Medan,DP News
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) / Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR RI secara virtual dari Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jendral Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (29/6). Gubernur menyampaikan beberapa upaya pemulihan pariwisata di Sumut.
“Hingga saat ini saya terus berpikir bagaimana agar pelaku pariwisata tidak collapse (terpuruk). Untuk itu terus dilakukan berbagai upaya koordinasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota dan stakeholder terkait. Provinsi juga memfasilitasi kemudahan bagi para industri pariwisata,” ujar Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya protokol kesehatan pada destinasi wisata untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. “Dalam membuka destinasi wisata, protokol kesehatan adalah intinya. Untuk itu harus kita siapkan dengan baik. Komisi X harus konkret mendorong apa yang sudah kami lakukan, sehingga wisata kita kembali normal,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diwakili oleh Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar menyampaikan ada pemberian insentif bagi industri dan tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19.
“Kemenparekraf memberikan dukungan bagi industri hotel, makan minum dan transportasi untuk menyediakan jasa bagi tenaga kesehatan dan Gugus Tugas Nasional di daerah paling terdampak Covid 19. Kemenparekraf juga aktif menyelenggarakan virtual event untuk meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Kurleni.
Kurleni juga memaparkan jumlah tenaga kerja terdampak Covid-19 mencapai 327.235 orang. Jumlah tersebut antara lain tersebar di 5 provinsi yang paling terdampak yakni, Jawa Timur 49.642 orang, Jawa Barat 49.633 orang, Bali 46.140 orang, DKI Jakarta 30.792 orang dan DI Yogyakarta 21.057 orang.
Selanjutnya, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo optimis ada angin baru pariwisata untuk Danau Toba, sebab pembangunan di Danau Toba terus berjalan. “Kedatangan wisatawan ke Sumut memang menurun, tapi saya optimis karena pembangunan infrastruktur terus berjalan, seperti pembangunan jalan tol Tebing Tinggi – Pematangsiantar yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020. Kemudian pembangunan pelabuhan Ajibata, Tigaras dan Simanindo hingga pembangunan jalan lingkar Samosir akan ditargetkan selesai akhir tahun ini,” tambahnya.
Selain Gubernur Edy Rahmayadi, rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian juga diikuti beberapa kepala daerah destinasi super prioritas, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Wakil Gubernur NTT Josep Nae Soi.(Rd/Humas Provsu)





Share Berita


Jakarta,DP News
Wali Kota Surakarta (Solo), FX Hadi Rudyatmo mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo agar menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo hingga 2021.
Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak memiliki anggaran tambahan pengadaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) tambahan yang diminta KPU Solo. Selain itu, faktor pandemi corona juga menjadi pertimbangan usulan penundaan.
"Kalau memang KPU dan petugasnya punya kekhawatiran terpapar Covid-19, saya kira layaklah ditunda 2021," kata Rudy, Senin (29/6).
Rudy mengingatkan, jumlah kasus Covid-19 di tanah air masih terus meningkat meski berbagai upaya dari Pemerintah terus digencarkan. Tambahan kasus per hari dalam beberapa hari terakhir bahkan tembus di atas 1.000 kasus.
Rudy yakin pandemi Covid-19 masih terus berlanjut hingga 2021. Namun dengan pergantian tahun anggaran, Pemkot lebih leluasa mengalokasikan dana yang ada untuk KPU. Kata dia, anggaran Pemkot di tahun 2020 habis terkuras penanganan Covid-19. Bahkan awal bulan Juni lalu Pemkot mengajukan penundaan pembayaran tagihan listrik untuk Juli hingga Desember.
"Kita sendiri enggak bisa nafas. Mau bayar listrik sama BPJS saja enggak bisa. KPU mau minta tambahan Rp 11 Miliar. Kita jelas enggak ada," kata Rudy.
Menurut Rudy, penundaan Pilkada hingga tahun depan tak akan mengurangi esensi pesta demokrasi tersebut. Apalagi pemenang Pilkada sudah dipastikan tetap menjabat lima tahun meski pelaksanaan Pilkada ditunda.
"Jadi kalau misalnya nanti dilantik akhir 2021, ya berarti yang menang akan menjabat sampai akhir 2026," katanya.
Sebelumnya diberitakan Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya mempertimbangkan penundaan Pilkada Serentak 2020 untuk daerah-daerah yang nihil anggaran bagi pembelian alat pelindung diri (APD).
Penundaan, kata Arief, dimungkinkan karena diatur dalam undang-undang. UU Nomor 10 Tahun 2016 memperbolehkan penundaan lokal, sedangkan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 memperbolehkan penundaan nasional.
KPU Solo meminta anggaran tambahan Rp 10,64 Miliar kepada Pemkot Solo untuk pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi. Dana tersebut diperlukan untuk penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang membengkak karena batasan maksimal 500 pemilih per TPS.
Selain itu, anggaran tambahan tersebut juga akan digunakan untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas saat verifikasi faktual di lapangan maupun saat pemungutan suara di TPS.
"Kita menambahkan 242 TPS dari 1.016 TPS. Jadi total ada 1.258 TPS karena ada batasan maksimal setiap TPS itu 500 pemilih," kata Ketua KPU Solo Nurul Sutarti.





Share Berita

Jakarta,DP News
Rapat Komisi VII dan holding tambang BUMN MIND ID berlangsung panas. Direktur Utama MIND Orias Petrus Moedak diusir dari ruang rapat oleh Anggota Komisi VII Muhammad Nasir. Begini ceritanya.
Mulanya, Nasir meminta penjelasan mengenai pelunasan utang perusahaan ke Orias. Nasir meminta data detil terkait hal tersebut.
Orias sedikit memotong pembicaraan dengan menjawab akan menyampaikan datanya. Nasir lantas mengatakan agar hal ini tak terjadi lagi dan meminta Orias keluar dari ruangan rapat bila sampai terulang.
Orias kembali menanggapi Nasir dengan mengatakan akan keluar dari ruang rapat bila diminta dan bila mendapat restu pimpinan rapat. Di sinilah kondisi memanas hingga Nasir menggebrak meja.
"Kalau bapak sekali lagi gini saya suruh bapak keluar dari ruangan ini," kata Nasir di Komisi VII DPR Jakarta, Selasa (30/6).
"Kalau bapak suruh keluar, izin pimpinan, saya keluar," jawab Orias.
"Bapak bagus keluar, karena nggak ada gunanya bapak rapat di sini. Anda bukan buat main-main dengan DPR ini," katanya dengan nada tinggi sambil menggebrak meja.
Orias sendiri terlihat ikut 'panas' namun berupaya tenang. Ia kemudian menjawab, dirinya datang karena diundang.
"Saya diundang saya datang," ujarnya. Debat panas kemudian masih terus berlanjut.
Sebagai informasi, Komisi VII DPR RI menggelar rapat dengan holding tambang BUMN siang ini. Rapat digelar pukul 13.15 WIB. Rapat ini dibuka dan dipimpin oleh Wakil Komisi VII DPR Alex Noerdin di Komisi VII DPR Jakarta.
Ada beberapa agenda dalam rapat ini, yakni membahas kinerja BUMN tambang di masa pandemi COVID-19, kontribusi BUMN tambang di masa pandemi COVID-19 dan proyeksi pendapatan pemerintah sebelum dan sesudah akuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia.(Rd/detik.com)



Share Berita


Demak,DP News
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Para warga yang mendengar kabar tersebut mengantre di seberang jalan untuk melihat dan menyapa Jokowi.
Pantauan detikcom di lokasi, rombongan Presiden Jokowi mengunjungi salah satu perusahaan furnitur, yakni PT Saniharto Enggalharjo. Kunjungan Jokowi tersebut bersifat intern, awak media hanya bisa menunggu di luar.
Warga yang mengetahui kedatangan Jokowi mengantre di seberang jalan berharap bisa menyapa. Warga ingin menyampaikan keluhan dan meminta Jokowi memperbaiki fasilitas umum (fasum) terdampak banjir rob atau pasang air laut yang menggenangi permukiman.
"Ya, ingin menyapa, dada-dada (melambaikan tangan). Sayangnya tadi kacanya (mobil) ditutup. Harapannya ya ada perbaikan jalan, karena sudah lima tahun saya terdampak rob," kata warga Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Demak, Masmuah, di Jalan Pantura Sayung Km 12, Demak, Selasa (30/6).
Sementara warga lainnya asal Desa Gemulak, Kecamatan Sayung, Susilowati, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengatakan Desa Gemulak juga terdampak banjir rob tahun ini. Desa yang terletak di dekat jalan Pantura tersebut, menurutnya, terjadi banjir rob saat sore hari.
"Dulu Gemulak belum kena rob, sekarang sudah kena rob, waktu sore. Tolonglah Pak Jokowi, bagaimana caranya, kasihan kan," pinta Susi.
Saat kepulangan kunjungan Jokowi, tampak rombongan memberikan tas berupa sembako kepada sejumlah warga yang sebelumnya berbaris di seberang jalan. Warga melambaikan tangan dan berebut bantuan. Sementara itu, Presiden Direktur PT Saniharto Enggalharjo, Harsono Enggalharjo mengatakan, kedatangan Jokowi untuk melihat langsung produk di perusahaannya.
"Kedatangan Bapak Presiden Jokowi, beliau direkomendasi oleh Bapak (Menteri) Perindustrian yang telah datang dan mengetahui. Semuanya, baik social distancing maupun produk, semuanya, kita masih kerja, lembur dan sebagainya," jelas Harsono usai kunjungan Jokowi.(Rd/detik.com)



Share Berita

Deliserdang,DP News
Bandara Kualanamu sebagai pintu masuk dan keluar orang-orang ke Sumatera Utara (Sumut) tentunya memegang peranan penting dalam menghambat penyebaran Covid-19. Jika pintu gerbang sudah diamankan, maka pengendalian penyebaran bisa lebih mudah.
Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut R Sabrina meninjau dan mengevaluasi kesiapan Bandara Kualanamu Deliserdang, Selasa (30/6). “Kita kan sudah menuju New Normal. Penerbangan dan mobilisasi orang ke depannya juga akan semakin banyak. Untuk itu, jangan sampai kita kecolongan di pintu masuk. Kita bebaskan orang masuk, nanti malah kita yang kerepotan melakukan pelacakan,” ujar Sabrina saat berdialog dengan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan Priagung Adhi dan Koordinator KKP Bandara Kualanamu Ni Nyoman.
Dalam peninjauan yang dilakukan Sabrina, ada beberapa evaluasi yang menjadi catatan penting dan perlu untuk ditindaklanjuti. Salah satunya, penyediaan Posko GTPP Covid-19 khusus di bandara untuk memperketat kontrol.
Kemudian, Sabrina mempertegas agar penumpang yang tidak punya surat PCR dengan hasil negatif atau minimal Rapid Test dengan hasil non reaktif benar-benar menjalani tes setibanya di Kualanamu. “Saya mendapat kabar dari KJRI Penang besok (Rabu, 1/7) itu masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 180 orang dengan Airasia, karena itu juga saya datang. Tolong dipastikan mereka itu sampai di sini, kita lakukan prosedur sesuai protokol penanganan Covid-19. Fasilitas apa yang belum ada di bandara, mungkin bisa kami bantu,” katanya.
Sabrina juga menyempatkan berdialog dengan Duty Manager Airasia Medan Rudianto. Diharapkan Sabrina, pihak penerbangan juga memiliki perhatian untuk masalah Covid-19. “Karena ini kan masalah kemanusiaan, masalah global. Jadi memeranginya pun harus kita bersama,” tutur Sabrina.
Duty Manager Airasia Medan Rudianto sepakat dengan pernyataan Sabrina. Namun, Rudianto mengaku ada satu kendala yang sulit dihadapi pihak penerbangan yakni kebijakan yang memperbolehkan penumpang untuk tes di bandara tujuan.
“Sesuai SE BNPB, penumpang diperbolehkan tes di bandara tujuan. Jadi, saat mereka ingin terbang tanpa bawa surat, sulit kita hambat. Alasannya, tes di bandara tujuan. Begitu sampai mereka bilang tidak ada uang untuk bayar tes. Mungkin ini perlu juga kita pertegas dibantu dengan Peraturan Gubernur. Seperti di Bali, Peraturan Gubernur tidak memperbolehkan masuk dan keluar tanpa surat tes kesehatan,” terang Rudianto.
Kepala KKP Kelas I Medan Priagung Adhi menyebut bandara sudah memiliki fasilitas Ruang Karantina dan fasilitas tes seadanya. Namun, kendalanya banyak penumpang yang tidak bersedia melakukan tes karena tidak mempunyai uang. “Jadi, serba salah. Tidak kita terima tetapi warga kita. Kebijakan terbang dan masuk tanpa surat tes mungkin perlu kita perketat ke depan. Ini jadi bahan evaluasi. Dan penyediaan posko GTPP Covid-19 di bandara perlu kita segerakan,” ucapnya.
Turut hadir mendampingi Sabrina yakni Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Abdul Haris Lubis, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut Harianto Butar-butar dan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Aris Yudhariansyah.(Rd/Humas Provsu)










Share Berita


Foto : Humas Polresta Barelang/Indra
Batam,DP News.
Kapolresta Barelang AKBP Purwadi W. Anggoro, S.I.K, M.H hadiri kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 108 Kodim 0316/ Batam, di Gundap, kelurahan Tembesi, kecamatan Sagulung Kota Batam,Selasa (30/6).
Kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 108 Kodim 0316/Batam tahun ini bakti sosial dengan melaksanakan kegiatan pengecoran jalan/semenisasi di Kampung Tua Gundap Kel. Tembesi Kecamatan Sagulung kota Batam sepanjang 160 meter yang dilaksanakan selama 1 bulan. Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Wali Kota Batam, Danrem 033/WP, Dandin 0316 Batam, Kapolsek Sagulung, Danramil sekota Batam, Camat Sagulung, Lurah Tembesi, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tembesi Kec. Sagulung Kota Batam. Bhabinsa 1SST Yonif 136/TS, personil Mariner Yon 10/SBY, perwakilan Brimob Polda Kepri dan personil Polresta Barelang. Sekira Pukul 11.30 WIB kegiatan selesai dilaksanakan dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah/silahturahmi.(Indra/l)

Share Berita


Foto Istimewa/Humas Polda Kepri/Indra
Batam,DP News.
Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan 3 orang tersangka yang tergabung dalam sindikat tulung selapan tipsani (tipu sana sini) ketiga tersangka berinisial NA, yang berperan sebagai pengambil alih kepemilikan nomor telepon korban.Iinisial AN, berperan sebagai orang yang mendapatkan data nasabah korban dan inisial MA, berperan sebagai menyalurkan kembali data nasabah korban kepada tim lain yang bisa mengakses dan mengambil alih internet banking.
Hal tersebut disampaikan Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Hanny Hidayat S.Ik., MH., melalui Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik., M.H. didampingi oleh kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan PS. Kasubdit V Ditreskrimsus Polda kepri Kompol I Putu Bayu Pati, S.Ik., MH., di Media Center Polda Kepri. Selasa (30/6).  
“Ketiga tersangka berhasil diamankan oleh tim Ditreskrimsus Polda Kepri Di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.  Dengan modus yang dilakukan oleh tersangka adalah melaporkan dengan kuasa palsu kepada rovider telepon, bahwa handphone yang digunakan nya telah hilang dan nomor handphone tersebut akan dihidupkan kembali, setelah nomor handphone dikuasai dan dapat dihidupkan kembali, segala bentuk akses dapat dioperasikan termasuk dengan akses internet banking milik korbannya.” tutur Wadir Reskrimsus Polda Kepri. 
Setelah menguasai segala akses kemudian tersangka mengoperasionalkan internet bangking milik korban J yakni dengan cara mentransfer uang yang ada di rekening pemilik kepada beberapa rekening milik tersangka.  Kerugian yang dialami korban adalah sebesar Rp. 415.596.464,. Barang bukti yang kita sita adalah beberapa kartu SIM Card, rekening koran, beberapa buku tabungan dan beberapa kartu ATM. Jelas Wadirreskrimsus Polda Kepri. 
“Saat ini kita berhasil mengungkap baru satu korban, dan akan terus kita kembangkan untuk korban-korban lainnya, data yang didapatkan oleh tersangka berdasarkan data acak atau random, dan setelah berhasil dibuka oleh tersangka no handphone tersebut menggunakan akses internet banking, para tersangka ini merupakan pemain lama yang tergabung didalam sindikat Tulung Selapan Tipsani (Tipu Sana Sini)”. tutur Wadir Reskrimsus Polda Kepri. 
“Tersangka dikenakan dengan Undang-Undang Republik Indonesia no. 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan atas Undang-Undang Republik Indonesia no.19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 46 ayat (1) dan/atau pasal 51 ayat (2) pasal 55 ayat (1) Ke -1 K.U.H.Pidana pasal 46 ayat (1) Jo pasal 30 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 600.000.000,00. dan/atau pasal 51 ayat (2) Jo pasal 36 dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 12.000.000.000,00,-.” jelas Wadir Reskrimsus Polda Kepri. 
Berikutnya PS. Kasubdit V Ditreskrimsus Polda kepri mengatakan “kita akan terus berupaya memaksimalkan teknis penyidikan, dan dari beberapa informasi yang didapat serta kita himpun dapat lah satu nama tersangka yang berada di daerah Palembang, Sumatera Selatan.
Dari satu orang ini terungkaplah dua tersangka lainnya di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir dan sampai dengan saat ini kita masih terus mengejar tersangka lainnya karena jaringan ini merupakan komplotan jaringan yang sudah biasa melakukan penipuan dengan modus yang sama.  Dihimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Batam apabila mengalami hal yang sama, jangan segan-segan untuk segera melaporkan kepada kami atau ke kantor polisi terdekat”,jelas Kompol I Putu Bayu Pati, S.Ik., M.H. 
“Para pelaku kejahatan saat ini dalam menjalankan aksinya tidak hanya dilakukan secara konvensional namun dilakukan juga secara IT, merupakan sasaran empuk bagi pelaku kejahatan salah satu nya menggunakan sarana alat komunikasi yang sudah diterangkan diatas.  Kembali kami himbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan handphone terutama saat menggunakan aplikasi internet banking. 
Pastikan apabila ada pihak lain yang menghubungi terkait dengan rekening dan informasi nasabah janganlah langsung dipercaya.Pergunakan PIN atau pasword sedemikian rupa yang susah diretas atau diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab”,tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.(Indra/l)


Share Berita

Medan,DP News                 
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengucapkan terima kasih kepada Mayjen TNI MS Fadhilah, sebab semasa menjabat sebagai Pangdam I/BB telah banyak mendukung Pemko Medan, terutama dalam bidang keamanan,  peningkatan kebersihan  serta mengatasi masalah banjir dengan melakukan aksi bersama membersihkan sungai.
"Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama ini kepada Pemko Medan. Kami beserta warga Kota Medan mengucapkan selamat bertugas di tempat baru. Kami mendoakan agar Bapak dapat menjalankan tugas dengan baik serta karir semakin terus meningkat ke depannya," kata Akhyar ketika menghadiri  acara Lepas Sambut Pangdam I/BB di Balai Prajurit Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (29/6) malam.
Lepas sambut dilakukan setelah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kembali melakukan mutasi dan promosi terhadap 49 Perwira Tinggi (Pati) TNI, termasuk jabatan Pangdam I/BB. Kini jabatan Pangdam I/BB diamanahkan kepada Mayjen TNI Irwansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hankam BIN. Sedangkan, Pangdam I/BB yang lama yakni Mayjen TNI MS Fadhilah selanjutnya menduduki jabatan Pa Staf Ahli Tk III Kasad Bidang Intekmil dan Siber (Orgas baru).
Selanjutnya kepada Mayjen TNI Irwansyah, Akhyar  mengucapkan selamat datang dan bertugas di tempat baru sebagai Pangdam I/BB. Akhyar yakin dan optimis Mayjen TNI Irwansyah dapat meneruskan kinerja yang telah dijalankan Pangdam sebelumnya. "Kami berharap kondisi keamanan di wilayah Provinsi Sumatera Utara, terkhusus Kota Medan  yang selama ini sudah baik akan menjadi lebih baik lagi ke depannya di bawah kepemimpinan Bapak Pangdam I/BB yang baru," harapnya.
Acara lepas sambut yang berlangsung meriah dan penuh rasa kekeluargaan tersebut turut dihadiri dihadiri  Gubsu Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut  Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kasdam I/BB Brigjen TNI Didied Pramudito, Kabinda Sumut Brigjen TNI Ruruh Setyawibawa serta unsur Forkopimda Sumut, pejabat tinggi di lingkungan Kodam I/BB serta alim-ulama.
Dalam acara lepas sambut tersebut, Gubsu  didampingi istri memakaikan kain songket dan tengkulok (penutup kepala khas Melayu) kepada Mayjen TNI Irwansyah yang juga didampingi istri sebagai ucapan selamat datang dan bertugas di wilayah Kodam I/BB yang meliputi Provinsi Sumut, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.
Sedangkan Pangdam I/BB yang lama menerima cindera mata dari Gubsu, Kapolda Sumut, Ketua DPRD Sumut serta unsur Forkopimda Sumut, termasuk pemberian cindera mata dari Plt Wali Kota Medan.
Sementara itu Mayjen TNI MS Fadhilah dalam sambutannya, menyampaikan permintaan maaf karena selama menjabat sebagai Pangdam I/BB  masih ada kekuangan. Dia berharap kekurangan itu dapat dilanjutkan Pangdam I/BB yang baru sehingga menjadi maksimal.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Saya sangat mencintai Kodam I/BB dan saya minta doa dan restu semua sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai Pa Staf Ahli Tk III Kasad Bidang Intekmil dan Siber. Selanjutnya kepada Pangdam I/BB saya mendoakan  dapat menjalankan tugas dengan baik," ungkap Mayjen TNI MS Fadhilah.
Sedangkan Pangdam I/BB yang baru Mayjen TNI Irwansyah mengatakan, acara lepas sambut ini baginya sebagai tanda dirinya sudah diterima di wilayah Kodam I/BB. Untuk itu, Pangdam berharap dukungan semua pihak dan terus melakukan komunikasi dan koordinasi  berkesinambungan. "Saya mengucapkan selamat jalan dan selamat bertugas  kepada Mayjen TNI MS Fadhilah. Kita berdoa semoga sukses di tempat  yang baru," kata Pangdam I/BB. (Hot/Rd)



Share Berita

Medan,DP News                     
Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi kepada seluruh unsur Forkopimda Kota Medan, termasuk pimpinan dan anggota DPRD Medan yang telah membantu Pemko Medan dalam menangani pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)  selama ini. Diharapkan, bantuan dan dukungan terus diberikan sehingga pandemi Covid-19 berakhir di Kota Medan.
“Terima kasih atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan selama ini. Saya yakin dan percaya dengan kesolidan dan kekompakan bersama, insya Allah kita dapat melalui keadaan yang sulit ini walaupun dengan langkah terbatas. Kerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas harus terus diusung semaksimal mungkin. Lalu, terus berkolaborasi untuk menggerakkan Kota Medan ke arah lebih baik lagi,” kata Akhyar di Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Medan Memperingati Hari Jadi Ke-430 Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Selasa (30/6).
Ucapan terima kasih juga disampaikan Akhyar kepada masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 merupakan persoalan bersama sehingga penanganannya pun harus dilakukan bersama-sama.
Diungkapkan Akhyar, jumlah warga Kota Medan yang positif Covid-19 terus meningkat, kini hampir mendekati angka 1.000. Dari jumlah tersebut, terangnya, penularan yang terjadi melalui orang tanpa gejala (OTG).  Untuk itu Akhyar mengingatkan, Covid-19  bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi dan harus segera diobati.
”Anggarannya telah kami persiapkan dan kami akan selalu terbuka terkait penanganan Covid-19, termasuk penggunaan anggaranya. Tidak ada yang ditutupi, ini amanah dan tanggung jawab bersama. Kita berharap pandemi Covid-19 segera berakhir di Kota Medan, serta seluruh masyarakatnya senantiasa sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.  Dengan kebersamaan dan semangat yang tinggi, mari kita hadapi pandemi Covid-19 dengan senantiasa mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya. 
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Medan, serta unsur Forkopimda Kota Medan, Akhyar selanjutnya memaparkan, Pemko Medan telah  melakukan beberapa langkah strategis  dalam percepatan penanganan Covid-19, diantaranya dengan mengalokasikan anggaran sebesar 40%, menyiapkan jaringan pengamanan sosial melalui hibah bansos bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 maupun yang mengalami total lost income.
Di samping itu sambung Akhyar lagi, Pemko Medan juga telah mengeluarkan Perwal No.11/2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanaganan Corona Virus Disease (Covid-19). Kemudian menyiapkan lokasi penampungan warga yang harus menjalani isolasi di dua lokasi yakni Gedung P4TK Jalan Setiabudi Medan Helvetia dan RS Lions Club Jalan T Amir Hamzah Medan.
“Kita saat ini giat mengubah kultur masyarakat agar dapat beradaptasi dengan keadaan normal baru yang sebentar lagi akan kita masuki secara serentak se-Sumut mulai besok (1/7), dengan menyiapkan Perwal yang mengatur tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitas di tengah pandemi Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.
Selanjutnya menyikapi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2024 yang menyisakan waktu 5 bulan lagi, Akhyar menegaskan, Pemko Medan  siap mendukung dengan mengalokasikan dana sebesar lebih kurang Rp.100 miliar melalui perjanjian hibah kepada KPU Kota Medan, Bawaslu, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan Kodim 0201/BS.  Untuk itu Akhyar mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali kota Medan pada 9 Desember mendatang.
Kemudian mengingat konsentrasi Pemko Medan kini masih terfokus pada penanganan Covid-19 serta persiapan untuk melakukan pemulihan ekonomi, kata Akhyar, maka Rencana Kerja pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021 diarahkan kepada fokus pemulihan pasca pandemi serta strategi pemulihan ekonomi.
“Jika pendapatan Pemko Medan membaik, maka kami akan lanjutkan program pembangunan  yang telah kita siapkan akan kita lanjutkan pembangunannya. Dengan semangat penuh, pantang menyerah dan kebersamaan yang terus kita rajut, saya yakin kita pasti dapat melewati kondisi sulit di tengah pandemi Covid-19, sekaligus mewujudkan kemajuan dan kejayaan Kota Medan  rumah kita pada masa mendatang,” harapnya optimis.         
Rapat paripurna dibuka Ketua DPRD Medan Hasyim SE. Dalam sambutannya, Hasyim mengungkapkan sejumlah catatan dan persoalan Kota Medan yang kini genap berusia 430 tahun. Di mana, ia menyoroti persoalan klasik yang tidak kunjung selesai seperti banjir, sampah, dan Kota Medan yang gelap gulita ketika malam hari.
"Persoalan banjir terjadi karena masalah drainase yang buruk. Sedangkan persoalan sampah karena perilaku masyarakat yang membuat sampah sembarangan," ujar Hasyim seraya juga menyoroti masih adanya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang padam sehingga menyebabkan sejumlah lokasi gelap, sehingga rentan terjadinya tindak kejahatan.
Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hasyim mengajak semua untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, seperti memakai masker, menghindari kerumunan, selalu cuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir serta tidak membuat kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.(H)

Share Berita

Medan,DP News                 
Pemko Medan menggelar Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama secara terbuka di lingkungan Pemko Medan. Ada lima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang akan diisi melalui seleksi terbuka tersebut, yakni Asisten Pemerintahan dan Sosial Sekretariat Daerah Kota Medan, Sekretaris DPRD Medan, Kadis Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Medan, Kadis Pemuda dan Olahraga serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan.
“Kami mengundang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan maupun di wilayah kerja provinsi Sumatera Utara yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri pada seleksi terbuka tersebut,” kata Sekda Kota Medan Ir Wiriya Al Rahman MM sekaligus Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Kota Medan di Balai Kota Medan, Selasa (30/6).
Sekda menjelaskan seleksi terbuka ini dilakukan pengisian Jabatan Tinggi Pratama di lingkungan Pemko Medan sesuai UU No.5/2014 tentang ASN dan Peraturan Menteri Pedayagunaan & Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.13/2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.   
Adapun ketentuan umum yang harus dipenuhi, jelas Sekda, peserta berstatus ASN di wilayah kerja provinsi Sumut, diutamakan bertugas di Pemko Medan. bagi pelamar di luar Pemko Medan, wajib melampirkan persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Kemudian, pangkat/golongan ruang serendah-rendahnya pembina (IV/A). Pendidikan minimal S1 serta sedang atau pernah menduduki jabatan administrator atau jenjang ahli madya paling singkat 2 tahun.
Selain itu tambah Sekda lagi, usia maksimal 56 tahun. Lalu, penilaian prestasi kerja bernilai baik dua tahun terakhir, memiliki kompetensi sesuai jabatan yang dilamar, sehat jasmani dan rohani melalui surat keterangan dokter dari unit pelayanan kesehatan pemerintah (bukan puskesmas).
“Pelamar atau peserta tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin berdasarkan PP No.53/2010, tidak mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang yang dibuktikan dengan surat pernyataan. Serta tidak pernah terlibat dalam proses pidana baik pidana korupsi maupun pidana uum yang dibuktikan dengan surat pernyataan,” ungkap Sekda.
Selanjutnya Sekda menjelaskan, peserta atau pelamar harus melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi, seperti surat lamaran ditulis dan ditandatangani dengan tinta hitam bermaterai Rp.6000. Kemudian, fakta integritas bermaterai Rp.6000, foto copy sah ijazah terakhir, daftar riwayat hidup, foto copy SK jabatan eselon II atau eselon III, foto copy SK CPNS, PNS dan pangkat terakhir.
Di samping itu juga, jelas Sekda, harus melampirkan foto copy Sertifikat Diklat Kepemimpinan tingkat II atau III, foto copy penilaian prestasi kerja tahun 2018 berdasarkan PP No.46/2011, foto copy NPWP dan SPT terakhir, pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar (latar belakang warna merah), surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta surat bebas narkoba dari rumah sakit pemerintah (bukan puskesmas). “Yang bersangkutan juga harus melampirkan surat pernyataan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang, berat maupun tidak menjalani hukuman disiplin atau proses pelanggaran disiplinyang dibubuhi materai Rp. 6000,” ungkapnya.Dalam melakukan seleksi terang Sekda, ada tiga tahapan yang akan dilakukan yakni seleksi tahap pertama (administrasi), seleksi tahap kedua (tes assessment) lalu seleksi tahap ketiga (presentasi dan wawancara). Adapun pengumuman jadwal kegiatan seleksi terbuka akan berlangsung 26 Juni- 10 Juli 2020. Penerimaan berkas dimulai 29 Juni- 13 Juli 2020. Sedangkan seleksi administrasi berlangsung 30 Juni-14 Juli 2020. 
Untuk pengumuman seleksi administrasi, imbuh Sekda, berlangsung 15 Juli 2020. Bagi peserta yang lulus admoinistrasi, akan mengikuti seleksi tahap kedua (assessment center) pada 20 Juli. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi tahap ketiga (presentasi dan wawancara) pada 23-24 Juli 2020.
“Setiap pelamar diperbolehkan maksimal mengajukan dua lowongan jabatan.  Bagi pelamar yang tidak memenuhi syarat seleksi administrasi, berkas lamaran tidak akan dikembalikan dan akan menjadi arsip panitia seleksi,” paparnya.
Bagi peserta yang ingin mengikuti seleksi terbuka, Sekda mengatakan, surat lamaran beserta dokumen persyaratan administrasi dilampirkan dalam bentuk soft copy/scan melalui media CD, DVD atau USB flashdisk yang disampaikan melalui email seleksijptpemkomedan@gmail.com. Lamaran juga bisa disampaikan langsung  kepada Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kota Medan d/a Badan Kepegawaian Daearah & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD&PSDM) Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan.
“Peserta tidak dikenakan biaya dalam bentuk apapun. Apabila di kemudian hari diketahui pelamar memberi keterangan tidak benar, maka panitia seleksi berhak membatalkan hasil seleksi. Setiap tahapan seleksi akan diumumkan melalui papan pengumuman  BKD&PSDM serta website bkd.pemkomedan.go.id. “Kita minta peserta aktif mengakses website tersebut,” pungkasnya. (Hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News
Menjelang Har Jadi e-439 Kota Medan,Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga mengatakan Kota Medan di usianya 430 tahun dianggap sudah cukup matang.
"Oleh karena itu, kita berharap supaya ke depan Pemerintah Kota Medan betul-betul dapat bersinergi untuk membangun komunikasi dengan DPRD Medan. Selain itu, Pemko Medan harus mampu bersaing dengan kota-kota besar yang ada di Indonesia yang kita anggap mungkin kota besar itu lebih maju daripada kita," tegasnya di ruang kerjanya saat dimintai komentar terkait HUT ke-430 Kota Medan yang jatuh pada 1 Juli, Selasa (30/6).
Dikatakan politisi Gerindra ini, dengan usia Kota Medan yang sudah cukup matang, Medan jangan lagi mendapat julukan sebagai kota terjorok.
"Kita harus bersinergi dalam membangun nilai-nilai kebangsaan kemudian menghidupkan semangat gotong-royong dalam tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 ini," katanya.(Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Tepat tanggal 1 Juli, Kota Medan genap berusia 430 tahun. Di usia hampir setengah abad, kota terbesar ketiga di Indonesia ini masih menyisakan sejumlah persoalan pembangunan.
Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, mengungkapkan persoalan yang tidak kunjung selesai di Kota Medan masih seputar persoalan klasik. “Masih seputar banjir, gelap dan kebersihan,” kata Hasyim sat dimintai tanggapannya tentang Hari Jadi ke-430 Kota Medan,Selasa (30/6).
Masalah banjir, kata Hasyim, dikarenakan masih buruknya sistem drainase yang ada. “Sedangkan persoalan sampah karena perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan,” ujar Hasyim.
Selain itu, sebut Hasyim, kondisi Kota Medan juga masih menjadi persoalan, karena banyaknya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tidak berfungsi dengan baik. “Akibatnya, sejumlah wilayah Kota Medan masih gelap, sehingga kerap mengundang terjadinya tindakan kriminal,” ujarnya.
Di sisi lain, tambah Hasyim, tingginya peredaran narkoba juga masih menjadi persoalan. “Itu sebagian masalah besar yang masih menjadi persoalan, belum lagi masalah di bidang kesehatan, pendidikan serta bidang-bidang lainnya.(Rd)

Share Berita


Samosir,DP News
Dalam Rapat Paripurna, Dewan Pimpinan Rakyat Darah (DPRD) Kabupaten Samosir menyampaikan pemandangan umum atas LKPJ tahunan Bupati Samosir Tahun Anggaran 2019, tentang persetujuan rancangan peraturan daerah atas LKPj tersebut Senin (29/6) di Gedung  DPRD Parbaba,Samosir.
Pada Rapat Paripurna itu, empat fraksi dari DPRD menyampaikan pemandangan umumnya. Dari Partai Golkar Parluhutan Sinaga, salah satunya memperhatikan nasib guru honorer yang telah mengabdi diatas 10 tahun. 
Polma H Gurning dari fraksi NasDem mengapresiasi Bupati Samosir dan jajaranya atas LKPj  tersebut. Untuk sektor pertanian, seperti penyediaan benih yang berkualitas dan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, Polma meminta agar kedepanya Bupati mengalokasikan anggaran yang lebih besar,pintanya.
Dari Fraksi PKB yang dibacakan Haposan Sidauruk menyampaikan saranya terkait Pendapatan Daerah, serta penyediaan air bersih segera terlaksana. 
Sementara Rismawati Simarmata dari fraksi PDIP mengatakan pertumbuhan ekonomi harus menjadi prioritas Pemkab Samosir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ML/r)


Share Berita

Medan,DP News
Menyikapi peningkatan penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajarannya, agar menyosialisasikan protokol kesehatan ke masyarakat. Target utama sosialisasi ini adalah pasar tradisional dan modern yang ada di Medan dan sekitarnya serta daerah yang termasuk dalam zona merah.
Peningkatan kasus positif Covid-19 di Sumut melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Satu Minggu terakhir peningkatan kasus positif Covid-19 mencapai 352 orang. Sebagian besar kasus positif Covid-19 berada di Kota Medan.
“Sesuai dengan arahan dan surat Gubernur, semua OPD dikerahkan untuk menyosialisasikan protokol kesehatan dan membagikan masker kepada masyarakat secara langsung. Untuk tahap ini yang menjadi targetnya adalah pasar di sekitaran Kota Medan. Karena pasar salah satu tempat yang rentan terjadi penyebaran Covid-19,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut R Sabrina, Senin (29/6), di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut.
Pada sosialisasi ini, ASN diminta untuk mengimbau masyarakat agar membatasi kegiatan di luar rumah, memakai masker, sering menyuci tangan, menjaga jarak, tidak memegang wajah sebelum cuci tangan serta tidak membawa anak-anak ke tempat keramaian. Menurut Sabrina, saat ini bagian terpenting melawan Covid-19 adalah partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk mencegah Covid-19.
“Kekuatan terbesar melawan Covid-19 adalah partisipasi masyarakat mencegah penyebaran Covid-19, kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan dalam melawan Covid-19. Dan ini adalah salah satu cara Pemprov Sumut untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat,” terang Sabrina.
Biro Humas dan Keprotokolan Sekretaris Daerah (Setdaprov) Sumut bersama Biro Administrasi Pembangunan turut ambil bagian dalam sosialisasi yang dilakukan secara serentak mulai, Senin (29/6). Sun Plaza Jalan KH Zainul Arifin Nomor 7, Medan adalah salah satu yang menjadi target dalam menyosialisasikan protokol kesehatan Covid-19.
Biro Humas dan Keprotokolan membagikan masker, hand sanitizer serta face shield secara gratis kepada para petugas dan pengunjung Sun Plaza. Juga mengingatkan para pengunjung yang membuka maskernya saat berada di dalam Sun Plaza, agar selalu mengenakan masker.
“Kita membagikan masker, hand sanitizer, face shield secara gratis terutama kepada petugas-petugas yang ada di mal ini. Kita juga berkeliling untuk memastikan pengunjung menaati protokol kesehatan dan bila ada yang melanggar seperti membuka masker kita ingatkan,” kata Kepala Biro Humas dan Keprotkolan Setdaprov Sumut Hendra Dermawan Siregar didampingi Kabag Pelayanan Media dan Informasi Fahri Azhari.
Kegiatan sosialisasi yang juga melibatkan Satpol PP ini sendiri ditargetkan berjalan satu bulan. Di minggu pertama targetnya adalah pusat perbelanjaan baik modern maupun tradisional. “Ini tahap pertama, kita lakukan satu minggu dengan targetnya pusat perbelanjaan karena tempat-tempat ini yang ramai dikunjungi masyarakat. Kemudian kita akan evaluasi kegiatan ini dan membenahinya bila ada kekurangannya. Minggu berikutnya lagi kita tentukan lagi di mana kita sosialisasi. Mudah-mudahan dengan begitu kesadaran masyarakat kita akan protokol kesehatan semakin meningkat,” terang Kepala Satpol PP Pemprov Sumut Suryadi Bahar, terpisah.
Sosialisasi ini juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh OPD Pemprov Sumut di sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan. Masing-masing OPD membagikan 5.000 masker, hand sanitizer dan face shield. Seperti BPKD di Plaza Medan Fair, Dinas Pendidikan di Pasar Hindu Jalan Hindu, Inspektorat di Pasar Pringgan Jalan Iskandar Muda, dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga di Pasar Timah di Jalan Timah.(Rd/Humas Provsu)




Share Berita




Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novia saat memberikan nasi kotak untuk warga di halaman Mako Polresta Barelang (Foto :Humas Polresta Barelang/r-Indra)
Batam,DPNews
Polresta Barelang gelar dapur umum dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-74 serta Ops Aman Nusa II di Halaman Mako Polresta Barelang.  Kabag Sumda Polresta Barelang Kompol Sarbini, mengatakan kegiatan Ops Aman Nusa II ini dalam rangka mendukung New Normal dan HUT Bhayangkara ke -74. "Jajaran Polresta Barelang membantu masyarakat khususnya yang berada di Kota Batam , dengan memberikan bantuan kepada warga dalam bentuk nasi kotak siap santap sebanyak 200 kotak," ujar Kompol Sarbini melalui Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novia. 
Sasaran utama pembagian nasi kotak tersebut yaitu kepada juru parkir, pengangkut sampah, pengendara ojek online, serta masyarakat yang layak untuk diberi nasi bungkus  tersebut.  "Dalam situasi seperti saat ini terlebih di masa pandemi wabah covid-19 setidaknya kami Polresta Barelang dapat berbagi rezeki untuk mengurangi beban yang di alami masyarakat dan juga merupakan salah satu bentuk kepedulian Kepolisian kepada masyarakat," imbuhnya.
Adapun proses memasak sampai dengan pembungkusan melibatkan seluruh personel Polresta Barelang yang dibantu oleh ibu-ibu Bhayangkari Polresta Barelang, (r-INDRA)

Share Berita


Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan.M.Hum saat meletakkan karangan bunga di tugu Pahlawan. (Foto : Humas Polda Kepri/r-Indra)
Batam,DP News
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-74, keluarga besar Polda Kepri melaksanakan Ziarah ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Jalan Letjend Suprapto, Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pada kali ini, Polresta Barelang sebagai pelaksana kegiatan Ziarah dalam acara yang berlangsung,Senin (29/6)  dipimpin Waka Polda Kepri Brigjen POL Drs. Darmawan M.Hum tersebut. 
Bertindak selaku Perwira Upacara pada ziarah tersebut adalah Wakapolresta Barelang AKBP Junoto, S.IK sedangkan bertindak sebagai komandan upacara adalah Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Isa Imam Syahroni, S.IK, MH. 
Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang AKBP Purwadi W Anggoro, Pejabat Utama (PJU) Polresta dan Kapolsek serta perwakilan personil upacara Polresta Barelang. Upacara ziarah diawali dengan penghormatan umum kepada arwah Pahlawan, peletakkan karangan bunga dan tabur bunga oleh Wakapolda Kepri yang diikuti oleh Pejabat Utama.  “Upacara Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada pada Arwah Pahlawan yang telah mendahului kita,” kata Kapolresta Barelang AKBP Purwadi W Anggoro, selaku Ketua Pelaksana kegiatan.
Purwadi yang didampingi Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novira menambahkan, kegiatan Ziarah rutin dilakukan setiap tahun sebagai rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Bhayangkara Ke -74 yang pada tahun ini jatuh pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2020.  Sedangkan tema yang diusung, pada kegiatan Hari Bhayangkara tahun 2020 ini yakni, “Selamat Hari Bhayangkara Ke -74, Kamtibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif”. (Indra/l)

Share Berita


Samosir,DP News
Bupati Samosir Rapidin Simbolon panen perdana sayur mayur yang merupakan binaan Koperasi Samosir Kasih Sinergi (KSKS) di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Senin (29/6).Bupati Samosir di dampingi Asisten II Saul Situmorang, Kadis Pertanian Viktor Sitinjak, Kadis Ketapang Rawati Simbolon, Kadis Nakerkoperindag Vikbon Simbolon, Kadis Kominfo Rohani Bakara, Direktur RSUD dr. Hadrianus Sinaga dr. Friska Situmorang, dan Bank Mandiri KCP Samosir Andika Sitompul. 
Ketua Koperasi Samosir Kasih Sinergi (KSKS) Pdt. Manatar Rumapea menyampaikan terima kasih kepada Bupati Samosir atas perhatiannya terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Samosir.
KSKS, lanjut Manatar, tetap berkoordinasi dengan Pemkab Samosir dalam melakukan seluruh kegiatannya membina para kelompok tani sayur mayur. Selain itu, KSKS juga menjalin kerja sama dengan PTK Mikael Grace Henokh (MKH) Kabanjahe untuk bantuan teknis mulai dari penanaman hingga pemanenan bagi para kelompok tani.
Manatar juga menjelaskan hasil pertanian sayur mayur Samosir dikirim ke pasar dalam dan luar negeri. Untuk dalam negeri, yaitu Bangka Belitung, Kalimantan, dan DKI Jakarta. Sedang untuk luar negeri, yaitu Korea Selatan dan Singapura.
Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengapreasiasi semangat bertani yang diinisiasi oleh KSKS karena di tengah-tengah pandemi tetap melakukan kegiatan bertani untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. “Pada masa sulit ini, kita masih tetap produktif,” ungkapnya. 
Lebih lanjut,Rapidin juga menyampaikan terima kasih kepada KSKS yang telah mendorong, memotivasi, dan menginspirasi masyarakat Samosir untuk bertumbuh menuju kehidupan yang lebih baik dalam hal pertanian.  Dan berharap KSKS berkembang ke depan sebagai koperasi penggerak kegiatan pertanian di kawasan Kabupaten Samosir.
Pada kesempatan itu, Bupati Samosir juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Mandiri KCP Samosir yang telah memfasilitasi para kelompok tani dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usaha pertanian sayur mayur melalui KSKS.
Bupati Samosir menyampaikan selamat kepada KSKS dalam menjalankan pengiriman sayur ke dalam dan luar negeri dan tetap memberdayakan para petani Samosir untuk mencapai visi Pemkab Samosir  yaitu terwujudnya masyarakat Samosir yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing berbasis pariwisata dan pertanian.tutupnya. (ML-/r)









Share Berita

Medan,DP News               
Pemko Medan serius melakukan penanganan terhadap Wabah Virus Corona (Covid-19) termasuk pada dampak yang ditimbulkan oleh wabah tersebut diantaranya Pemko Medan telah mengeluarkan Perwal Medan No 11 Tahun 2020 Tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Medan yang mengatur karantina kesehatan, hak dan kewajiban, upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19, koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan karantina kesehatan, sumber daya penanganan covid, pendanaan, pematauan, evaluasi dan pelaporan serta penegakan hukum.
Disamping itu, Pemko Medan mengucapkan terima kasih atas apresiasi Fraksi PDIP mengenai pengalihan sebesar 40 persen dari APBD Kota Medan Tahun 2020 untuk digunakan dalam penanganan dan penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
Namun begitu, upaya Pemko Medan tetap dioptimalkan, terutama memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan benar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seperti mengenakan masker ketika keluar rumah, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menghindari kerumunan, menjaga jarak (social distancing).
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Medan Ir Wiriya Al-rahman MM saat membacakan Nota Jawaban Wali Kota Medan atas Pandangan Umum DPRD Kota Medan pada Sidang Paripurna Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (29/6).
Wiriya pada kesempatan tersebut juga memaparkan mengenai penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) sembako kepada masyarakat dilakukan melalui usulan data kecamatan dengan kelurahan serta Kepala Lingkungan. "Dengan kriteria berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 mengenai penyediaan  Social Safety Net atau Jaringan Pengamanan Nasional antara lain pemberian hibah Bansos dalam bentuk uang atau barang dari Pemerintah Daerah secara memadai kepada antara lain individu/masyarakat yang terdampak atau memiliki resiko sosial seperti keluarga miskin, pekerja sektor informal/harian dan individu/masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial akibat terdampak Covid-19 serta yang mengalami Total Lost Income," papar Sekda saat membacakan Nota Jawaban kepada Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan.
Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 pada Desember mendatang, Pemko Medan, tambah Sekda, telah mengalokasikan anggaran lebih kurng 100 Milyar Rupiah melalui bantuan Hibah. "Pelaksanaan Pilkada, Insya Allah akan Pemko Medan dukung penuh dengan menggelontorkan anggaran melalui bantuan hibah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Polrestabes Medan, Polres Belawan, Kodim 0201/BS," ujar Wiriya.
Selain menanggapi pandangan umum dari Fraksi PDIP, Sekda juga memberikan tanggapan mengenai pandangan umum dari Partai Gerindra perihal Infrastruktur yang kualitasnya kurang dan tidak maksimal serta mengenai proyek pengerjaan drainase, Sekda menjelaskan bahwa Pemko Medan tetap berupaya maksimal dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan.
"Selain mengatasi permasalahan-permasalahan Drainase, Pembangunan Jembatan Sicanang akan tetap dilanjutkan untuk menjaga aksesibilitas masyarakat di kawasan Utara Kota Medan. Untuk menjaga kualitas pekerjaan, Dinas PU tetap menggunakan jasa konsultan supervisi dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan sehingga kualitas pekerjaan dapat ditingkatkan", Ujar Sekda.
Kemudian terkait Usulan perbaikan tata kelola parkir dengan menerapkan sistem lelang terbuka dan penggunaan parkir meter dengan tarif progresif di kawasan strategis, Sekda menjelaskan Pemko Medan akan menerapkan penggunaan parkir meter yang didukung pihak ketiga.
"Pemko Medan telah menerapkan E-Parking pada kawasan tertentu di ruas jalan Kota Medan dengan menjalin kerjasama dengan PT Bank Sumut. Diharapkan penerapan E-Parking ini akan menjadi kawasan percontohan atau uji coba parking elektronik yang nantinya akan dikembangkan pada kawasan lainnnya", ungkap Sekda.
Selain Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra, Sekda juga menjawab pertanyaan 6 fraksi lainnya dari F- PKS, F, PAN , F-Golkar, F-Nasdem, F-Demokrat, dan F-Hanura, F- PSI serta F- PPP. Nantinya hasil jawaban ini akan menjadi pertimbangan anggota dewan dalam pengambilan keputusan penetapan Ranperda LPJ APBD Kota Medan 2019.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Hari Ulang Tahun Kota Medan yang ke-430, banyak kalangan yang berharap kota ini benar-benar memberikan rasa aman kepada warganya. Tidak hanya rasa aman, warga kota Medan juga berharap mendapatkan pelayanan yang baik dalam pengurusan administrasi kependudukan, mulai dari kantor lurah sampai ke kantor dinas terkait.
Menurut Anggota DPRD Kota Medan Drs Wong Chun Sen, MPdB, ada beberapa catatan kami di Hari Ulang Tahun Kota Medan yang ke-430 ini, pertama, di musim pandemi Covid-19 ini masih saja ada masyarakat yang merasa dianaktirikan dalam mendapatkan bantuan dari Pemko Medan.
“Harapan kita, ke depan Pemko Medan benar-benar dalam melakukan pendataan terhadap orang-orang yang terdampak Covid-19. Bantuan yang diberikan tepat sasaran dan jangan ada yang bermain-main dengan bantuan untuk rakyat, baik yang dalam bentuk sembako atau dalam bentuk uang tunai,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
Masih di tengah situasi pandemi Covid-19, lanjut Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan ini mengingatkan Pemko Medan jangan pernah berhenti untuk mengingatkan dan melakukan sosialosasi terkait protokol kesehatan, mengingat kota Medan saat ini masuk dalam zona merah.
“Masyarakat dan warga kota Medan juga harus ikut berpartisipasi mendukung penerapan protokol kesehatan jika ingin wabah ini segera berlalu dari Kota Medan,” tegas Ketua Taruna Merah Putih kota Medan ini.
Catatan kita yang kedua adalah pelayanan publik dan pelayanan administrasi kependudukan di dinas terkait perlu dievaluasi agar lebih tertib, pelayanan di kantor lurah dan kantor kecamatan juga perlu ditingkatkan agar lebih memasyarakat.
“Selama musim pandemi Covid-19 ini, ada banyak keluhan masyarakat yang disampaikan kepada wakil rakyat, mulai dari masalah sampah, banyaknya jalan berlubang, parkir liar dan adanya kawasan yang belum bisa terbebas dari masalah banjir,” tandasnya,Senin(29/6)
Catatan kita ketiga, refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 perlu selektif dalam memilah-milah anggaran mana yang bisa digunakan dan anggaran dinas mana yang tidak perlu diganggu untuk penanganan wabah ini.
“Realokasi dan refocusing anggaran APBD TA 2020 perlu lebih selektif dan laporan penggunaannya harus transparan. Jangan karena musim Covid-19 jadi muncul oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi, atau mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sendiri,” ujar wakil rakyat dari Dapil 3 kota Medan tersebut.
Masih di momen HUT Kota Medan yang ke-430, Ketua Taruna Merah Putih Kota Medan ini berpesan agar pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam memutus mata rantai wabah ini. Harapan kita ke depan, wabah ini segera berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas sebagaimana biasanya.
“Salah satu caranya adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Menahan diri untuk tidak bepergian dan mengumpulkan banyak massa yang mengakibatkan kerumunan orang,” kata Tarigan.(Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, SH, meminta kepada seluruh pemilik bangunan dan pengembang properti di Kota Medan untuk mengikuti aturan dan mengurus Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hal ini diucapkan oleh Paul usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat komisi IV lantai 3 gedung DPRD kota Medan, Senin (29/6)
Dikatakan Paul, banyak temuan dan laporan dari masyarakat terkait maraknya bangunan di Kota Medan, namun diketahui banyak menyalahi aturan dan parahnya ada yang sama sekali tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).
” Kita laksanakan juga RDP pada hari ini dengan memanggil Kabid Pengawasan dari Dinas PKPPR Kota Medan, Dinas PMPTSP kota Medan, dan Satpol PP beserta Camat, Lurah dan Kepling bersama warga masyarakat yang keberatan atas pendirian bangunan. Kita ingin agar kedepan dinas terkait yang membidangi dapat meningkatkan pengawasan mereka terhadap bangunan-bangunan yang diketahui menyalahi ataupun tidak sesuai peruntukannya. Dan bagi pemilik bangunan atau developer (pengembang) agar menuruti aturan yang sudah ada, tidak menambahi unit atau luas diluar izin yang diberikan dan menjaga dampak lingkungan sekitar,” terang politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini.
Dijelaskan Paul lagi, dalam waktu dekat ini komisi 4 akan melaksanakan peninjauan kerja ke Kabupaten Deliserdang, dimana diketahui di Kabupaten Deliserdang pengurusan perizinan IMB sangat mudah dan sangat membantu bagi pengembang atau pemilik bangunan.
” Kita mendengar, di Kabupaten Deliserdang pengusaha atau pemilik bangunan bilang lebih gampang pengurusan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Kita ingin tahu, koq di kabupaten itu bisa lebih simple dan mudah. Sementara di Kota Medan untuk pengurusan IMBnya sangat sulit. Inilah yang mau kita cari tahu, kenapa bisa mudah,”kata Paul.
Disebutkan lagi, pada dasarnya, Komisi 4 DPRD Medan ingin membawa semua nya sesuai aturan.
“Kita punya niat ingin memperbaharui (merevisi) perda tentang IMB, jika memang itu dapat meningkatkan PAD pemko Medan. Ada penerapan denda bagi setiap pemilik, pengembang ataupun pengusaha bangunan atas jumlah unit bagunan yang diketahui tidak sesuai. Denda ini nantinya akan masuk ke Kas pemko Medan. Kalau memang memungkinkan untuk direvisi (diperbaiki) kenapa tidak. Pengusaha juga tenang, PAD nya juga dapat. Namun ini masih wacana, butuh dukungan dari kawan-kawan di DPRD Medan,” terang anggota legislatif dari Dapil 3 ini.
Karena menurut Paul, hak inisiatif DPRD untuk membentuk pansus.
“Kita perbaiki aturannya dulu, Kalau aturan bangun 5, pengusaha bangun 6, sisanya kita suruh denda, kan ada kas masuk. inilah yang akan kita upayakan,”tegasnya.
Selama ini tambah Paul, terjadi perbedaan tafsir, karena pemborong atau pemilik bangunan biasanya ingin mendirikan bangunan sesuai keinginan mereka, sementara IMB dikeluarkan menurut aturan.
” Contoh, saya punya tanah 12 meter, mau buat bangunan 3 unit. Tapi izinnya dikeluarkan 2 unit. Maka akan ada kelebihan 1 unit. Nah, kalau ini ditemukan, bisa dikenakan denda 3 kali lipat dari pengurusan izin biasa, dan denda tersebut akan menjadi PAD dari retribusi IMB bagi Kas Pemko Medan,” ujarnya.(Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Makin bertambahnya pasien positif Covid-19 di Sumut dan yang terbanyak di Kota Medan mendapat perhatian serius dari kalangan anggota DPRD Medan.Afif Abdillah mengatakan, penanganganan Covid-19 harus detail, tidak bisa hanya global per kecamatan, tapi harus melingkup kelurahan dan lingkungan.
Menurut dia, penanganan selama ini terbukti tidak efektif. Kalau melakukan hal yang sama maka hasilnya tetap sama. Penanganannya harus dengan cara berbeda. Kalau satu kecamatan mendapat status zona merah maka yang diisolasi adalah lingkungan yang zona merah.
Sehingga, lanjut dia, di lingkungan yang positif Covid itu, selama 14 hari masa karantina kebutuhan hidup masyarakat tersebut harus ditanggung Pemko Medan. Agar bantuan sosialnya terarah dan tidak ada komplin pemko tidak punya uang. Tapi yang ditutup atau dikarantina adalah lingkungan yang ada zona merahnya.
“Kita harus menyelesaikannya dari level paling kecil (per lingkungan) agar tidak naik sampai ke level besar. Ketika masalahnya masih kecil lalu kita “serang”, Insya Allah ke depan virus tersebut tidak pernah besar,” kata Afif Abdillah yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan kepada wartawan, Senin (29/6).
Menurut dia, dengan 14 hari karantina atau isolasi satu lingkungan akan membuat lingkungan tersebut termotivasi untuk menjaga lingkungannya. Selama lingkungan tersebut di rapid tes dan disemprot disinfektan, maka lingkungan tersebut sudah bersih.
“Karena tidak akan ada positif Covid yang baru, sehingga tidak perlu lagi difikirkan bahwa satu kecamatan itu zona merah. Padahal sebenarnya lingkungan itu saja yang merah bukan satu kecamatan. Kalau lingkungan merah kita buat jadi hijau, kan selesai,” terangnya.
Putra mantan mantan Wali Kota Medan Abdillah ini merasa tidak yakin kalau 121 kelurahan di Medan itu zona merah, paling hanya 30-40 kelurahan. Tapi kalau sampai 21 kecamatan Medan zona merah maka tidak akan bisa diusulkan jadi masuk fase new normal life.
“Kalau menyelesaikan masalah harus dari titik terkecil, selama ini diberitakan bahwa kecamatan A dinyatakan zona merah/ Setelah ditelusuri ternyata hanya satu kelurahan. Kenapa harus kita disinfektan rame-rame satu kecamatan toh yang merah itu Cuma satu kelurahan,” tegasnya.
Sehingga, lanjut dia, efektifitas dan efisiensi anggaran juga. Kalau lingkungan yang dinyatakan positif Covid-19, lalu “diserang” lingkungan tersebut selama 14 hari dengan menyemprotkan disinfektan, semua warganya dilakukan rapid test, kalau ada yang reaktif di swab test, maka secara otomatis Medan akan bersih dari Covid. (Rd)

Share Berita

Samosir,DP News
Bupati Samosir Rapidin Simbolon monitoring persiapan penyaluran bantuan sosial GTPP COVID-19 Provsu Sumatera Utara ,di Pangururan,Minggu(28/6). Rencananya,bantuan sosial  Pemprovsu berupa sembako  ini disalurkan 1 Juli 2020 mendatang di tiga kelompok wilayah.
Turut mendampingi Bupati Samosir, Asisten I Mangihut Sinaga, Asisten II Saul Situmorang, Asisten III Lemen Manurung, Kadis Kominfo Rohani Bakara, Kadis Sosial Paris Manik, Kepala BPBD Mahler Tamba, Kepala Bappeda Rudi Siahaan, Sardo Sirumapea Kepala UKPBJ, Hartopo Manik, Kabag PKP dan unsur TNI/POLRI.
Rencananya, penyaluran bantuan sosial ini dimulai pada tanggal 1 Juli 2020 di tiga klaster kecamatan: Klaster (1) Pangururan, Ronggurnihuta, dan Simanindo; Klaster (2) Palipi, Nainggolan, Onanrunggu; dan Klaster (3) Sianjurmulamula, Harian, Sitiotio.  
Paket bantuan sosial yang akan dibagikan antara lain: beras 10 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 2 liter, mie instan 20 bungkus, susu kental manis 2 kaleng, ikan kaleng sarden 1 kaleng, teh celup 1 kotak, tepung terigu 1 kg dengan total nilai sebesar Rp.225.000/KK. 
Berikut alokasi pembagian Sembako bantuan GTPP COVID-19 Provinsi Sumatera Utara untuk Kabupaten Samosir berdasarkan kecamatan: (1) Pangururan (4.478 KK), (2) Ronggurnihuta (1.175 KK), (3) Simanindo (3.215 KK), (4) Palipi (2.782 KK), (5) Nainggolan (1.993 KK), (6) Onanrunggu (1.436 KK), (7) Sianjurmulamula (1.486 KK), (8) Harian (1.386 KK), dan Sitiotio (1.281). Jumlah KK penerima manfaat seluruhnya 19.172 KK. 
Dalam penyaluran bantuan sosial, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan bantuan harus sesuai dengan spesifikasi dan tepat sasaran. “Jangan hanya karena sedikit menjadi persoalan besar di kemudian hari, pastikan dengan baik bahwa setiap paket yang akan dikemas sudah sesuai timbangannya," tegasnya.
Dalam teknis pelaksanaannya, GTPP COVID-19 Kabupaten Samosir diadakan dari petani Samosir dan bahan-bahan lainnya dari pengusaha di Kabupaten Samosir agar cash flownya tetap berada di Samosir sekaligus menggerakkan roda perekonomian ,tegas Rapidin.
Bantuan sosial disalurkan sebagai jaring pengaman sosial akibat pandemi COVID-19 dari GTPP COVID-19 di seluruh wilayah kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara.(ML/r)








Share Berita

Medan,DP News                  
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi,  gowes bareng (gobar) bersama ratusan pesepeda mengikuti fun bike bertajuk Gobar Silaturahmi Bersama Gowes Jaya Club (GJC) yang mengusung tema Satu Sepeda Sejuta Sahabat di Jalan Mangaan VII Lorong Jaya Lingkungan 16, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (28/6). Selain meningkatkan tali silaturahmi di antara komunitas sepeda, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Even ini diikuti sekitar 500 pesepeda yang berasal dari puluhan komunitas sepeda yang ada di Kota Medan. Dengan penuh semangat, tepat pukul 07.00 WIB, Akhyar bersama ratusan pesepeda langsung menggowes sepedanya menelusuri rute yang telah ditentukan yakni Jalan Mangaan VII, Jalan Rumah Potong Hewan, Jalan Kol L Yos Sudarso, Jalan Pertempuran, Jalan Krakatau, Jalan Alumunium Raya, Jalan Sumatera dan finish kembali di Jalan Mangaan VII.
Sebelum mengikuti Gobar Silaturahmi, Akhyar telah mengayuh sepeda dari kediamannya di Jalan Intertip, Kecamatan Medan Timur. Tiba di lokasi, usai istirahat sejenak, Akhyar pun kembali menggowes sepedanya untuk mengikuti Gobar Silaturahmi. Tidak sampai satu jam, seluruh rute telah selesai dilalui dan Akhyar pun finish paling depan dengan beberapa pesepeda.
Dalam sambutan singkatnya, Akhyar mengucapkan terima kasih kepada GJC karena telah menggelar fun bike tersebut. Dikatakannya, kegiatan itu sangat membantu Pemko Medan dalam rangka mengajak masyarakat gemar berolahraga, terutama bersepeda. Selain menjaga kebugaran tubuh, bersepeda juga sangat membantu untuk meningkatkan imunitas tubuh.
“Meningkatkan imunitas tubuh sangat penting di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Dengan meningkatnya imunitas tubuh, insya Allah kita akan terlindungi dari penularan virus Corona. Untuk itu atas nama Pemko Medan, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada GJC karena telah menggelar fun bike tersebut,” kata Akhyar.
Di hadapan Kompol Adi Signo mewakili Dir Binmas Polda Sumut Kombes Pol Yusuf Hondawan Tri Naibaho MS,  Camat Medan Deli Feri Suheri beserta lurah dan kepala lingkungan, Akhyar berharap seluruh peserta yang mengikuti fun bike agar selalu senantiasa sehat, terhindar maupun terpapar dari virus Covid-19.
“Selama bersepeda, jangan lupa selalu mengenakan masker. Di samping itu selalu gunakanlah masker di manapun berada, sebab masker dapat mencegah kita tertular Covid-19 serta mencegah pengguna masker menularkan Covid-19 kepada orang lain. Jika ini dilaksanakan, mudah-mudahan kita akan terhindar dari Covid-19,” harapnya.
Di kesemepatan itu, Akhyar kembali mengingatkan warga, apabila ada anggota kerluarga maupun tetangganya yang positif terinfeksi Covid-19, segera disampaikan agar segera ditangani secepatnya. “Jangan disembunyikan, penyakit itu bukan aib dan harus segera diobati. Jangan disimpan-simpan karena dapat menularkan kepada anggota keluarga yang ada di rumah tersebut, termasuk tetangga sekitar,” pesannya.
Sementara itu menurut Edi Syahputra selaku Ketua GJC, kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mengumpulkan seluruh komunitas sepeda yang ada di Kota Medan guna membangun kebersamaan serta mempererat tali silaturahmi. “Melalui Gobar Silaturahmi, kami ingin membangun kebersamaan diantara pecinta sepeda di Kota Medan sesuai tema yang kita angkat yakni Satu Sepeda Sejuta Sahabat,” jelas Edy.
Dikatakan Edy, Gobar  Silaturahmi merupakan edisi kali kedua yang dilakukan GJC. Dia pun berharap, kegiatan ini akan terus dilakukan sehingga terjalin kebersamaan yang erat di kalangan pecinta sepeda. Edy menambahkan, selain GJC, komunitas sepeda yang lainnya juga akan melaksanakan kegiatan serupa secara bergantian sehingga olahraga bersepeda semakin marak di Kota Medan.(Hot/Rd)




Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.