Pembangunan Rabat Beton Desa Piasa Ulu Diduga Tidak Sesuai RAB,Kepdes: Sudah Sesuai RAB...

Asahan,DP News

Proyek pekerjaan rabat beton berasal dari sumber Dana Desa (DD) TA  2021 sepanjang 255 meter dengan pagu sebesar Rp.267,6 juta Dusun VIII menuju Dusun VII Ujung Seribu II Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabuapaten Asahan diduga tidak sesuai RAB.

Proyek pembangunan rabat beton yang dibangun TA 2021 tersebut dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditentukan oleh konsultan. Terbukti, babwa salah satu pembanding pekerjaan proyek pembangunan rabat beton sepanjang 300 Meter di Dusun I menuju Dusun V, VI, VII dan VII   yang dikerjakan pada TA 2020 menggunakan Dana Desa (DD) itu sudah rusak parah.

Ini akibat campuran semen, pasir, batu koral tidak sebanding,, ditambah lagi tidak adanya pemasangan besi tikar sehingga mengakibatkan rabat beton tersebut tidak bertahan lama.

Hal itu diungkapkan Misman warga Dusun VII, Desa Puasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabuapaten Asahan, Jumat (29/10) saat berada di lokasi kepada awak media.

Saat ditanya berapa anggaran pembangunan rabat beton pada TA 2020 yang menghubungkan Dusun 1- Dusun VIII tersebut, Misman tidak mengetahui berapa besaran anggaran pembangunan rabat beton tersebut.

"Kalau saya pribadi, bahwa  pembangunan rabat beton yang dibagun di Dusun VIII menuju Dusun VII ini tidak bertahan lama. Sebab, salah satu contoh pembangunan rabat beton di Dusun I itu baru 2 tahun sudah rusak parah. Pola pekerjaannya dan pemborongnya pun orangnya itu-itu juga," ujar Misman.

Sementara Boiran warga Dusun VII selaku kepala tukang, saat dikonfirmasi diareal lokasi mengakui bahwa ada 9 kotak pekerjaan rabat beton itu dihampar dengan adukan semen saja, itu dilakukan karena semenya sudah habis, katanya. Dia mengaku bahwa campuran semen sudah sebanding 1,2,3 artinya 1 sak semen, 2 angkong batu koral dan 3 angkog pasir, tambah Boiran.

Ditanya terkait pembangunan rabat beton Dusun I menuju Dusun V, VI, VII dan VIII sudah rusak parah. Dia tak banyak berkomentar. Boiran mengaku bahwa rabat beton Dusun I menuju Dusun V,VI,VII dan VIIi tersebut dikerjakan pada tahun anggaran 2020 menggunakan Dana Desa pihaknya yang mengerjakan. Ya kira-kira anggaran nya sebesar Rp 300 juta lebih sepanjang 300 M,ujar Boiran.

Kalau saya hanya kepala tukang, kalau Tem Pelaksana Kegiatan (TPK) itu Kepala Dusun bukan saya bang, ucapnya.Warga lain yang namanya tidak ingin disebut kan juga mengomentari pembangunan rabat beton Dusun VIII menuju Dusun VIII tersebut. Dia mengatakan bahwa proyek pembuatan jalan rabat beton itu banyak terdapat kejanggalan, seperti pemasangan besi beton tikar tidak terpasang, campuran adukan semen, pasir dan batu viral tidak sebanding, kata warga itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sei Piasa Ulu Imam saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa pembangunan rabat beton sudah sesuai RAB. Pekerjaan itupun sudah ada konsultannya dari pendamping desa.Rabat beton ini dikerjakan secara manual, kata Imam.

"Ya namanya kerja secara manual, kan gak mungkin bisa dijamin 100 persen. Saya gak bisa menjamin pekerjaan itu namanya dikerjakan secara manual bang. Apalagi pembangunan rabat beton inikan swakelola dan pekerjanya adalah warga setempat," katanya.(ZN)