun dan tahun 2023 sebesar 73,67 tahun.
Meningkatnya usia harapan hidup ini sekaligus menjadi penanda bahwa kualitas hidup dan akses terhadap fasilitas kesehatan di Sumut semakin membaik.
Kadinkes Sumut Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan, dari tujuh indikator kinerja utama, lima di antaranya berhasil direalisasikan dengan capaian di atas 100 persen.Keberhasilan tersebut dinilai tidak terlepas dari peran besar Gubsu Bobby Nasution melalui penguatan program kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Melalui visi Kolaborasi Sumut Berkah, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sukses melampaui sejumlah target indikator makro kesehatan, ditandai dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) serta turunnya Angka Kematian Ibu (AKI) secara signifikan hingga melampaui target nasional.
“Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan pendekatan holistik yang dilakukan bersama antara instansi pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam penguatan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi di Sumut,” ujar Faisal Hasrimy, Jumat (29/5).
Prestasi paling menonjol tercatat pada peningkatan kesehatan ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) di Sumatera Utara berhasil ditekan hingga mencapai 45,38 per 100.000 kelahiran hidup (KH), jauh lebih baik dari target awal sebesar 65,78 per 100.000 KH atau dengan capaian 131,01 persen.
Capaian tersebut juga berada jauh di bawah rata-rata nasional tahun 2025 yang tercatat sebesar 85,17 per 100.000 KH.
Penurunan AKI turut diiringi membaiknya Angka Kematian Bayi (AKB) yang terealisasi sebesar 3,20 per 1.000 kelahiran hidup, lebih baik dari target 3,28 per 1.000 KH dengan capaian 102,44 persen.
Sementara itu,indikator cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencatat hasil 100,67 persen dari target 98,6 persen. Dengan capaian tersebut, Sumatera Utara berhasil mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC), sehingga masyarakat tidak lagi terkendala biaya saat berobat.
Pemprov Sumut berkomitmen penuh memastikan bahwa status UHC dan peningkatan indeks kesehatan ini bukan sekadar pencapaian angka di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh setiap lapisan masyarakat Sumut menuju lingkungan yang sehat, berkah, dan sejahtera,” ujar Faisal.Rumapea/Redaksi
