Asahan,DP News

Bupati Asahan H. Surya, BSc menerima audiensi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Asahan di rumah Dinas Bupati,Jum'at (30/4).

Dalam kesempatan itu, tampak hadir Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs John Hardi Nasution, MSi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Drs Sofian, MPd, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Asahan, Harry Naldo Tambunan, Ketua STIE Muhammadiyah Asahan, Prianda Pebri, MPd, beserta pengurus

Prianda Pebri, MPd, Ketua STIE Muhammadiyah Asahan pada kesempatan itu menyampaikan maksud dan tujuan dari audiensi ini adalah untuk bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan, ujar Pebri.

Sekolah tinggi yang ada di Kabupaten Asahan sudah semestinya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam membangun Kabupaten Asahan terutama pada bidang pendidikan, ucapnya.

STIE Muhammadiyah Asahan siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan dan siap menjadi alat program percepatan pembangunan di Kabupaten Asahan, kata Pebri.

Sementara Bupati Asahan H. Surya, BSc menyampaikan ucapan terima kasih kepada STIE Muhammadiyah yang berkenan membantu visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan dan siap menjadi garda terdepan untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan.

Surya mengatakan, apa yang menjadi harapan dari Muhammadiyah Asahan akan menjadi masukan dan catatan bagi  Pemerintah Kabupaten Asahan.

Menutup pembicaraannya, Bupati Asahan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan membuka pintu untuk perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Asahan dalam membantu mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan yaitu mewujudkan asahan sejahtera, religius dan berkarakter.(ZN)

Share Berita

Medan,DP News

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM mengikuti Rapat Koordinasi terkait Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H  Wilayah Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jumat (30/4). Rakor yang juga membahas upaya penekanan penyebaran Virus Covid-19 ini dipimpin oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Selain Wali Kota Medan,Rakor ini juga diikuti Wali Kota Binjai, Bupati Deliserdang dan Kepala Daerah Kabupaten/Kota se- Sumatera Utara secara virtual. Dalam arahannya Gubernur Sumut meminta kepada seluruh Kepala Daerah khususnya di perbatasan agar lebih ketat melakukan penjagaan guna menghindari arus mudik baik yang datang ke provinsi Sumut maupun keluar provinsi Sumut.

"Saya minta para Kepala Daerah khususnya di daerah perbatasan Sumut jaga wilayahnya agar tidak terjadinya pergerakan mudik lebaran. Artinya mudik betul - betul dilarang dan diperketat.

Dijelaskan Gubernur Sumut pemerintah pusat telah menginstruksikan untuk peniadaan mudik lebaran. Hal ini dilakukan agar dapat menekan penyebaran virus COVID-19. Untuk itu Pemerintah Provinsi Sumut maupun Kabupaten/Kota di Sumut harus mengikuti instruksi ini.

"Kondisi covid saat ini masih mengkhawatirkan, untuk itu kita ikuti intruksi pemerintah pusat. Perketat pergerakan mudik di masing-masing wilayah. Selain itu tempat-tempat yang berpotensi keramaian dibatasi guna menghindari penyebaran virus COVID-19. Selalu menerapkan protokol Kesehatan," Jelas Gubernur Sumut.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM menjelaskan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya keramaian guna menekan penyebaran Covid-19 pada malam takbiran,Pemko Medan akan menutup 32 persimpangan yang menuju pusat Kota Medan.

Hal itu dilakukan, lanjut Bobby  menyusul Pemerintah Provinsi Sumut mengizinkan mobilitas masyarakat dari Medan, Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo (Mebidangro) saat masa larangan mudik Hari Raya Idul Fitri diberlakukan  mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.  

"Dengan penutupan yang dilakukan ini diharapkan dapat mengurangi masyarakat yang datang dari Binjai, Deli Serdang maupun sekitar Kota Medan untuk memasuki inti kota guna melakukan takbiran keliling di malam hari raya idul Fitri," jelas Wali Kota.

Di samping itu  Wali Kota  juga menyusulakan menindaklanjuti permintaan Gubsu Edy Rahmayadi selaku pimpinan rapat  koordinasi, agar takbiran  yang  dilakukan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri  tidak  keluar areal masjid. Apalagi, Bobby menambahkan, Kota Medan memiliki 1.115 masjid dan berpotensi melakukan takbiran keliling.

"Saya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan takbiran keliling dan cukup melakukan di masjid-masjid saja serta tetap mengikuti protokol kesehatan. Selain itu Shalat Idul Fitri yang selalu dilakukan di Lapangan Merdeka juga ditiadakan guna menghindari terjadinya kerumuman. Untuk itu masyarakat dapat melaksanakan Shalat Ied di masjid-masjid yang ada di sekitar tempat tinggalnya masing-masing,"ujar Wali Kota Medan

Kemudian Gubernur sumut mengapresiasi langkah walikota medan dalam melakukan penutupan sejumlah persimpangan jalan di kota medan pada malam takbiran. Selain menghindari takbiran keliling penutupan ini juga untuk menghindari kerumunan.

“saya apresiasi dan terimakasih atas langkah walikota medan dalam melakukan penutupan persimpangan jalan di malam takbiran. Saya harapkan kabupaten kota juga melakukan hal tersebut," ujar Gubsu.(rd)

Share Berita

Samosir,DP News

Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Syukuran dan Doa bersama atas terpilihnya Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Wabup Martua Sitanggang periode 2021-2024 di Halaman Kantor Bupati Samosir, Jumat (30/04) penuh hidmat.

Thema syukuran dan doa Bersama "Mewujudkan Masyarakat Samosir Yang Sejahtera, Bermartabat Secara Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan" dan Sub Thema "Janganlah kamu menjadi serupa dengan Dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan Budimu"

Acara diawali dengan kebaktian yang dibawakan Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rein Justin Gultom, S.Th, MA dengan khotbah yang diangkat dari Nats Alkitab Roma 12:2 "Janganlah Kamu Menjadi Serupa dengan Dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu"

Syukuran dan doa bersama  dihadiri, Wakil Ketua DPRD Samosir Pantas Marroha Sinaga, tokoh masyarakat, Kejari samosir, Kasdim 02/10 TU, pimpinan Bank Mandiri, Bank Sumut, BNI, pimpinan OPD se-Kabupaten Samosir, para Camat dan juga mantan Bupati Samosir Mangindar Simbolon beserta keluarga besar Bupati dan Wakil Bupati Samosir.Perayaanini mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid 19.

FKTM Kabupaten bersama tokoh adat dari seluruh Kabupaten Samosir menyampaikan seperangkat pakaian adat kebesaran Batak kepada Bupati dan Wabup diiringi Gondang (alat musik Batak) dan Tongkat kerajaan (Tunggal Panaluan) kepada Bupati Samosir.

Mewakili seluruh ASN DI Kabupaten Samosir Sekdakab Samosir Jabiat Sagala menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan dengan harapan sukses memimpin Samosir dan siap mendukung program kerja Bupati dan Wabup guna membawa masyarakat kearah yang lebih sejahtera.

Mantan Bupati  Samosir 2005-2015 Mangindar Simbolon menyampaikan memimpin Samosir gampang gampang susah. Sehingga diutarakannya, bahwa kunci pemimpin di Samosir harus mampu merajut kebersamaan  .Kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya dan seluruh stakeholder.  

Untuk itu, Bupati dan Wabup harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak, baik perantau dan siappun yang berbuat bagi Samosir.

Tantangan ke depan ada yang lebih kompleks ditengah Covid 19 yaitu dinamika ekonomi.Dimana anggaran banyak tersedot akibat Covid 19 sehingga banyak infrastruktur yang terbelangkai. Hal ini akan menjadi tantangan dalam mencari jalan keluarnya agar pembangunan tetap berjalan.

FKPD melalui Wakil Ketua DPRD Samosir Pantas Marroha Sinaga, menyampaikan agar harapan rakyat supaya diwujudkan Bupati terpilih. Banyak yang meminta infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Akan tetapi ditekankan agar budaya juga harus menjadi perhatian khusus bagi Bupati dan Wabup terpilih.

Menurutnya, budaya akan menjadi sumber kehidupan masyarakat Kedepan. Tekankan dan terus menggali sejarah dan budaya yang sudah mulai pudar sehingga perlu perhatian lebih. Sebagai anak ni raja dan Boru raja tidak punya istana, namun Pusuk buhit perlu diperhatikan sebagai awal peradaban orang Batak,tambah Pantas.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom didampingi Wabup Martua Sitanggang mengatakan akan memegang teguh Amanat rakyat dan berpijak kepada UU yang berlaku. 

Apa yang penting dan harus dilakukan sudah dilakukan penajaman guna mewujudkan komitmen dasar kemajuan Samosir.

Dalam kesempatan ini Vandiko  Mengajak masyarakat untuk bersinergi membangun Samosir. "Amanah yang kami terima dari rakyat Samosir akan kami laksanakan dengan baik sehingga mampu mewujudkan masyarkat Samosir yang sejahtera dan bermartabat secara ekonomi, kesehatan dan pendidikan, dengan satu rasa yang sama yaitu keadilan bagi semua" Kata Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom

Vandiko T. Gultom lebih lanjut mengatakan, kedatangan dirinya sebagai Bupati merupakan paradigma baru, bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani masyarakat Samosir. 

Program iuran BPJS, beasiswa tingkat perguruan tinggi, penanganan sampah akan menjadi program prioritas.

Selain itu, pemajuan budaya dan adat istiadat juga akan diutamakan, mengingat Samosir merupakan kilometer nol peradaban budaya Batak dan merupakan wilayah dominan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).

"Kami mengharapkan dukungan seluruh stakeholder, agar pembangunan Kabupaten Samosir tercapai sesuai program 100 hari kerja, per 6 bulan dan 1 tahun. Dan kepada seluruh masyarakat Samosir, mari bergandengan tangan sebagai sesama saudara dalam satu rumah, lupakan perbedaan pilihan politik demi kemajuan Kabupaten Samosir" kata Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom mengakhiri Sambutannya.( ml/heli-red)

Share Berita

Medan,DP News 

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution,SE.,MM memimpin rapat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan di Posko Satgas Covid-19 Kota Medan / Gedung PKK Kota Medan, Jumat (30/04).

Rapat yang juga dihadiri oleh pimpinan OPD dan Camat sekota Medan ini guna membahas sekaligus mengevaluasi penanganan covid-19 di Kota Medan.

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Medan meminta para Camat untuk berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan guna memproleh data jumlah kasus positif covid-19 setiap harinya di wilayah masing-masing sehingga dari data yang ada tersebut dapat diambil langkah-langkah strategis guna menekan penyebaran covid-19.

"Terlebih dahulu kita harus punya data yang baik sampai ke tingkat lingkungan, dengan data itu kita punya landasan apa yang harus kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini mulai dari tingkat lingkungan, Kelurahan, Kecamatan hingga ke tingkat kota Medan."kata Wali Kota Medan.

Data yang telah ada selama ini dikatakan Wali Kota Medan akan terus diperbaiki dan di update sehingga pendataanya semakin baik.

"Selama dua minggu ini data yang kita miliki sudah kita perbaiki dan di update."ujar Wali Kota Medan.

Disamping itu guna menekan penyebaran covid-19 di Kota Medan, Wali Kota Medan juga menginstruksikan kepada para Camat untuk terus melakukan patroli guna menghimbau masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat keramaian.

"Selain itu himbau juga masyarakat untuk tidak melakukan pawai pada saat malam takbiran nanti. Masyarakat tidak dilarang untuk melaksanakan takbiran hanya saja harus didalam Masjid."pesan Wali Kota Medan.

Dalam rapat ini Wali Kota Medan juga berdiskusi dengan para pimpinan OPD dan Camat mengenai kendala penanganan covid-19 yang dihadapi selama ini. Berbagai masukan juga diterima Wali Kota Medan agar penangananya semakin baik.

Seperti yang diketahui Kota Medan masuk kedalam penerapan PPKM Mikro bersama tujuh Kab/ Kota lainya di Sumut berdasarkan instruksi Gubernur Sumatera Utara no 188.54/10/INST/2021.(rd)

Share Berita

Jakarta,DP News

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar SH MH menyatakan tak pernah menjalin komunikasi dengan Walikota Tanjung Balai yang tersangkut di KPK RI.

Merespon pemberitaan sejumlah media dan pertanyaan rekan-rekan jurnalis mengenai informasi bahwa tersangka Walikota Tanjungbalai MS berupaya menjalin komunikasi dengan Pimpinan KPK untuk meminta bantuan terkait perkara yang dihadapinya, perlu disampaikan, saya tidak pernah menjalin komunikasi dengan tersangka MS terkait penanganan perkara apalagi untuk membantunya dalam perkara yang sedang ditangani KPK, kata Lili Pintauli SH MH, Jumat (30/4).

Wanita kelahiran Tanjung Pandan, 9 Februari 1966 yang  dulu aktif di LBH Medan ini menyatakan, sangat menyadari sebagai insan KPK, saya terikat dengan kode etik dan peraturan di KPK yang melarang untuk berhubungan dengan pihak berperkara. Namun demikian, sebagai Pimpinan KPK khususnya dalam pelaksanaan tugas pencegahan saya tidak dapat menghindari komunikasi dengan para kepala daerah. Komunikasi yang terjalin tentu saja terkait dengan tugas KPK dalam melakukan pencegahan supaya tidak terjadi tindak pidana korupsi.

“Posisi saya sebagai pejabat publik sebelum bergabung di KPK membuat saya memiliki jaringan yang cukup luas. Hubungan silaturahmi tersebut tetap terjalin dalam batasan-batasan yang ditentukan oleh aturan. Dalam komunikasi saya dengan siapa pun, khususnya pejabat publik selalu saya ingatkan untuk selalu bekerja dengan baik dan menghindari korupsi,” kata Srikandi Penegakan Hukum lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara ini.

Ditegaskannya, dia selalu menjaga selektifitas berkomunikasi untuk menjaga harkat dan martabat diri saya sebagai insan KPK maupun marwah lembaga KPK dan memastikan KPK tegas memproses perkara dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka MS dan juga perkara lainnya jika ada yang melibatkan Penyidik KPK SRP, juga dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh SRP melalui Dewan Pengawas KPK. 

“Penanganan perkara di KPK dilakukan secara profesional yang didasarkan pada kecukupan alat bukti. Jika ada pihak-pihak yang mencoba mengintervensi, sebagaimana telah kami buktikan maka kami akan proses dengan tegas,” jelas Mantan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI ini. 

Di akhir statemennya dalam konferensi pers, dianyatakan ini merupakan bagian dari komitmennya sebagai insan KPK untuk tetap menjaga integritas diri demi menjaga harapan publik kepada KPK sebagai lembaga yang dipercaya publik dan memegang teguh integritas.

Kiprah Lili Pintauli Siregar SH MH dalam perjalanan hukum di Indonesia memang amat moncer meski penuh lika liku. Memulai karir hukumnya Konsultan dan Advokat yang banyak berkecimpung dengan kasus hukum masyarakat tak mampu di Sumatera Utara memang meninggalkan cerita seru yang selalu dikenang oleh klien yang dibantunya.

Cerita praktisi ekonomi kreatif di Sumatera Utara Dian Wahyudi misalnya. Semasa berkecimpung di Konsultan Hukum dan Advokat, Lili Pintauli Siregar SH MH banyak yang tak mengutip bayaran. 

“Ibu Lili Pintauli saat pendampigan hukum pada klien nya dulu, sering tak mendapat bayaran. Kalaupun masyarakat bisa membayarnya hanya seadanya, bahkan sering diganti hasil palawija misalnya, seikat kacang panjang, beberapa kilo buah tomat,” kata Dian Wahyudi yang saat ini menjabat Ketua DPW Gabungan Ekonomi Kreatif Indonesia (Gekrindo) Sumatera Utara pada media ini, Jumat (30/4).

Sebagai tokoh usaha kerakyatan yang mengenal sosok Lili Pintauli Siregar sejak puluhan tahun lalu, Dian Wahyudi yang juga Wakil Ketua DPD PJI Demokrasi Sumut ini menilai kinerja Komisioner KPK RI ini sejak aktif di LBH Medan lalu menjabat Komisioner LPSK hingga kini tetap menunjukkan kinerja yang luar biasa, baik keaktifannya dalam upaya pencegahan korupsi maupun doktrin nya atas bahaya korupsi yang harus segera dibumi hanguskan dari perjalanan NKRI.

Dian Wahyudi mengaku, bersama seluruh lapisan Insan KPK dan masyarakat Indonesia siap menjadi garda terdepan atas intervensi-intervensi pihak lain atas perjalanan penuntasan korupsi dan pihak-pihak yang mencoba mencoreng kredibiltas serta nama baik insan KPK.

“Kami bersama seluruh lapisan masyarakat siap menjadi garda terdepan dalam menjaga perjalanan pemberantasan korupsi oleh KPK serta menjaga kredibilitas dan nama baik yang coba=coba mau dicoreng oleh pihak yang tak bertanggungjawab,” tegas sosok muda ini. ( rel/rd)

Share Berita

Medan,DP News

Mengisi kegiatan positif di Bulan Suci Ramadhan 1442H, Kordinator Wartawan Unit DPRD Medan membagikan beras dan sembako ke Pesantren Kilat berkonsep 'Alam' di Bantaran Sungai Babura Kota Medan (Kampung Madras), Jum'at (30/4).

Kegiatan ini digagas oleh Said Ilham Asegaf SH, selaku Ketua Koordinator Wartawan Unit DPRD Medan. "Kita merasa terpanggil untuk meringankan kebutuhan 35 orang anak, terdiri remaja putera 20 dan puteri 15, di Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, yang sedang mengikuti Pesantren kilat dari 29 April - 2 Mei nanti,' katanya.

Said Ilham didampingi para pengurus lainnya, sangat mengapresiasi kegiatan Pesanteren Kilat Alam yang dilaksanakan P3KS di Bantaran Sungai Babaru Medan.

Said juga menambahkan, Sembako dan beras yang diberikan ini, merupakan sumbangan dari Wakil ketua DPRD Kota Medan, H Ihwan Ritonga dan Komunitas Satu Hati.

"Kami sangat senang bisa bersilaturahim ke adik-adik yang mengikuti pesanteren kilat, ini sungguh luar biasa. Apresiasi kami berikan juga kepada P3KS yang peduli dengan syiar islam di bulan suci ramadhan. Semoga ini menjadi amal kebaikan bagi kita, khususnya bagi adik-adik yang mengikuti kegiatan pesanteren kilat ini," ujarnya.

Said berharap, setelah selesai kegiatan pesanteren kilat ini, adik-adik remaja bisa mengamalkan apa yang diajarkan oleh para pembina dan panitia untuk lebih bertawaqal kepada Allah SWT.

"Setelah selesai mengkuti pesanteren kilat ini kami berharap adik-adik remaja bisa menerapkan ilmu yang didapat ke keluarga masing-masing maupun di lingkungan tempat tinggal.Jadilah anak yang berguna bagi nusa dan bangsa, amalkan ilmu yang diterima dari pesanteren kilat ini," harapnya. 

Ketua Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) Aminurrasid mengatakan bantuan yang diterima dari Koordinator Wartawan Unit DPRD Medan bisa bermanfaat bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan pensateren kilat.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Ketua Said Ilham Asegaf dan seluruh pengurus, yang sudah berkenan datang dan membantu anak-anak yang mengikuti pesanteren kilat. Semoga ini semua menjadi amal zariah kita di dunia dan akhirat, dan menambah keberkahan bagi kita," kata Rasid.(rd)

Share Berita

Medan,DP News

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution,SE.,MM diwakili Sekda Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman,MM memimpin rapat sosialisasi sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/4).

Rapat tersebut dipandang sangat strategis oleh Sekda, mengingat salah satu visi misi dari Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution,SE.,MM ingin menciptakan pelaksanaan pemerintahan yang bebas dari korupsi dan pungutan liar.

"Ini sangat ditekankan Wali Kota sehingga rapat ini sangat penting untuk diikuti."kata Sekda.

Karenanya Sekda mengingatkan kepada Pimpinan OPD, Camat dan Lurah agar mengikuti rapat ini dengan serius dan jangan pernah melakukan pungli kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan.

"Saya ingatkan semua pelayanan terhadap masyarakat jangan lagi ada yang menggunakan uang, apabila tidak ingin di copot ataupun dipidanakan, jadikan kejadian pungli yang baru terjadi sebagai pelajaran."pesan Sekda.

Larangan pungli ini dikatakan Sekda tidak hanya terhadap pimpinan OPD, Camat ataupun Lurah yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) saja, tetapi juga terhadap Kepala Lingkungan (Kepling), sebab Kepling diangkat berdasarkan SK Pemerintah dan menerima penghasilan dari Pemerintah.

"Saya minta Camat dan Lurah harus betul-betul mengingatkan para Kepling agar tidak meminta uang kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, karena Kepling pun bisa di pidanakan"ujar Sekda.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji, Perwakilan dari Kodim 0201/BS, Mayor Kav Prima Wahyudi, Pimpinan OPD, Camat dan Lurah melalui via zoom ini Sekda berharap kedepanya tidak terjadi lagi praktik pungli di kota Medan.

"Saya berharap kedepanya tidak ada lagi praktik pungli di Pemko Medan sehingga kita benar-benar dapat mewujudkan Kota Medan yang berkah."harap Sekda.

Sementara itu Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji menambahkan mind set dan culture set pungli yang selama ini terjadi di Kota Medan harus diubah karena perbuatan tersebut sangat merugikan masyarakat.

"Cara merubahnya harus dari kesadaran diri sendiri untuk tidak melakukanya lagi, kejadian pungli yang dilakukan oknum Lurah kemaren harus dijadikan cambuk bagi ASN yang lainnya."kata Waka Polrestabes Medan.

Ditempat yang sama Plt Inspektur Kota Medan, Laksamana Putra,SH,M.SP mengatakan rapat ini digelar guna menindaklanjuti situasi yang telah terjadi sebelumnya, dan dihubungkan dengan tugas-tugas pelayanan publik. Maka Inspektorat beranggapan kegiatan saber pungli ini sangat strategis dalam menopang efektifitasnya pelayanan masyarakat.

"Kita akan mempermanenkan kegiatan saber pungli ini guna memperkecil terjadinya pungli di Kota Medan."kata Laksamana Putra.

Setelah itu lanjut Laksamana Putra lagi akan disusun instruksi Wali Kota Medan sebagai oprasional kebijakan saber pungli dan memperluas area sosialisasi sampai ke tingkat lingkungan.(rd)

Share Berita

Medan,DP News

Kepala Sekolah (Kepsek) merupakan jabatan penting dalam sebuah institusi pendidikan, dimana peran kepemimpinan sekaligus keteladanan harus melekat pada dirinya. Hal itu menjadi catatan penting yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi di hadapan seratusan Kepsek SMA, SMK dan SLB Negeri, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Sumut di Aula T Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Kamis (29/4).

Gubernur menyebutkan bahwa setiap sekolah dituntut untuk bisa membuat siswa betah dan menyenangi aktivitasnya di lingkungan lembaga pendidikan. Karenanya, dibutuhkan kemampuan seorang Kepsek dalam menyiapkan suasana belajar yang baik dan efektif.

"Jadi saya minta nanti dilakukan asessmen bagi kepala sekolah. Yang lulus nanti baru diberikan Diklat. Kepsek itu kan super, jadi dia harus hebat," sebut Gubernur, didampingi Kadis Pendidikan Sumut  Syaifuddin, Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar dan Tim Satgas Covid-19 Sumut Inke.

Di masa mendatang, Gubernur meminta agar pengangkatan kepala sekolah dilakukan langsung oleh dirinya. Maksudnya adalah memastikan agar yang dipilih merupakan orang yang berkemampuan.

"Bapak Ibu adalah teladan bagi para siswa. Makanya ada pepatah lama, 'guru kencing berdiri, murid kencing berlari'. Artinya, guru itu adalah contoh bagi murid, kalau baik maka baiklah muridnya, begitu juga sebaliknya," jelas Edy Rahmayadi.

Bahkan kata Edy, dirinya berkeinginan agar seluruh Kepsek bisa diberikan fasilitas mobil dinas. Untuk itu, kualitas seorang pimpinan institusi pendidikan perlu dijamin dengan sistem seleksi yang selektif dan benar.

"Saya akan datang ke sekolah-sekolah, melihat bagaimana kondisinya, terutama kebersihan," sebutnya.

Sedangkan terkait seleksi sebelum mengangkat seorang Kepsek, Edy mengingatkan, agar tidak ada lagi cerita suap (sogok). Mulai dari pimpinan tertinggi di institusi pendidikan, para guru hingga siswa (orang tua). Ia pun tidak segan memberikan tindakan tegas jika pelanggaran dimaksud dilakukan.

"Apabila terjadi nanti, jangan salahkan saya. Saya serius, karena saya yang memakai. Yang mendidik manusianya, adalah anda sekalian. Saya sangat berharap, didiklah siswa dengan baik," tambah Edy, yang menginginkan Sumut Bermartabat juga dimulai dari lingkungan sekolah.(infosumut/,rd)


Share Berita

Medan, DP News 

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. mengikuti Dialog Nasional Implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) secara virtual dari Ruang Rapat Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (30/4).

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penyelenggaraan pemerintahan lebih berkualitas, inovatif, cepat, serta menyelesaikan kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam memuat sistem perencanaan pembangunan daerah dan sistem keuangan daerah.

Dialog Nasional yang dibuka Ketua Dewan Pengurus Apeksi Dr. H Bima Arya Sugiarto dan diikuti Wali Kota se-Indonesia ini bertujuan untuk memperoleh penjelasan terkait progress pengelolaan SIPD oleh Kemendagri. Selain itu juga untuk mendiskusikan solusi dari kendala yang dihadapi dalam implementasi SIPD oleh pemerintah daerah, serta menyusun rencana tindak lanjut  dalam upaya memfasilitasi proses konsultasi implementasi SIPD oleh pemerintah kota anggota APEKSI.

Diketahui, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meluncurkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang diatur dalam Permendagri No. 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Permendagri ini bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang lebih berkualitas, inovatif dan cepat.

Dari Permendagri tersebut beberapa hal yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah antara lain melakukan integrasi proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah, dan pengelolaan keuangan daerah, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah daerah dan menetapkan platform SIPD yang diakses melalui situs jaringan resmi Kementerian Dalam Negeri yaitu sipd.kemendagri.go.id sebagai sistem yang digunakan pemerintah daerah untuk mengunggah semua dokumen tersebut agar terintegrasi.

"Dalam pelaksanaannya, banyak kendala atau tantangan yang terjadi, khususnya dialami oleh para pemerintah daerah. Operasional SIPD belum berjalan secara sempurna sehingga beberapa kendala teknis berakibat pada sejumlah kegiatan pemerintah daerah tidak dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh sejumlah daerah mengalami penundaan pencairan anggaran kecuali gaji pegawai negeri sipil akibat permasalahan teknis dalam SIPD," jelasnya.

Selain itu, sambung Ketua Dewan Pengurus Apeksi, implementasi SIPD ini membutuhkan anggaran yang tidak kecil dan tidak semua daerah memiliki kemampuan keuangan yang sama.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr H Mochamad Ardian Noervianto, juga bertindak sebagai pembicara dalam Dialog Nasional itu. Pada salah satu bagian pemaparan, dia merincikan 4 tahapan yang dilakukan dalam SIPD sebagai kanal proses bisnis. Tahapan pertama adalah pengenalan. Pada tahapan ini, jelasnya, Pemerintah Daerah dikenalkan terhadap proses bisnis pengelolaan keuangan daerah yang baru dengan difasilitasi SIPD. Tahap kedua, sebutnya, yakni adaptasi. Pada tahap tahap ini Pemerintah Daerah akan melakukan adaptasi terhadap proses bisnis yang baru.

Sedangkan tahapan ketiga, lanjutnya, adalah stabilisasi, yang bertujuan untuk memupuk perubahan perilaku agar menjadi semakin kokoh/baku dan meminimalisir kembali pada perilaku lama yang tidak sesuai dengan proses bisnis.

 "Terakhir, tahapan keempat, yakni evaluasi. Tahap ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan perilaku Pemerintah Daerah dalam mengikuti proses bisnis baru sesuai dengan regulasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan selanjutnya," jelasnya.(rd)

Share Berita

Asahan,DP News

Pengurus National Paralympic Commite (NPC) Kabupaten Asahan melakukan audensi dengan Bupati Asahan H. Surya, BSc didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Jum'at (30/4).di rumah Dinas Bupati.

Ketua NPC Kabupaten Asahan Andi Ernes Simatupang menyampaikan maksud dan tujuan audensi hari ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan memperkenalkan kepengurusan NPC Kabupaten Asahan. Awalnya NPC ini dibawah naungan KONI, tetapi sejak tahun 2015 NPC resmi mengundurkan diri dari KONI dan berdiri sendiri, ucap Andi.

Andi mengatakan, NPC Kabupaten Asahan merupakan induk organisasi untuk para atlet penyandang disabilitas (kekurangan pada fisik). Walaupun memiliki kekurangan pada fisiknya, tetapi para atlet disabilitas ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk dapat berprestasi sama seperti para atlet lainya (yang tidak memiliki kekurangan fisik), ucap Andi.

Hal ini dibuktikan mereka dengan masuknya Kabupaten Asahan pada peringkat 5 besar untuk Sumatera Utara. Dan kami berharap kedepannya atlet disabilitas kita yang menjadi mayoritas untuk mewakili Sumatera Utara pada perhelatan Pekan Paralimpik National 2024. Jadi kami berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mewujudkan hal tersebut, harap Andi.

Menanggapi hal itu, Bupati Asahan, H. Surya, BSc mengatakan, selaku Bupati Asahan saya harus bertanggung jawab dengan organisasi yang resmi di Kabupaten Asahan. Apalagi organisasi tersebut membawa nama besar Kabupaten Asahan serta membawa prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Asahan, ucap Surya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Asahan akan memberikan perhatian yang penuh kepada NPC Kabupaten Asahan dalam melakukan pembinaan kepada para atlet disabilitasnya, agar prestasi yang telah dicapai tidak menurun, tetapi prestasi tersebut harus meningkat.

Surya berpesan kepada para atlet disabilitas, kalian jangan pernah rendah hati, tetapi harus tetap percaya diri dalam menggapai prestasi yang sudah kalian impikan. Raih terus pretasi kalian, dan bawa bangga nama besar Kabupaten Asahan.(ZN)

Share Berita

Asahan,DP News

Bupati Asahan H. Surya, BSc yang juga merupakan Penasehat Yayasan Universitas Asahan (UNA) menghadiri buka puasa bersama dengan Yayasan Universitas Asahan.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan parkir Universitas Asahan, Kamis malam (29/4). Dalam kesempatan itu hadir Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs John Hardi Nasution, MSi, beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, Pembina Yayasan UNA, Ketua Yayasan UNA, Rektor UNA beserta jajaran, mahasiswa dan tamu undangan lainnya.

Prof. Dr. Tri Harsono, M. Si Rektor UNA pada sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Asahan karena telah berkenan hadir pada kegiatan ini.

Kegiatan buka puasa dirangkai dengan  pemberian santunan kepada anak yatim. Hal ini kita lakukan bertujuan untuk memperkuat hubungan antara para dosen dan mahasiswa serta hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Asahan yang saat ini sudah terjalin dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan UNA Drs. Mapilindo, MPd, mengatakan bahwa kegiatan penyantunan anak yatim dan kaum dhuafa ini akan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 29-30 April 2021, dengan jumlah 200 anak yatim dan 800 paket sembako kepada kaum dhuafa. Ini merupakan wujud partisipasi UNA kepada masyarakat Asahan yang membutuhkan, ucap Mapilindo.

Universitas Asahan saat ini tidak main-main untuk mewujudkan UNA menjadi Universitas yang Unggul yang mampu bersaing dengan Univeraitas yang lain. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya dosen yang telah selesai menempuh program study S-3, katanya.

Hubungan UNA dengan Pemerintah Kabupaten Asahan saat ini sangat baik, oleh karena itu, kita harus membantu mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan, ucapnya.

Menutup sambutannya, Mapilindo mengatakan, kami berharap Pemerintah Kabupaten Asahan dapat membantu UNA dalam mengembangkan sarana dan prasarana serta berharap dapat menjadikan UNA menjadi salah satu ikon pendidikan di Kabupaten Asahan, harap Mapilindo.

Sebelum memberikan bimbingan dan arahannya Bupati Asahan H. Surya, BSc memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa secara simbolis

Bupati Asahan H. Surya, BSc pada bimbingan dan arahannya mengucapkan terima kasih kepada UNA yang telah melaksanakan tugasnya secara profesional didalam membantu Pemerintah Daerah guna mewujudkan visi dan misi Kabupaten Asahan, ucap Surya.

UNA telah banyak memberikan kontribusi pembangunan pendidikan di Kabupaten Asahan sehingga masyarakat Kabupaten Asahan khususnya telah banyak melahirkan SDM yang berkualitas bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Asahan, kata Bupati.

Bupati berharap kepada civitas Akademik UNA untuk terus meningkatkan kontribusi kemajuan pendidikan di Kabupaten Asahan  karena hal tersebut dapat memberikan nilai positif bagi UNA dan Pemerintah Kabupaten Asahan. 

Pemerintah Kabupaten Asahan akan memberikan perhatian khusus kepada  UNA terutama dalam mewujudkan UNA menjadi salah satu Universitas yang unggul di Sumatera Utara, kata Bupati.

Di kesempatan itu, Al-Ustadz Abdul Rasyid pada tausiyahnya mengatakan agar seluruh civitas akademik UNA dan para tamu undangan dapat meningkatkan amal ibadahnya selama bulan suci ramadhan ini, kata Abdul Rasyid.(ZN)

Share Berita

 

Medan,DP News

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. mencanangkan Program Masjid Mandiri di Masjid Darul Jalal, Jalan Taut/Sukaria, Medan Tembung, Jumat (30/4) petang. Pencanangan ini ditandai dengan penyerahan Akta Koperasi Masjid Darul Jalal oleh Wali Kota kepada Ketua BKM Masjid tersebut, Indra Gunawan, S.Sos. Selain itu, Wali Kota juga menyalurkan bantuan yang diberikan Bank Syariah Indonesia berupa mesin ATM Beras berikut 1 Ton beras dan secara simbolis menyerahkan 100 kartu ATM kepada kaum dhuafa di sekitar masjid serta lima unit steling UMKM.

Dalam perhelatan yang dihadiri antara lain oleh Kepala Wilayah II Bank Syariah Indonesia Medan, Wisnu Sunandar, Ketua MUI Medan, Dr. H. Hasan Maksum, M.A., anggota DPRD Medan Afif Abdillah, dan segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan itu, Wali Kota mengatakan, program masjid mandiri ini adalah salah satu janji yang disampaikan kepada masyarakat Medan sewaktu kampanye dulu.  Karena itu, tidak lama setelah dilantik, Wali Kota mendorong pimpinan OPD untuk mewujudkan program ini.

“Janji kampanye saya juga telah menjadi janji pimpinan OPD. Kalau tidak ditepati maka pimpinan OPD juga berdosa. Dan, Alhamdulillah, dua bulan setelah direncanakan dan dijalankan, pada hari ini kita berhasil mencanangkan masjid mandiri di Masjid Darul Jalal,” ungkap Wali Kota seraya mengucapkan terima kasih atas semangat kolaborasi dari OPD di lingkungan Pemko Medan, juga pihak Bank Syariah Indonesia, dan BKM Darul Jalal serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pencanangan Program Masjid Mandiri ini.

Wali Kota menyampaikan, ada enam belas kriteria yang telah ditetapkan  agar suatu masjid dapat dikategorikan masjid mandiri. Di antaranya masjid tersebut memiliki sertifikat lahan dan bangunan. Hari ini, tekan Wali Kota, salah satu persoalan masjid adalah legalitas dari lahan maupun bangunan. Karena itu, persoalan ini harus dituntaskan dengan semangat kebersamaan. Artinya, selain Pemko Medan, berbagai pihak dapat mendukung kesuksesan dari Program Masjid Mandiri ini.

Kriteria lain Masjid Mandiri, lanjut Wali Kota, selain menjadi tempat ibadah, masjid menjadi penggerak perekonomian dan peradaban. “Masjid sebagai tempat ibadah itu sudah pasti. Namun di masjid juga harus digerakkan peradaban. Masjid juga harus menjadi penggerak perekonomian masyarakat sekitar,” ucap Wali Kota yang saat itu juga meresmikan Pojok Baca dan Layanan Buku Online di Masjid tersebut.  

“1115 mesjid di Medan merupakan potensi yang luar bisa untuk menjadi penggerak peradaban dan perekonomian umat,” sebut Wali Kota seraya mengatakan, semestinya perekonomian syariah itu pertama kali diperkenalkan dan dipraktikkan di masjid, bukan melalui perbankan.

Saat itu, Wali Kota juga berpesan kepada pengurus BKM Darul Jalal agar sungguh-sungguh menjalankan Program Masjid Mandiri ini. "Salurkan bantuan kepada warga sekitar yang benar-benar membutuhkan, beri kesempatan berusaha kepada jamaah yang benar-benar ingin berusaha dan memiliki inovasi," sebut Wali Kota.

Di akhir arahannya, Wali Kota juga mengingatkan tentang pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, sebut Wali Kota, di India telah terjadi tsunami Covid-19. Dikabarkan, salah satu penyebabnya adalah kegiatan ibadah. Belajar dari kejadian di India, Wali Kota mengajak jamaah agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan benar-benar menjaga kesehatan.

Wali Kota mengungkapkan dirinya tidak ingin ibadah umat muslim dipersalahkan jika terjadi kenaikan angka penyebaran Covid-19. Wali Kota tidak ingin Salat Tarawih maupun silaturahmi Lebaran dikatakan menjadi pemicu penyebaran Covid-19. “Karena itu mari kita sama-sama menjaga kesehatan. Tahan diri. Katakan kepada anak, saudara, kerabat kita yang berada di luar Medan, jangan dulu mudik dulu, jangan masuk Medan dulu,” pesan Wali Kota di akhir arahannya.(rd)
Share Berita

Asahan,DP News

Puluhan para pelajar siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMAN 3) Kisaran membagikan takjil berbuka puasa buat para tukang becak dan masyarakat yang sedang melintas dari seputaran inti Kota Kisaran, Kamis sore (29/4).

Bagi para pelajar tersebut terlihat membagikan berupa makanan yang dikemas dalam kotak. Para pelajar membagikan takjil di Jalan Cokroaminoto Kisaran depan TK Bhayangkari dan di tugu Adipura persisnya  depan kantor Bupati Asahan.

"Sore ini kami pelajar siswa-siswi SMAN 3 Kisaran memnagikan takjil buka puasa buat para tukang becak maupun masyarakat yang ada di Kota Kisaran" ucap Shafira Ananda pelajar SMAN 3 Kisaran.

Pembagian takjil ini dilakukan dirinya bersama- sama teman sekolahnya karena ingin berbuat hal yang positif dan baik serta bermanfaat buat orang lain.Apalagi sekarang ini kan bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang sangat penuh berkah, baik dan mulia, kata Shafira.

Selain itu kata Fira, kegiatan pembagian takjil ini untuk memperkuat silahturahmi khususnya bagi kami sesama para pelajar SMA Negeri 3 Kisaran yang sudah lama  tidak bertemu dan kumpul belajar disekolah karena adanya wabah covid 19, ujar Fira.

Sementara teman Fira lainnya Anissa dan Bulan Ananda mengatakan pelaksanaan kegiatan berbagi takjil ini, kami buat dan galang antar sesama teman untuk mengisi kekosongan saat bulan Ramadhan, katanya.

Sedang dana untuk pembuatan takjil, kami lakukan secara patungan dan kami kerjakan secara bersama. Hitung-hitung untuk berbuat baik dan amal sedekahlah tutur keduanya yang di amiini Sabrina, Tri Ayu dan Selly.

"Semoga apa yang kami lakukan ini mendapat nilai kebaikan dari Allah'SWT. Dan yang kami berikan bermanfaat bagi yang menerimanya"tuturnya.

Artinya Kami berharap kegiatan ini dapat kami laksanakan kembali pada tahun mendatang dan bisa diikuti oleh para rekan-rekan kami lainnya ataupun orang lain, kata Anissa.

Terlihat dalam membagikan takjil para pelajar menerapkan protokol kesehatan pandemi covid-19 dengan menggunakan masker untuk menjaga kesehatan diri dari wabah Corona.

Usai membagikan takjil para pelajar SMAN 3 Kisaran tersebut lalu mengadakan berbuka puasa bersama di rumah Shafira Ananda Pramana di Kelurahan Bunut Barat.

Para pelajar  SMAN 3 yang ikut berpartisipasi yaitu Annisa Ramadhani, Shafira ananda Pramana, Bulan Ananda, Sabrina Zalika Mudan, Tri Ayu Widiaastuti ,Selly Fani, Arjun Maulana ,Rehan Dika Parenza,Tri Arya Ardika, Mhd Wahyu Syahputra ,Hafiz Pramuji Almi,Juhni Syafryan dan Imam Syahputra.(ZN)

Share Berita

Medan,DP News

Memasuki hari ketujuh belas puasa,kader TP PKK Kota  Medan tetap antusias mengikuti Pengajian Ramadhan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (29/4). Selain mempererat tali silaturahmi pengajian rutin ini juga bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan agama sekaligus meningkatkan rasa keimanan.

Sebelum pengajian Ramadhan yang diikuti dari Kader TP PKK Kecamatan Medan Selayang ini dimulai, Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu Muhammad Bobby Afif Nasution diwakili Wakil Ketua TP PKK Kota Medan Ny Shaula Arindianti Aulia Rachman mengapresiasi antusias kader TP PKK dalam mengikuti pengajian Ramadhan ini. Sebeb menurutnya, dengan pengajian ini jalinan silaturahmi semakin erat dan para kader PKK bisa lebih saling mengenal dan semakin dekat lagi.

"Saya berharap pengajian ini dapat bermanfaat bagi kehidupan kita. Oleh karena itu saya mengapresiasi antusias kader dalam mengikuti pengajian Ramadhan ini sehingga apa yang disampaikan ustadz dalam tausiyahnya memberikan manfaat serta dapat diterapkan dalam keluarga maupun masyarakat. Selain itu juga untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT," kata Wakil Ketua TP PKK Kota Medan didampingi Wakil Ketua I Ismiralda Wiriya Alrahman.

Kemudian dalam acara yang tetap menerapkan Protokol Kesehatan ini, Ny Shaula Arindianti Aulia Rachman juga mengingatkan para kader PKK Kota Medan untuk menjadikan Ramadan ini momentum menjadi hamba yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

"Kita manfaatkan bulan suci Ramadhan ini untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah salah satunya mendengarkan pengajian agar menambah ilmu pengetahuan tentang agama sehingga nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan. Apalagi saat ini kita sudah memasuki pertengahan puasa, oleh karenanya kita harus lebih memanfaatkannya" Ujar Ny Shaula.ㅤ

Selanjutnya Pengajian Ramadhan ini diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan Al Ustad Daud Sagala mengungkapkan pengajian yang digelar rutin ini sangat baik. Sebab mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif serta lebih meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT.

"Tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT khususnya di bulan suci Ramadhan ini, jadikan Ramadhan tahun ini menjadi yang terbaik dari tahun sebelumnya dengan diisi kegiatan positif seperti pengajian Ramadhan," ujarnya.(rd)


Share Berita

Asahan,DP News

Pemuda Persatuan Islam (PUI) Provinsi Sumatera Utara menyerahkan 500 Al-Qur'an kepada Bupati Asahan H. Surya, BSc. Penyerahan Al- Quran tersebut diserahkan o Ketua Pemuda PUI Provinsi Sumatera Utara Haris Sucipto.

Penyerahan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Asahan disaksikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Kepala Bappeda Kabupaten Asahan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan dan pengurus Pemuda PUI Provinsi Sumatera Utara, Kamis (29/4).

Ketua Pemuda PUI Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Haris Sucipto pada penyerahan ini mengatakan, tujuan kami menyerahkan 500 Al-Qur'an kepada Bupati Asahan agar Bupati Asahan dapat menyalurkan Al-Qur'an ini kepada yang membutuhkan terkhusus kepada Masjid, Rumah Tahfizh dan TPQ Paud, ucap Haris.

Al-Qur'an yang kami serahkan ini  berasal dari Yayasan Amirul Ummah dan Iman Care. Semoga Al-Qur'an ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Asahan, kata Haris.

Sementara itu, Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Asahan mengucapkan terima kasih kepada Pemuda PUI Provsu terkhusus kepada Amirul Ummah dan Iman Care yang telah menyerahkan 500 Al-Qur'an kepada Pemerintah Kabupaten Asahan. Dimana nantinya, Al-Qur'an-Al-Qur'an ini akan kami serahkan kepada yang membutuhkan, terutama kepada Masjid, Rumah Tahfizh dan TPQ Paud yang ada di Kabupaten Asahan, ujar Surya.(ZN)

Share Berita

Asahan,DP News

Untuk meningkatkan mutu pelayanan di RSUD HAMS Kisaran, Bupati Asahan H. Surya, BSc, didampingi Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution, MSi, melakukan pertemuan dengan Direktur RSUD HAMS (Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang) Kisaran dan Dewan Pengawas RSUD HAMS Kisaran. Pertemuan tersebut digelar di rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis (29/4).

Pada pertemuan tersebut Bupati Asahan H Surya, BSc, meminta kepada Direktur RSUD HAMS Kisaran dr. Edi Iskandar untuk meningkatkan mutu pelayanan di RSUD HAMS Kisaran. Hal itu merupakan janji saya kepada masyarakat pada saat melakukan kampaye saat Piilkada tahun 2020. 

Untuk meningkatkan pelayanan tersebut Direktur RSUD HAMS Kisaran harus melakukan perbaikan. Dimana pada perbaikan tersebut Direktur harus memberitahu kepada Dewan Pengawas dengan cara mengekspos. Setelah itu, Dewan Pengawas menyampaikannya kepada saya, selaku Bupati Asahan. Sebagai Bupati Asahan saya harus mengetahui apa saja yang dilakukan para OPD saya, ucap Surya.

Ke depannya saya berkeinginan RSUD HAMS Kisaran dapat menjadi Rumah Sakit yang bertarap Nasional. Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh OPD  membantu saya untuk mewujudkan hal tersebut, harap Bupati Surya.

Mengakhiri pertemuan itu, Surya menghimbau kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan untuk menerapkan 3 T (Tertib Administrasi, Tertib Anggaran, Tertib Kinerja atau menjalankan tugas) dalam melaksanakan setiap pekerjaannya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kadis Kominfo Kabupaten Asahan, Kepala Bappeda Kabupaten Asahan, Kepala Bappenda Kabupaten Asahan, Kepala Bagian Hukum Setdakap Asahan dan mewakili Kepala BPKAD Kabupaten Asahan.(ZN)

Share Berita

Jakarta,DP News

Para PNS,TNI-Polri,pejabat negara dan pensiunan sudah bisa merasa lega dengan terbitnya PP THR.Kepastiantunjangan hari raya (THR) untuk pegawai negeri sipil (PNS) sudah terang benderang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani PP yang menetapkan ketentuan THR PNS tersebut.

Jokowi mengatakan yang akan mendapatkan THR selain PNS antara lain TNI-Polri, pejabat negara hingga pensiunan PNS

"Ya saya telah menandatangani PP yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 utk aparatur negara baik itu PNS, CPNS, TNI-Polri dan pejabat negara, pensiunan, penerima pensiun, penerima tunjangan. Kemarin hari Rabu 28 April sudah saya tanda tangani," tuturnya dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).

Jokowi menjelaskan, pemberian THR PNS merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat. Sehingga diharapkan bisa turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri diharapkan menjadi salah satu momentum untuk mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat yang kita harapkan ini bisa segera dinaikkan pertumbuhan ekonomi kita," ucapnya.

Jokowi menerangkan THR PNS akan dibayarkan mulai 10 hari kerja sebelum hari raya Lebaran. Sementara untuk gaji ke-13 PNS akan dibayarkan menjelang tahun ajaran baru sekolah anak.(detikfinabce.com/rd)

Share Berita

 

Jakarta,DP News

Untuk menekan peyebaran Covid-19, pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi sejak Januari lalu.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga April 2021 sebanyak 181.554.465 ribu orang sudah melakukan vaksinasi.

Namun tampaknya, pasca program vaksinasi di Indonesia, penyebaran Covid-19 masih belum turun secara signifikan.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-18 di dunia, dari sisi jumlah kasus Covid-19. Kasus harian masih tetap ada, bahkan masih mencapai 6.000 kasus per harinya.

Indonesia masih harus waspada karena baru 2 persen penduduk yang telah divaksinasi dari target jumlah orang yang harus divaksin.

Hal ini membuat semua orang, baik yang sudah divaksin atau belum, tetap harus menjalakan protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh agar pencegahan bisa benar-benar dilaksanakan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Kosultan Alergi Immunologi, Dr. Gatot Soegiarto menegaskan bahwa tidak ada vaksin yang menjamin perlindungan seratus persen kebal virus.

Lebih lanjut dokter Gatot mengatakan, orang yang telah melakukan vaksinasi responnya bisa bermacam-macam untuk membentuk antibodi yang dihasilkan.

"Ini bergantung pada usia, gender, kualitas gizi, memiliki penyakit penyerta dan stress," ungkap dr.Gatot yang dikutip melalui YouTube Imboost Indonesia dalam webinar bertajuk 'Pentingnya Jaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi', Rabu (27/4)..

Jika membandingkan usia muda dan tua, orang dengan usia tua memiliki respon titer antibodi yang dibentuk lebih rendah.

Ini dikarenakan orang tua mengalami penurunan fungsi salah satunya adalah fungsi imun yang menurun.

Perempuan diketahui memiliki respon imun yang lebih tinggi dibanding laki laki. Orang dengan gizi bagus pun dapat merespon antibodi lebih tinggi dibadingkan yang bergizi buruk.

Orang yang memiliki penyakit penyerta pun memiliki kemampuan membentuk antibodi yang lebih rendah daripada orang yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Kemudian, stress juga menyebabkan pembentukan antibodi yang menurun. Hal ini membuat proses pembentukan antibodi dari vaksinasi dapat melambat untuk kondisi-kondisi tertentu seperti diatas.

"Maka dari itu, penting sekali untuk tetap menjaga imunitas tubuh meskipun sudah melakukan vaksinasi," tegas Gatot sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Salah satu hal yang dapat menaikkan imunitas adalah pola hidup sehat, konsumsi buah dan sayur, olahraga dan mengkonsumsi sumplemen seperti immunomodulator seperti bahan herbal echinacea purpurea.

"Penggunaan immunodulator seperti echinacea purpurea ternyata bisa menigkatkan titer antibodi terhadap vaksinasi. Respon tubuh juga menjadi lebih baik," lanjut Gatot.

Hal yang sama dikemukakan Dokter Spesialis Paru, Dr.Erlina Burhan bahwa masyarakat yang sudah mendapat vaksin Covid pun tetap butuh suplemen seperti immunomodulator.

Sebenarnya, vitamin dan nutrisi baik lainnya ada dalam makanan seperti buah-buahan da sayur-sayuran, namun tidak semua orang suka dengan sayur dan buah.

"Maka dari itu, untuk meghindari terjadinya infeksi Covid-19 ini, selain vaksinasi juga bisa menjalankan 5M termasuk juga dengan meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dengan konsusmi immunomodulator," pungas Erlina.(kompas.com/rd)

Share Berita

 

Jakarta,DP News

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani menemui keluarga dari 53 orang awak KRI Nanggala-402 di Sidoarjo, Jawa Timur, dan menjanjikan bantuan rumah.

Mengawali pertemuan, ia menyampaikan duka cita kepada para keluarga dan mengucap doa untuk para mendiang kru KRI Nanggala-402.

"Atas nama negara, atas nama pemerintah, atas nama rakyat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya para patriot KRI Nanggala 402. Semoga arwah beliau-beliau diterima di sisi-Nya, diberi tempat terbaik, diampuni dosa-dosanya," kata Jokowi di Hanggar Lanudal Juanda, Sidoarjo, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).

Jokowi kembali menyampaikan negara memberi Bintang Jalasena kepada 53 awak KRI Nanggala 402. Pemerintah juga memberi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada mereka.

Selain itu, ia menjanjikan jaminan biaya pendidikan bagi seluruh anak dari awak KRI Nanggala 402 hingga sarjana. Dia juga menyebut pemerintah akan memberi rumah bagi keluarga awak kapal.

"Nanti ibu-ibu sekalian akan juga dibangunkan rumah yang tempatnya terserah, nanti kami mengikuti semuanya, bisa di Gresik, Sidoarjo, atau tempat lain," tuturnya sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com

Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAL Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatur mekanisme pelaksanaan bantuan-bantuan tersebut.

Usai berpidato, Jokowi menghampiri keluarga awak kapal satu per satu. Didampingi Prabowo dan Puan, Jokowi mengobrol dengan para keluarga mendiang.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi rumah keluarga salah satu kru KRI Nanggala 402 Kolonel Laut (E) Anumerta Irfan Suri, di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Selasa (27/4).

Irfan adalah salah satu kru non-anak buah kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Pulau Bali, 21 April 2021.

"Jadi saya ke sini sebagai pimpinan wilayah Jabar. Tadi mendoakan agar diberikan kekuatan, keselamatan dan ketabahan buat keluarga yang ditinggalkan," katanya.

Emil pun menyampaikan kadeudeuh atau tali kasih berupa Rp100 juta bagi putra-putri mendiang dari Pemprov Jawa Barat dan Bank BJB.

"Saya kira dengan ada uang kadeudeuh itu bisa dimanfaatkan oleh tiga anaknya, minimal digunakan dalam kebutuhan yang konkret terus juga untuk meringankan keseharian," ujar dia.

Sementara itu, ibunda dari Komandan KRI Nanggala-402 Letkol (P) Heri Oktavian, Muharleni, sempat menerima tim trauma healing Polda Lampung untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap keluarga korban, pada 26 April.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan kedatangannya di kediaman keluarga Heri ialah untuk memberikan semangat dan dukungan.

"Kita berharap yang terbaik untuk seluruh kru awak KRI Nanggala-402, semoga semua keluarga awak KRI tersebut diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan bencana ini,"ujarnya.

Selain itu, kata Pandra, kedatangannya ini juga sebagai bentuk dari sinergi serta rasa solidaritas karena keluarga Letkol Heri ini juga sebagai keluarga Polri yang pernah bertugas di Brimob Polda Lampung.

KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam di perairan Bali, Minggu (25/4), setelah hilang kontak sejak Rabu (21/4).

Kapal berusia lebih dari 40 tahun itu sedang digunakan untuk latihan penembakan torpedo. Sebanyak 53 orang awak kapal berada di dalam kapal selam saat kecelakaan terjadi.(CNNIndonesia/rd)

Share Berita

Medan,DP News

Pelimpahan penanganan sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke pihak  kecamatan,kelurahan dan Kepling merupakan keputusan yang tepat. Pengalihan wewenang tanggungjawab untuk kolaborasi semua pihak akan menjamin kebersihan serta perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Sampah  dapat maksimal

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, Kamis (29/4) menanggapi pengalihan penanganan sampah ke kecamatan.

“Pelimpahan tanggungjawab pengelolaan penanganan sampah kepada Camat, Lurah dan Kepling sudaj tepat.Ini bisa membuktikan kolaborasi semua pihak tangani sampah menuju Medan bersih akan cepat terwujud,” ujar Paul Simanjuntak.

Menurut Paul MA Simanjuntak yang juga bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan itu, pelimpahan tanggungjawab dan keterlibatan Kepling soal kebersihan dapat menjamin lingkungan bersih serta mempermudah penambahan jumlah warga sebagai wajib retribusi Sampah.

"Kepling harus aktif di lapangan sehingga fapat sangat tepat mengarahkan warga menjadi WRS demi peningkatan pelayanan kebersihan di lingkungannya,” saran Paul.

Selama ini, Pemko Medan belum maksimal soal pengadaan sarana dan prasarana angkutan sampah karena alasan keterbatasan anggaran. Maka hal itu akan terjawab jika perolehan retribusi sampah dimaksimalkan lewat WRS. 

“Banyak retribusi sampah yang tidak tergali maksimal sehingga tidak menjadi PAD resmi ke Pemko Medan.Kebocoran itu perlu diantisipasi dengan merobah sistim pembayaran,” terang Paul.

Untuk itu, Paul Simanjuntak menyarankan, agar warga yang terdaftar sebagai WRS dapat melakukan pembayaran bersamaan lewat rekening air atau listrik. Begitu juga bagi warga yang tetap bayar uang sampah supaya wajib terdaftar WRS. 

“Sistem ini mengurangi kebocoran PAD dan upaya peningkatan pelayanan prima soal kebersihan,” sebut Paul.  Nantinya, tidak menjadi alasan lagi kekurangan armada seperti truk, becak sampah dan gerobak sampah karena ketiadaan anggaran. Kalau retribusi maksimal saya rasa cukup untuk belanja sarana dan prasarana pelayanan sampah,” jelas Paul.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution telah  menyatakan, mulai Rabu 28 April 2021 penanganan sampah yang selama ini dikelola Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan kini dilimpahkan kepada kecamatan. Dengan demikian, seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan bertanggung-jawab terhadap kebersihan di wilayah masing-masing.(rd)

Share Berita

Asahan,DP News

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta syia'ar Islam khususnya di bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menyelenggarakan peringatan malam Nuzulul Qur'an Tahun 1442 H di Masjid Agung H. Achmad Bakri Kisaran, tepatnya pada malam 17 Ramadhan 1442 H / 2021 M, Rabu malam (28/4).

Ketua Panitia H. Ali Mughofar, S.Sos, MSi, yang merupakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan mengatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sesuai dengan surat Bupati Asahan Nomor : 400/1568 tanggal 23 April 2021, tentang penghunjukan panitia penyelenggara peringatan malam Nuzulul Qur'an Kabupaten Asahan, ucap Ali.

Menutup sambutannya, Ali mengatakan, kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerjasama yang baik semua pihak. Olleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua LPTQ Provinsi Sumatera Utara, Ketua LPTQ Kabupaten Asahan dan terkhusus kepada Ketua BKM Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran yang telah memberikan fasilitas kepada kami, kata Ali.

Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Asren Nasution mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah menyambut kami dengan baik di Kabupaten Asahan dengan memberikan fasilitas kepada kami, dalam menggelar setiap kegiatan yang kami laksanakan di Kabupaten Asahan yang dimulai sejak pagi sampai dengan malam hari ini.

Kegiatan peringatan Malam Nuzulul Qur'an ini kita kehadiran seorang Ustadz Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, MA yang merupakan mantan Menteri Agama  Republik Indonseia pada era ke Presidenan Ibu Megawati Soekarno Putri, ujar Asren.

"Dengan kehadiran bapak Al-Ustadz ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami masyarakat Provinsi Sumatera Utara khusunya masyarakat Kabupaten Asahan," kata Asren.

Bupati Asahan H. Surya, BSc, dalam sambutannya mengatakan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Asahan mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Asahan atas kerjasamanya dalam menciptakan suasana kondusif di Bulan Ramadhan ini. Mari terus kita pelihara kesyahduan bulan ramadhan sampai hari-hari terakhir. Kita tingkatkan amal ibadah sehingga prediket taqwa dapat kita peroleh, harap Surya.

Ada 3 makna yang terkandung dalam peringatan Nuzulul Qur'an, yang pertama, membudayakan masyarakat membaca Kitap Suci Al-Qur'an. Kedua, masyarakat mampu menguasai ilmu dan teknologi serta yang ketiga masyarakat dapat berpikir logis dan bertindak sesuai dengan hukum, ucap Surya.

Membaca Al-Qur'an harus dapat dipupuk sejak dini dan dijadikan kebiasaan sehari-hari masyarakat. Bukan hanya sekedar dapat membaca, masyarakat juga harus tahu arti dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, kata Bupati Surya.

Menutup sambutannya, Surya mengatakan, bahwa Nuzulul Qur'an juga mempunyai makna pemersatu umat, sebagai sumber dan pedoman umat yang utama, umat Islam seluruh dunia membaca Al-Qur'an dengan cara dan bahasa yang sama.

Sebelum mendengarkan tausiyah agama dari Al-Ustadz Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, MA, Bupati Asahan, Dandim 0208 Asahan, Kapolres Asahan, Danyon 126/KC, Mewakili Danlanal Tanjung Balai Asahan, Mewakili Kajari Asahan, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kakankemenag Kabupaten Asahan, OPD, Camat se-Kabupaten Asahan, Ketua LPTQ Provsu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Kodim 0208/Asahan, Ketua MUI Kabupaten Asahan, Ketua Imtaq Kabupaten Asahan, Ketua FKUB Kabupaten Asahan dan para jamaah disajikan Hafflatul Qur'an yang dibawakan oleh tim Hafflah Provinsi Sumatera Utara.

Al-Ustadz Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, MA pada tausiyahnya menyampaikan, jika kita sering membacakan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan menghafalnya, maka semakin bertambah kecintaan kita kepada Al-Qur'an tersebut dan Allah SWT akan memuliakan kita dunia dan akhirat.

Peringatan malam Nuzulul Qur'an yang dilaksanakan pada malam hari ini, untuk membangkitkan dan mengembalikan Kabupaten Asahan pada masa kejayaannya, dimana pada saat itu banyak para hafizh dan hafizha, qori dan qoria yang berasal dari Kabupaten Asahan, ucap Said Agil.(ZN).

Share Berita

Samosir,DP News

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  RI sosialisasikan Undang-undang Cipta Kerja  di Hotel Silintong Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo, Rabu (28/04).

Acara tersebut dibuka secara resmi Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom, ST. Turut hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung, SE, MA, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM Saribua Siahaan, anggota DPRD Samosir Polma Gurning, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Dapot Simbolon dan Camat Simanindo Hans Sidabutar.

Bupati Samosir menyambut baik diselenggarakannya Sosialisasi UU Cipta Kerja dan perizinan berusaha kepada para pelaku usaha mikro kecil untuk mendapatkan manfaat yaitu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang perizinan dan pemudahan berusaha.

Vandiko juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung atas perhatiannya kepada Kabupaten Samosir yang telah melenggarakan Sosialisasi UU Cipta Kerja di Kabupaten Samosir. ( ml/heli- red)

Share Berita

Asahan,DP News

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan Edwar Syam, SP, MM, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Asahan. Dalam kunjungannya tersebut Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan disambut Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution, MSi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Kominfo Kabupaten Asahan dan Kepala Bagian Perekonomi Setdakab Asahan. Kunjungan tersebut digelar di Ruang Jerja Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Rabu (28/4).

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan Edwar Syam, SP, MM menyampaikan, bahwa tujuan kunjungannya ke Pemerintah Kabupaten Asahan untuk bekerjasama atau saling bergandengan tangan dengan Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan membangun Kabupaten Asahan dalam pengembangan dan peningkatan ekspor sumberdaya alam khususnya komoditas pertanian, ujar Edwar.

Saat ini, Kementerian Pertanian menggalakkan program gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) komoditas pertanian dimana Karantina Pertanian sebagai koordinatornya. Secara geografis Kantor Induk Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan terletak dalam Wilayah Kabupaten Asahan tepatnya di Batu Sembilan. 

Tentunya dalam mewujudkan program tersebut kita akan memberikan perhatian yang lebih dari 5 Kabupaten/Kota lainnya yakni Labuhan Batu, Labusel, Labura, Tanjung Balai dan Batu Bara yang menjadi bagian dari wilayah kerja Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan, ucapnya.

Untuk mewujudkan program Gratieks tersebut, perlu dilakukan percepatan pengembangan dan peningkatan ekspor komoditas pertanian di Kabupaten Asahan. Oleh karena itu, kita berharap Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung program yang saat ini kita galakkan. Dengan demikian diharapkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan akan lebih meningkat kedepannya, kata Edwar.

Sementara Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs. John Hardi Nasution, MSi, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan. Dimana kunjungan tersebut telah membuka pandangan baru untuk pengembangan dan peningkatan ekspor komoditas sumberdaya alam yang ada di Kabupaten Asahan khususnya ekspor komoditas pertanian, ucap Pj Sekda.

Mantan Kepala BKD Asahan itu mengatakan, untuk mendukung hal tersebut, kami merencanakan akan membentuk tim percepatan ekspor. Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan ini dapat segera terwujud, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekspor komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Asahan yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pada pelaku usaha. Kita akan melibatkan OPD-OPD terkait untuk terlibat sebagai anggota tim dalam mendorong percepatan dan peningkatan ekspor dari Kabupaten Asahan, ucap PJ Sekda.(ZN)

Share Berita

Medan,DP News

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. diwakili Wakil Wali Kota, H. Aulia Rachman, S.E., memimpin Rapat Tindak Lanjut Peraturan Wali Kota Medan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan kepada Camat di Lingkungan Pemko Medan, Rabu (28/4). Dalam rapat ini, Wakil Wali Kota meminta seluruh camat segera melakukan pemetaan (mapping) pengelolaan persampahan di wilayah masing-masing.

“Petakan secara lengkap, termasuk kendala-kendala yang dihadapi camat di lapangan dalam menangani persampahan,” ujar Wakil Wali Kota Medan didampingi Sekda, Ir. Wiriya Alrahman, M.M., Asisten Administrasi Umum, Renward Parapat, Asisten Ekonomi Pembangunan, Khairul Syahnan, dan Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Muhammad Husni, dalam rapat yang diikuti seluruh camat itu.

Wakil Wali Kota juga meminta para camat untuk mengungkapkan kendala yang dihadapi saat menangani persampahan pada 2018 lalu. Kesempatan ini dimanfaatkan para camat untuk menyampaikan berbagai masukan. Di antaranya soal kesesuaian personil dan armada angkutan sampah yang diberikan kepada kecamatan dengan luas wilayah, dilibatkannya kecamatan dalam pendataan untuk menentukan target retribusi, juga tentang jatah BBM armada angkutan yang disesuaikan dengan jarak kecamatan dengan TPA.

Wakil Wali Kota memperhatikan berbagai masukan dan saran para camat ini. Dia juga menyemangati para camat agar tidak ragu dalam melangkah. “Ada kendala kita diskusikan, kita atasi bersama. Saya optimis ini bisa kita lakukan,” ucapnya.

Di awal rapat itu, Sekda juga memaparkan beberapa hal penting berkaitan dengan pelimpahan sebagian kewenangan pengelolaan persampahan kepada camat ini sebagaimana yang diatur Perwal Nomor 18 Tahun 2021. Pelimpahan kewenangan ini, tegas Sekda, membuat camat bertanggung jawab pada pengangkutan sampah dari rumah ke TPS dan TPS, termasuk soal terpeliharanya kebersihan kota. Sedangkan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan bertugas dalam pengelolaan TPA.

Sekda mengatakan, dengan adanya pelimpahan ini, maka harus dilakukan penyerahan sumber daya dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan kepada Camat yang terdiri dari pembiayaan, prasarana, sarana, dan personil.

“Yang tinggal di Dinas Kebersihan dan Pertamanan hanya peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan TPA, taman, dan lampu penerangan jalan umum,” sebut Sekda.

Sekda juga mengatakan, pengutipan retribusi juga dilakukan oleh pihak kecamatan. Untuk tahun ini, pencetakan rekening retribusi masih dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, namun tahun berikutnya sudah dilakukan di kecamatan. Sekda juga mengingatkan, rekening itu dicetak setiap bulan, karena itu Camat harus meluangkan waktu untuk melakukan verifikasi agar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Target retribusi pun akan dialihkan ke kecamatan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kewenangan yang telah dilimpahkan,” ucapnya seraya mengingatkan agar para camat bekerja secara terukur agar diperoleh hasil yang maksimal.(rd)


Share Berita

Asahan,DP News

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) para Huffazh dan pimpinan pondok Tahfizh se-Sumatera Utara di pendopo rumah Bupati Asahan, Rabu (28/4).

Ketua LPTQ Provsu Asren Nasution mengatakan, LPTQ Provsu akan menyerap semua aspirasi dari para Huffazh dan pimpinan pondok Tahfizh se-Sumatera Utara, apalagi aspirasi tersebut untuk kemajuan para Hafizh dan Hafizhah di Sumatera Utara. 

"Kami LPTQ Provsu juga merasa bangga dengan Kabupaten Asahan, dimana pondok Tahfizh telah menjamur di Kabupaten Asahan", ucapnya.

Mengakhiri pidatonya, Asren mengajak seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan Sumatera Utara menjadi gudang para hafizh dan hafizhah.

Bupati Asahan pada pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, MSi, mengatakan, sejak tahun 1999 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan telah memfasilitasi pendidikan Tahfidz Al-Qur'an melalui dana APBD dan sudah menamatkan sejumlah 22 orang hafizh dan hafizhah, ucap Taufik.

Para hafizh dan hafizhah tersebut sekarang sudah menjadi pendiri dan pimpinan rumah Tahfidz di Kecamatan mereka masing-masing. Sampai dengan saat ini, tercatat ada 86 rumah Tahfidz di Kabupaten Asahan dengan jumlah santri putra sebanyak 2.297 orang dan santri putri 2.504 orang . 

Pemerintah Kabupaten Asahan sendiri saat ini membina 50 orang santri putra dan 10 orang santri putri yang lokasinya berada di komplek Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran dan difasilitasi melalui dana APBD Kabupaten Asahan, kata Wabup.

Wabup Taufik mengatakan, bahwa cabang Tahfidz adalah cabang yang bergengsi kedua pada event MTQ dan STQ setelah cabang Tilawah. Cabang ini juga diperlombakan sampai ke tingkat internasional. Oleh karena itu, pembinaan Tahfidz dari segi prestasi tidak hanya dimaksud untuk memberikan nama baik bagi daerah Kabupaten/Kota atau Provinsi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap prestasi bangsa dalam event MTQ internasional. Ini adalah merupakan tugas setiap Pemerintah Kabupaten/Kota beserta dengan pondok-pondok tahfidz-nya menciptakan para huffazh yang memiliki standar internasional.

Kabupaten Asahan beberapa kali pernah mengirimkan putra-putra terbaiknya mewakili Indonesia mengikuti Musabaqah Hifdzil Qur'an tingkat internasional. Mudah-mudahan dengan semakin tumbuhnya rumah rumah Tahfidz di Kabupaten Asahan, semakin banyak pula putra-putri Asahan yang mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Apa yang kita hasilkan dari FGD ini akan menjadi masukan bagi kami untuk mewujudkan hal tersebut

Dalam kesempatan itu, tampak hadir Ketua LPTQ Provsu, Wakil Bupati Asahan, Ketua LPTQ Kabupaten Asahan, Ketua MUI Kabupaten Asahan, Ketua Imtaq Kabupaten Asahan dan tamu undangan lainnya.(ZN)

Share Berita

Asahan,DP News

Bupati bersama unsur Forkopimda Kabupaten Asahan menggelat rapat koordinasi (Rakor) Presiden Republik Indonesia, Ir. H.Joko Widodo, dengan Kepala Daerah di Indonesia secara virtual. Acara tersebut dipusatkan di Aula Melati Kantor Bupati setempat, Rabu (28/4).

Rapat tersebut diikuti oleh Bupati Asahan H.Surya Bsc, dan Forkopimda diantaranya, Kajari Asahan Aluwi S.H., Waka Polres Asahan, Kompol Sri Juliani Siregar, S.H., Dandim 0208/AS Letkol Inf Sri Marantika Beruh S.Sos., Danlanal TBA, Sekretaris Daerah Jhon Hardi Nasution MSi, dan para Asisten.

Rapat koordinasi tersebut diawali dengan sambutan dari Mendagri, Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Tito berharap agar setiap Kepala Daerah dapat berinovasi dan berkontribusi dalam membangun daerahnya masing-masing.

"Saya berharap setiap Kepala Daerah dapat mengembangkan daerahnya sesuai dengan potensi daerah masing-masing dan saling berkontribusi untuk percepatan pembangunan nasional," harap Tito.

Rapat tersebut dilanjutkan dengan pengarahan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Presiden menegaskan bahwa pertemuan di sore hari ini membahas terkait covid-19 dan perekonomian.

Jokowi memberi gambaran terkait perkembangan covid-19 di India. Sebagaimana diketahui, kurva perkembangan covid-19 di India mulai bulan November hingga Januari. Dalam kurun waktu tersebut, Menteri Kesehatan di India pernah menyampaikan bahwa kunci kurva tersebut dapat menurun yaitu dengan melakukan lockdown. Namun akhir-akhir ini, terjadi lonjakan kasus positif covid-19 di India yang sangat meningkat hingga mencapai 350.000 per hari.

Oleh karena itu, Presiden berharap sekecil apapun kasus aktif yang ada di Provinsi dan di Kota agar terus dipantau dan jangan lengah. Presiden meminta agar Pemerintah Daerah tetap mengikuti kurvanya. Begitu juga dengan vaksinasi harus terus dipantau pelaksanaannya, harap Jokowi.

Terkait momen libur panjang Idul Fitri yang akan datang, Presiden berharap agar lebih berhati-hati, karena tahun lalu ada 4 kali momen libur panjang yang  kenaikan kasus positifnya melonjak. Maka dari itu, diharapkan kepada setiap Kepala Daerah untuk turut serta mensosialisasikan himbauan larangan mudik kepada masyarakat, kata Jokowi.

"Saya ingat betul pada bulan Januari, kita pernah mencapai angka 14.000 sampai 15.000 kasus positif covid-19 per harinya. Oleh karena itu, disiplin protokol kesehatan harus diterapkan lebih  ketat kepada masyarakat. Pemerintah Daerah dan Forkopimda diharapkan untuk turut dapat menegakkan disiplin protokol kesehatan di daerahnya. Sehingga kenaikannya tidak seperti tahun lalu," tegas Presiden.

Persoalan perekonomian, Presiden menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 ini sebesar 4,5% - 5,5% dan mulai bulan Maret hingga April ini perekonomian kita sudah menuju normal kembali. Hal tersebut dapat kita capai dan sangat tergantung pada pertumbuhan ekonomi kuartal kedua di tahun 2021 ini.

"Kalau kita dapat menekan angka covid-19 tanpa membuat guncangan di perekonomian nasional, tentunya target ini dapat tercapai. Oleh sebab itu saya mengajak kepada seluruh Provinsi, Kabupaten / Kota, agar turut dapat bersinergi terkait hal ini. Pemerintah Daerah juga agar menyegerakan belanja APBD. Selain itu, Bansos dan  Bantuan Langsung Tunai (BLT)  juga harus segera tersalurkan seluruhnya," ucap Presiden.

Rapat tersebut ditutup dengan pengarahan dari Presiden terkait investasi. Presiden menegaskan agar pelayanan yang diberikan dari Daerah kepada masyarakat dipermudah, terutama yang berkaitan dengan perizinan, karena kunci pertumbuhan ekonomi tentunya sangat tergantung sekali kepada investasi.(ZN)

Share Berita

 

Asahan,DP News

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Sumatera Utara menggelar rapat teknis permusabaqahan menghadapi Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) XVII Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Rabu (28/4).

Kegiatan yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati Asahan dihadiri oleh Ketua LPTQ Provsu, Bupati Asahan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, Kakankemenang Kabupaten Asahan, Ketua LPTQ Kabupaten Asahan, Ketua MUI Kabupaten Asahan, Ketua Imtaq Kabupaten Asahan dan tamu undangan lainnya.

Ketua LPTQ Provsu Asren Nasution mengatakan atas nama LPTQ Provsu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan dan LPTQ Kabupaten Asahan yang telah berkenan menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat teknis ini.

Asren mengatakan tujuan dari rapat teknis ini antara lain memantapkan hasil raker terbatas LPTQ Sumut Tanggal 19 Januari 2021 di Kantor BPSD Provsu, memastikan kesiapan LPTQ Kabupaten/Kota dan Kafilah khusus mengikuti STQH  XVII Provsu Tahun 2021.Tujuan ini kita lakukan untuk melihat kesiapan Kabupaten/Kota (sesuai zona) untuk dijadikan tempat talent scouting bibit-bibit potensial yang ada di Kecamatan dan Desa-Desa, ucap Asren.

Pada kesempatan ini Bupati Asahan H. Surya, BSc pada sambutannya mengatakan, kami sangat merasa bangga dan gembira atas kepercayaan yang telah diberikan untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang mulia ini. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada LPTQ Provsu yang telah memberikan amanah ini. Walaupun kita masih dalam kondisi pandemi covid 19, tapi antusias yang kita tunjukkan dengan hadir di tempat ini adalah bukti bahwa perjuangan kita mengembangkan Al-Qur'an tidak boleh surut dalam berbagai kondisi dan tantangan, ujar Surya.

Kalau kita melihat sejarah, bahwa MTQ yang pertama kali dilaksanakan adalah di Kabupaten Asahan, yaitu tepatnya di Kampung Bunga Desa Pondok Bungur Kecamatan Pulo Bandring. Pada tanggal 12 Februari 1946, atau sekitar 6 bulan setelah diproklamirkannya Kemerdekaan Negara Indonesia. Ketika itu telah terjadi sebuah peristiwa yang menjadi tonggak sejarah MTQ yaitu dilaksanakannya sayembara membaca Al-Qur'an di sebuah Masjid yang terletak di Dusun II Desa Pondok Bungur yang sampai sekerang masjid tersebut dinamakan Masjid MTQ 1946, kata Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Asahan mengatakan, saya menyambut baik rapat koordinasi teknis ini di laksanakan di Kabupaten Asahan. Apalagi, momennya sangat tepat, yaitu Bulan Ramadan, bulan diturunkannya Al-Qur'an, dimana sebaik-baik pembahasan adalah pembahasan tentang Al-Qur'an.

Bagi kami masyarakat asahan, ini adalah salah satu bukti nyata bahwa Kabupaten Asahan dikenal sebagai daerah yang religius, sehingga LPTQ Provsu menilai Kabupaten Asahan pantas untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang sangat penting, ucap Surya.(ZN)

Share Berita

Medan,DP News  

Anggota Komisi II DPRD Medan Drs Wong Chun Sen Tarigan mengatakan pencopotan Kadis Kesehatan menunjukkan keseriusan membenahi Kota Medan dengan berkolaborasi dengan semua instansi. Namun, jika memang tidak mampu bekerjasama dan mengikuti kinerja maupun program dari Walikota Medan, wajar bila dikeluarkan kebijakan yang tujuannya adalah bagi kemajuan Kota Medan.

”Selama ini tidak ada pemimpin yang berani melakukan tindakan tegas bagi para kepala Dinas yang dinilai tidak baik dalam bekerja. Saya juga melihat kinerja Edwin Effendi sejak memimpin Dinas Kesehatan tidak ada yang luar biasa. Malah sebagai Kadis, Edwin juga sulit sekali untuk dihubungi ataupun berkomunikasi. Sementara sangat banyak permasalahan kesehatan yang perlu diketahui oleh mantan Dirut RSUD dr.Pirngadi tersebut,”terang Wong. Rabu, (28/4).

Menurut anggota DPRD Kota Medan dari Dapil 3 tersebut, selain sulit berkomunikasi, Edwin juga dinilai orangnya kurang kooperatif.

” Kita apresiasi Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution yang berani mencopot Kadis Kesehatan Kota Medan tersebut. Kenapa tidak sebelumnya saja kadis itu dicopot agar terlihat perubahan termasuk pelayanan kesehatan di Kota Medan ini,”ungkapnya.

Sambung Wong Chun Sen lagi, sebagai Wali Kota Medan, tentunya Bobby Nasution tidak gegabah dalam mengeluarkan kebijakan apalagi melakukan pecopotan seperti Lurah Sidorame Timur dan Kadis Kesehatan Kota Medan.

“Ini tentunya sudah lama menjadi penilaian dan evaluasi Wali Kota Medan. Jadi jangan karena dicopot langsung merasa ada ketidakadilan yang dilakukan oleh Wali Kota Medan. 

Ditengah pandemi Covid-19,Kota Medan masih memerlukan perhatian khusus dan perlu campur tangan semua pihak agar kota Medan dapat segera berubah menjadi zona hijau.

“Namun, kita juga selaku wakil rakyat tidak ada melihat terobosan dari Edwin Effendi sejak memimpin Dinas Kesehatan Medan apalagi disituasi pandemi Covid-19 saat ini, meskipun semua tidak menjadi tanggungjawab dinas Kesehatan, namun ada banyak permasalahan terkait kesehatan yang mana Kadis Kesehatan dinilai sulit diajak komunikasi dan kurang kooperatif,”sebut Wong.

Lambannya kinerja Kadis Kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19 sambung Wong Chun Sen merupakan bentuk penilaian dari Wali Kota Medan selaku pimpinan di Kota Medan yang juga tentunya sudah mempertimbangkan kebijakannya tersebut.

“Yang penting bagi dinas-dinas lainnya, silahkan bekerja sebaik mungkin, ini saat nya kota Medan dipimpin oleh orang-orang yang tepat untuk merubah citra kota Medan. Kalau ditanya kepada kami komisi II DPRD Kota Medan, sebenarnya sudah lama meminta agar Edwin Effendi selaku Kadis Kesehatan Kota Medan segera dicopot, dan Bobby Nasution lah yang mampu melakukannya,”pungkas wong Chun Sen.(rd)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.